Waspada! Inilah 5 Minuman yang Tidak Boleh Diminum Setelah Olahraga

Minuman yang Tidak Boleh Diminum Setelah Olahraga

Minuman yang Tidak Boleh Diminum Setelah Olahraga

Kamu baru saja menyelesaikan sesi olahraga yang intens, keringat mengucur deras, dan rasa haus begitu menggoda. Tanpa pikir panjang, kamu mungkin langsung meraih minuman dingin terdekat untuk melepas dahaga. Tapi, tahukah kamu bahwa pilihan minuman setelah olahraga dapat membuat perbedaan besar antara pemulihan optimal dan rasa lelah berkepanjangan? Memilih minuman yang tidak boleh diminum setelah olahraga sama pentingnya dengan memilih minuman yang dianjurkan. Konsumsi minuman yang salah justru dapat menggagalkan usaha kerasmu di gym atau kolam renang, menghambat rehidrasi, dan bahkan berdampak negatif pada kesehatan tubuhmu dalam jangka panjang.

Daftar Minuman yang Tidak Boleh Diminum Setelah Olahraga

1. Minuman Bersoda dan Berkarbonasi

Kategori minuman yang tidak boleh diminum setelah olahraga yang pertama adalah minuman bersoda, baik yang bergula maupun versi diet. Gelembung karbonasi (CO2) dalam minuman ini dapat menyebabkan kembung, begah, dan rasa penuh di perut. Sensasi ini sangat tidak nyaman dan dapat mengganggu pernapasan serta mengacaukan sinyal haus alami tubuhmu. Selain itu, soda seringkali mengandung asam fosfat yang dapat mengganggu keseimbangan mineral dalam tubuh dan berpotensi mengikis kesehatan tulang jika dikonsumsi berlebihan. Pilihannya adalah memberi tubuhmu cairan yang menenangkan, bukan yang menciptakan gejolak di perut.

2. Jus Buah Kemasan dan Minuman Manis Berpengawet

Meski terdengar sehat, jus buah kemasan sering menjadi jebakan. Minuman ini biasanya tinggi gula tambahan, sirup fruktosa, atau pemanis buatan. Konsumsi gula dalam jumlah besar setelah berolahraga dapat memicu lonjakan gula darah yang drastis, diikuti oleh crash energi yang membuatmu lemas. Daripada mengisi ulang energi secara stabil, tubuhmu justru dipaksa bekerja keras untuk mengatur kadar gula darah. Proses ini juga dapat menghambat pembakaran lemak. Hindari juga minuman energi (energy drink) yang bukan ditujukan untuk olahraga, karena komposisi gulanya seringkali sangat tinggi.

3. Kopi dan Minuman Berkafein Tinggi Lainnya

Kopi, teh kental, atau minuman penambah energi (pre-workout) yang dikonsumsi setelah olahraga bukan ide yang bijak. Kafein bersifat diuretik ringan, artinya dapat merangsang produksi urine dan berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi jika kamu tidak mengganti cairan yang hilang dengan air putih terlebih dahulu. Tubuhmu sedang berusaha keras untuk menyimpan kembali cairan yang hilang, dan kafein dapat mengganggu usaha tersebut. Simpan konsumsi kafein untuk sebelum olahraga guna meningkatkan fokus, atau di waktu lain di luar sesi latihan.

4. Minuman Beralkohol

Alkohol merupakan diuretik kuat yang akan memperparah kondisi dehidrasi pasca-olahraga. Konsumsi bir atau minuman beralkohol lain setelah aktivitas fisik justru akan menguras lebih banyak cairan tubuhmu, memperlambat proses pemulihan otot, meningkatkan peradangan, dan mengganggu sintesis protein yang penting untuk perbaikan jaringan. Alkohol juga memberikan kalori kosong tanpa nutrisi yang bermanfaat untuk pemulihan.

5. Susu Utuh (Full Cream Milk) atau Smoothie dengan Kandungan Lemak Sangat Tinggi

Meski susu dan smoothie bisa menjadi pilihan pemulihan yang baik, perhatikan komposisinya. Susu murni atau smoothie dengan tambahan lemak tinggi (seperti es krim, krim kental, atau santan pekat) dapat memperlambat pengosongan lambung. Hal ini berarti proses penyerapan cairan dan nutrisi penting yang sangat dibutuhkan ototmu akan tertunda. Tubuhmu membutuhkan akses cepat ke air, elektrolit, dan karbohidrat, bukan lemak yang lambat dicerna, segera setelah latihan.

Lalu, Apa Rekomendasi Minuman Terbaik Setelah Olahraga?

Setelah mengetahui pantangannya, kini saatnya beralih ke pilihan yang mendukung tujuan kebugaranmu. Berikut adalah rekomendasi minuman terbaik untuk pemulihan setelah olahraga dan menjaga keseimbangan elektrolit:

  • Air Putih: Tetap menjadi pilihan nomor satu untuk rehidrasi dasar, terutama untuk olahraga ringan-sedang dengan durasi kurang dari 60 menit.
  • Air Kelapa Murni: Minuman isotonik alami yang kaya kalium, magnesium, dan elektrolit lainnya. Sangat baik untuk mengganti mineral yang hilang.
  • Minuman Isotonik Olahraga (dengan bijak): Pilihan yang baik untuk sesi olahraga intensif lebih dari 60 menit, karena mengandung elektrolit dan karbohidrat dalam rasio yang tepat untuk rehidrasi cepat. Pilih yang tidak terlalu tinggi gulanya.
  • Susu Coklat Rendah Lemak: Penelitian menunjukkan kombinasi karbohidrat dan protein dalam rasio 3:1 atau 4:1 pada susu coklat sangat ideal untuk mengisi kembali glikogen otot dan memulai perbaikan protein otot.
  • Protein Shake dengan Karbohidrat: Cocok untuk tujuan membangun massa otot. Kombinasi protein whey atau plant-based dengan sedikit buah (seperti pisang) memberikan nutrisi lengkap untuk pemulihan.

Yuk, bagikan artikel ini ke teman-teman olahragamu agar mereka juga terhindar dari kesalahan minum yang bisa menggagalkan diet dan program mu.

Baca juga:

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

1. Kenapa tidak boleh minum es atau air dingin setelah olahraga?

Minum air dingin atau es sebenarnya tidak dilarang mutlak dan dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Namun, pada sebagian orang, air yang terlalu dingin dapat menyebabkan kram perut atau gangguan pencernaan. Rekomendasi terbaik adalah minum air dengan suhu sejuk (sekitar 15-20°C) yang lebih mudah diserap tubuh dengan nyaman.

2. Berapa lama harus menunggu untuk minum kopi setelah olahraga?

Tunggu setidaknya 1-2 jam setelah olahraga, setelah kamu berhasil menghidrasi tubuh dengan cukup air putih atau minuman elektrolit. Pastikan kamu telah mengganti cairan yang hilang sebelum mengonsumsi minuman berkafein.

3. Apakah minuman isotonik kemasan selalu baik setelah olahraga?

Tidak selalu. Untuk olahraga ringan (<60 menit), air putih sudah cukup. Minuman isotonik mengandung gula dan elektrolit yang dibutuhkan untuk latihan intensif atau lama. Periksa labelnya, pilih yang kandungan gulanya tidak terlalu tinggi (idealnya <6-8% karbohidrat).

4. Bolehkah minum yogurt drink setelah olahraga?

Boleh, yogurt drink (terutama Greek yogurt) adalah pilihan bagus karena mengandung protein dan probiotik. Pastikan memilih varian plain atau rendah gula untuk menghindari asupan gula berlebihan. Ini dapat membantu pemulihan otot dan kesehatan pencernaan.

5. Apa tanda-tanda dehidrasi setelah olahraga yang harus diwaspadai?

Tandanya antara lain rasa haus berlebihan, mulut kering, urin berwarna pekat (kuning gelap), pusing, sakit kepala, lelah ekstrem, dan denyut nadi cepat. Jika mengalami gejala ini, segera lakukan rehidrasi dengan minum air atau cairan elektrolit secara bertahap.

Referensi

  1. McCartney, D., Irwin, C., Cox, G. R., & Desbrow, B. (2019). The effect of different post-exercise beverages with food on ad libitum fluid recovery, nutrient provision, and subsequent athletic performance. Physiology & behavior, 201, 22-30.
  2. Ali, A., Duizer, L., Foster, K., Grigor, J., & Wei, W. (2011). Changes in sensory perception of sports drinks when consumed pre, during and post exercise. Physiology & behavior, 102(5), 437-443.
  3. Brown, M. A., Green, B. P., James, L. J., Stevenson, E. J., & Rumbold, P. L. (2016). The effect of a dairy-based recovery beverage on post-exercise appetite and energy intake in active females. Nutrients, 8(6), 355.
  4. Shirreffs, S. M., Watson, P., & Maughan, R. J. (2007). Milk as an effective post-exercise rehydration drink. British Journal of Nutrition, 98(1), 173-180.
Scroll to Top