Tata Cara Sholat Maghrib Sendiri
Gaya Hidup

Berikut ini Tata Cara Sholat Maghrib Sendiri dan Niatnya

Tata Cara Sholat Maghrib Sendiri – Sholat Maghrib termasuk sholat fardhu yang dilakukan lima kali sehari. Sholat ini dapat dikerjakan sendiri atau berjamaah dan selalu diawali dengan membaca niat. Lafaz niat ini bisa berbeda sesuai dengan keadaan masing-masing muslim.

Sholat Maghrib dimulai setelah matahari terbenam hingga hilangnya awan merah dari cakrawala. Berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim no. 612, yang dikutip dari laman Nahdlatul Ulama, waktu sholat Maghrib berakhir ketika awan merah di cakrawala menghilang.

Persiapan Sholat Maghrib

Berikut beberapa persiapan sebelum mengerjakan Sholat Maghrib:

1. Wudhu

Sebelum melaksanakan sholat, kita harus bersuci dengan cara berwudhu. Wudhu adalah proses pembersihan anggota tubuh tertentu dengan air, yaitu wajah, tangan hingga siku, mengusap sebagian kepala, dan mencuci kaki hingga mata kaki. Pastikan air yang digunakan adalah air yang suci dan bersih.

2. Pakaian Bersih dan Menutup Aurat

Pastikan pakaian yang digunakan bersih dari najis dan sesuai dengan syariat Islam, yaitu menutup aurat. Bagi laki-laki, aurat yang harus ditutup adalah dari pusar hingga lutut. Bagi perempuan, seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan harus tertutup.

3. Tempat Sholat

Tempat sholat harus bersih dan suci dari najis. Jika memungkinkan, gunakan sajadah sebagai alas sholat untuk menjaga kebersihan.

Niat Sholat Maghrib Sendirian (Munfarid)

Pakar fikih mazhab Syafi’i, Syekh Khatib Asy-Syirbini, menjelaskan bahwa membaca niat hukumnya wajib. Beliau menyatakan:

“وَيَجِبُ قَرْنُ النِّيَّةِ بِتَكْبِيرَةِ الْإِحْرَامِ لِأَنَّهَا أَوَّلُ الْأَرْكَانِ بِأَنْ يُقَرِّنَهَا بِأَوَّلِهِ وَيَسْتَصْحِبَهَا إلَى آخِرِ”

Artinya: “Wajib untuk membarengkan niat dengan takbiratul ihram, karena takbiratul ihram adalah rukun pertama, yaitu membarengkannya dengan awal takbiratul ihram dan menyertakannya sampai akhir.” (Muhammad Khatib Asy-Syirbini, Al-Iqna’ fi Halli Alfadz Abi Syuja’, [Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiah], juz I, halaman 299).

Menyadur dari situs mui.or.id, berikut bacaan niat sholat Maghrib sendiri beserta artinya:

أصلي فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة أداء لله تعالى

Arab Latin:
“Usholli fardlol maghribi tsalaatsa roka’aataim mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta’aala”

Artinya:
“Aku niat melakukan sholat fardhu maghrib 3 rakaat sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Maghrib Sendiri

Menyadur dari situs NU Online, berikut ini langkah-langkah melaksanakan tata sholat Maghrib sendiri:

  • Berdiri Tegak Menghadap Kiblat dan Membaca Niat Sholat Magrib Sendiri.
  • Takbiratul Ihram.
  • Membaca Doa Iftitah.
  • Membaca Surat Al-Fatihah.
  • Membaca Surat Pendek dari Al-Qur’an.
  • Ruku’.
  • Iktidal.
  • Sujud Pertama:
  • Duduk di Antara Dua Sujud.
  • Sujud Kedua.
  • Bangkit untuk Masuk ke Rakaat Kedua
  • Membaca Surat Al-Fatihah.
  • Membaca Surat Pendek dari Al-Qur’an.
  • Ruku’.
  • Iktidal.
  • Sujud Pertama.
  • Duduk di Antara Dua Sujud.
  • Sujud Kedua.
  • Duduk untuk Tasyahud Awal.
  • Bangkit untuk Masuk ke Rakaat Ketiga.
  • Membaca Surat Al-Fatihah.
  • Ruku’.
  • Iktidal.
  • Sujud Pertama.
  • Duduk di Antara Dua Sujud.
  • Sujud Kedua.
  • Duduk untuk Tasyahud Akhir.
  • Salam sambil mengucapkan “Assalamu’alaikum warahmatullah” menoleh ke kanan dan ke kiri.

Bacaan Tasyahud Awal dan Akhir

Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk untuk membaca tasyahud awal, berikut bacaannya:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

“Attahiyyaatu lillaahi wassalawaatu wattayyibaatu, assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahis saalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.”

Berikut ini bacaan Tasyahud Akhir:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

“Attahiyyaatu lillaahi wassalawaatu wattayyibaatu, assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahis saalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiima wa ‘alaa aali Ibraahiima, wabaarik ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiima wa ‘alaa aali Ibraahiima fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.”

Baca juga:

Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.