Taman Nasional Berbak (TNB) bukan sekadar nama sebuah kawasan konservasi di peta Indonesia seperti halnya dengan Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD). Taman nasional yang terletak di provinsi Jambi ini merupakan mahakarya alam yang menyimpan keunikan ekosistem langka, menjadi benteng terakhir bagi keanekaragaman hayati Sumatra, dan menyajikan cerita tentang harmonisasi antara air, gambut, dan kehidupan liar yang menakjubkan. Sebagai hutan rawa gambut terluas di Asia Tenggara yang masih perawan, Berbak menawarkan lebih dari sekadar pemandangan; ia adalah laboratorium hidup, paru-paru dunia, dan simbol komitmen konservasi Indonesia.
Di Mana Letak dan Apa Status Taman Nasional Berbak?
Taman Nasional Berbak secara administratif membentang di dua wilayah kabupaten di Jambi, yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Muaro Jambi. Secara geografis, kawasan seluas 141.261,94 hektare ini terletak di pesisir timur Pulau Sumatra. Status internasionalnya tak kalah mentereng: sejak tahun 1992, Berbak tercatat sebagai Situs Ramsar ke-554 di dunia. Pengakuan ini menegaskan bahwa lahan basah di Taman Nasional Berbak memiliki nilai ekologis yang sangat penting secara global, setara dengan ekosistem lahan basah penting lainnya di dunia.
Sejarah Panjang Konservasi Taman Nasional Berbak

Jejak sejarah konservasi kawasan Berbak dimulai jauh sebelum Indonesia merdeka. Pada tahun 1935, pemerintah Hindia Belanda telah memiliki visi untuk melindungi area ini dengan menetapkannya sebagai Suaka Margasatwa melalui Staatsblad Nomor 18. Langkah visioner ini menjadi pondasi yang kuat. Pasca kemerdekaan, komitmen perlindungan berlanjut. Puncaknya, pada tahun 1992, melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan, kawasan ini secara resmi ditingkatkan statusnya menjadi Taman Nasional. Keputusan ini sejalan dengan diakuinya Berbak dalam Konvensi Ramsar pada tahun yang sama, sebuah momentum yang menempatkan TNB di peta konservasi internasional.
Keunikan Ekosistem Taman Nasional Berbak

Apa yang membuat Taman Nasional Berbak begitu istimewa? Jawabannya terletak pada ekosistemnya yang merupakan perpaduan langka. Kawasan konservasi ini menyajikan gabungan yang menakjubkan antara hutan rawa air tawar dan hutan rawa gambut. Kombinasi ini menciptakan lingkungan yang unik, selalu basah, dan menjadi rumah bagi komunitas biologis yang sangat terspesialisasi. Kondisi tanah gambut yang tebal, ditambah dengan genangan air tawar yang konstan, menciptakan lanskap yang menantang untuk dijelajahi namun kaya akan kehidupan.
1. Flora
Kawasan hutan rawa ini memiliki kekayaan flora yang luar biasa. Terdapat catatan 261 spesies tumbuhan yang berasal dari 73 famili berbeda. Saat memasuki kawasan ini, Anda akan disambut oleh tegakan pohon-pohon khas rawa gambut seperti Meranti (Shorea spp.), Ramin (Gonystylus bancanus), dan Jelutung (Dyera costulata). Tak kalah menarik, tumbuhan karnivora Kantong Semar (Nepenthes spp.) dengan berbagai bentuk dan warna dapat ditemui, menjebak serangga untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya di tanah yang miskin hara. Anggrek hutan, rotan, dan aneka jenis palem turut melengkapi keanekaragaman vegetasi di TNB.
2. Fauna
Taman Nasional Berbak berperan sebagai habitat penting bagi banyak satwa langka. Yang paling ikonik, kawasan ini merupakan salah satu bentang alam konservasi harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang diakui secara nasional. Keberadaan predator puncak ini menjadi indikator kesehatan ekosistem kawasan. Selain itu, satwa dilindungi lain yang menghuni kawasan ini antara lain:
- Tapir Asia (Tapirus indicus): Mamalia berkuku ganjil dengan belalai mini yang unik.
- Ungko (Hylobates agilis): Primata penghuni kanopi hutan yang lincah.
- Buaya Sinyulong (Tomistoma schlegelii): Buaya moncong-sempit yang hidup di perairan rawa gambut.
- Ikan Arwana (Scleropages formosus): Ikan purba bernilai tinggi yang hidup di perairan hitam.
- Mentok Rimba (Asarcornis scutulata): Spesies bebek hutan yang terancam punah.
Tak kurang dari 224 jenis burung, 44 jenis reptil, dan 28 jenis mamalia menjadikan kawasan lindung ini sebagai surga bagi pengamat satwa dan peneliti biodiversitas.
Potensi dan Pemanfaatan Taman Nasional Berbak

Sebagai kawasan pelestarian alam, Taman Nasional Berbak dikelola dengan sistem zonasi yang ketat. Sistem ini memungkinkan pemanfaatan yang bijak dan berkelanjutan untuk berbagai kepentingan, tanpa mengorbankan fungsi utamanya sebagai pelindung keanekaragaman hayati. Beberapa potensi pemanfaatan tersebut antara lain:
- Ekosistem hutan rawa gambut yang masih utuh menjadi laboratorium alam yang sempurna untuk mempelajari dinamika ekologi, biologi satwa langka, dan fungsi lahan basah. Banyak institusi pendidikan dan penelitian dalam dan luar negeri yang tertarik untuk mengeksplorasi kekayaan ilmiah Berbak.
- Bagi para pelancong yang haus petualangan alam, TNB menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan. Aktivitas seperti menyusuri sungai-sungai di dalam hutan (river trekking), pengamatan burung (birdwatching), dan fotografi satwa liar dapat menjadi daya tarik utama. Keindahan alam yang masih perawan menjadikannya destinasi wisata Jambi yang potensial.
- Fungsi ekologis kawasan Berbak sangat vital. Ia berperan sebagai penyangga kehidupan dengan menyimpan karbon dalam jumlah besar di dalam gambutnya (mencegah pemanasan global), mengatur tata air (mencegah banjir dan kekeringan), serta menjadi sumber plasma nutfah.
Ancaman dan Tantangan Konservasi Taman Nasional Berbak
Meski statusnya dilindungi, Taman Nasional Berbak tidak lepas dari ancaman. Kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau merupakan tantangan terbesar, yang dapat merusak lapisan gambut dan melepaskan karbon dalam jumlah masif. Ancaman lainnya seperti perambahan hutan dan perburuan liar juga perlu diwaspadai. Oleh karena itu, pengelolaan kolaboratif antara Balai Taman Nasional, pemerintah daerah, masyarakat lokal, dan LSM lingkungan menjadi kunci untuk memastikan kelestarian kawasan konservasi ini untuk generasi mendatang.
Mengapa Kita Perlu Menjaga Taman Nasional Berbak?
Menjaga Taman Nasional Berbak sama dengan:
- Melestarikan paru-paru dunia yang menyerap dan menyimpan karbon.
- Melindungi rumah bagi harimau sumatra dan ratusan spesies lainnya dari kepunahan.
- Menjaga keseimbangan hidrologis kawasan Sumatra bagian timur.
- Mewariskan warisan alam tak ternilai kepada anak cucu.
Mari bersama-sama menjaga keutuhan Taman Nasional Berbak! Bagikan artikel ini untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya warisan alam Indonesia ini. Setiap cerita yang tersebar adalah langkah kecil untuk memastikan harimau sumatra tetap mengaum dan rawa gambut tetap basah untuk selamanya.
Baca juga:
- Rawa Bento: Daya Tarik dan Tantangan Ekologis
- Misteri dan Keindahan Goa Sengayau di Jambi
- Legenda Danau Kerinci tentang Kisah Calungga dan Calupat
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ) tentang Taman Nasional Berbak
1. Di mana tepatnya lokasi Taman Nasional Berbak?
Taman Nasional Berbak terletak di Provinsi Jambi, tepatnya membentang di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Muaro Jambi, di pesisir timur Pulau Sumatra.
2. Apa yang membedakan Taman Nasional Berbak dengan taman nasional lainnya?
Keunikan utamanya terletak pada statusnya sebagai hutan rawa gambut terluas di Asia Tenggara yang masih alami, serta perpaduan unik antara ekosistem hutan rawa air tawar dan hutan rawa gambut dalam satu kawasan.
3. Satwa langka apa saja yang bisa ditemui di sana?
Kawasan ini merupakan habitat kritis bagi Harimau Sumatra, Tapir Asia, Buaya Sinyulong, Ikan Arwana, Mentok Rimba, serta lebih dari 200 spesies burung.
4. Bagaimana cara berkunjung ke Taman Nasional Berbak untuk wisata?
Kunjungan wisata wajib mengantongi izin dari Balai Taman Nasional Berbak. Disarankan untuk menggunakan jasa pemandu wisata atau operator tur yang berpengalaman karena medan yang challenging dan untuk memastikan kunjungan yang bertanggung jawab.
5. Apa saja aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung?
Aktivitas utama meliputi menyusuri sungai dengan perahu, pengamatan satwa dan burung (birdwatching), fotografi alam, dan belajar tentang ekosistem rawa gambut. Semua aktivitas harus mengedepankan prinsip ekowisata.
Referensi
- Wikipedia. Taman Nasional Berbak. https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Berbak
- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Taman Nasional Berbak dan Sembilang. Jaringan Digital Destinasi Wisata Indonesia (Jadesta). Diambil 7 Desember 2025, dari https://jadesta.kemenparekraf.go.id/atraksi/taman_nasional_berbak_dan_sembilang
- Louis, A. (2010). SISTEM INFORMASI DATA KONSERVASI TAMAN NASIONAL BERBAK PROVINSI JAMBI: SISTEM INFORMASI DATA KONSERVASI TAMAN NASIONAL BERBAK PROVINSI JAMBI. JURNAL AKADEMIKA, 2(1), 82-100.




