Manfaat Jus Wortel – Wortel, si orange panjang nan renyah, sudah tak asing lagi bagi kita. Sayuran akar ini tak hanya enak dijadikan camilan atau pelengkap masakan, tapi juga kaya akan nutrisi yang bisa kita peroleh dengan mudah lewat segelas jus.
Menelusuri Jejak Wortel

Wortel dipercaya berasal dari wilayah Asia Tengah, sekitar 5000 tahun yang lalu. Kala itu, orang menanamnya bukan untuk umbinya yang berwarna oranye, melainkan untuk daunnya yang hijau. Butuh waktu berabad-abad hingga akhirnya wortel yang kita kenal sekarang, dengan kandungan beta karoten tinggi, muncul di Afghanistan.
Wortel kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia, termasuk Eropa dan Timur Tengah. Di Eropa, wortel oranye baru digemari pada abad ke-17. Konon, para petani Belanda sengaja membudidayakan wortel dengan warna tersebut untuk menghormati keluarga kerajaan Oranye.
Seiring berjalannya waktu, wortel tak lagi hanya dibudidayakan untuk para bangsawan. Ia menjelma menjadi sayuran yang mudah didapat dan kaya manfaat. Wortel mengandung berbagai macam nutrisi, seperti vitamin A, C, K, dan B6, serta mineral kalium, magnesium, dan fosfor. Tak heran, wortel pun dinobatkan sebagai salah satu sayuran paling menyehatkan.
Manfaat Jus Wortel bagi Kesehatan
Berikut ini merupakan manfaat jus wortel untuk kesehatan jika dikonsumsi secara rutin yang dirangkum dari beberapa sumber ilmiah.
1. Menurunkan Risiko Kanker
Beberapa hasil studi ilmiah menunjukkan kandungan antioksidan, terutama falcarinol, dalam wortel telah diteliti dapat membantu mengurangi risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker paru-paru, payudara, dan usus besar dengan melindungi sel dari kerusakan.
2. Sumber Antioksidan Kuat
Jus wortel Kaya akan beta-karoten, vitamin C, lutein, dan zeaxanthin yang berperan sebagai antioksidan. Senyawa-senyawa ini membersihkan tubuh dari radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat merusak sel, sehingga melindungi dari penuaan dini dan berbagai penyakit kronis.
3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Vitamin A dan C adalah kunci untuk fungsi sistem kekebalan yang optimal. Mereka merangsang produksi dan aktivitas sel darah putih (antibodi), yang merupakan garis pertahanan pertama tubuh dalam melawan patogen (bakteri, virus) dan infeksi.
4. Meningkatkan Fungsi Kognitif
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa beta-karoten dalam jus wortel dapat melawan stres oksidatif yang dapat merusak sel-sel otak. Selain itu, kalium dalam jus wortel membantu mengurangi risiko stroke, memberikan perlindungan tambahan untuk kesehatan otak.
5. Memelihara Kesehatan Mata
Beta-karoten diubah menjadi vitamin A yang penting untuk penglihatan dalam cahaya redup. Lutein dan zeaxanthin melindungi mata dari sinar biru berbahaya (dari gadget dan matahari) dan sangat penting untuk mencegah degenerasi makula terkait usia.
6. Menjaga Kadar Gula Darah
Dengan indeks glikemik rendah, jus wortel memberikan kelegaan bagi penderita diabetes. Konsumsi yang bijak, tanpa berlebihan, dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil. Ini bukan hanya kabar baik bagi penderita diabetes, tetapi juga semua orang yang ingin menjaga kesehatan gula darah mereka.
7. Menyehatkan Tulang
Tidak hanya baik untuk mata, kulit, dan jantung, jus wortel juga memberikan kontribusi untuk kesehatan tulang yang optimal. Beberapa hasil penelitian mengungkapkan bahwa kandungan vitamin K, kalium, dan fosfor dalam jus wortel membantu membangun tulang yang kuat dan sehat. Ini bukan hanya tentang pertahanan, tetapi juga tentang memastikan bahwa fondasi tubuh kita, yaitu tulang, tetap kokoh.
8. Nutrisi untuk Pertumbuhan Anak
Bagi anak-anak atau siapa pun yang sedang dalam masa pertumbuhan, jus wortel merupakan nutrisi murni yang dapat memberikan dorongan ekstra. Kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan dalam jus wortel memastikan bahwa pertumbuhan sel dan jaringan berlangsung dengan optimal.
9. Mengatur Kadar Gula Darah
Meskipun mengandung gula alami, jus wortel memiliki indeks glikemik yang relatif rendah. Ini berarti gula darah tidak akan melonjak drastis jika dikonsumsi dalam porsi wajar, menjadikannya pilihan yang lebih baik daripada minuman manis bagi penderita diabetes. Namun, konsultasi dengan dokter tetap disarankan.
10. Mengurangi Risiko Infeksi
Kandungan vitamin A dalam jus wortel dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko infeksi. Konsumsi jus wortel secara teratur dapat membantu tubuh melawan infeksi dengan lebih efektif.
11. Menjaga Kesehatan Jantung
Kalium dalam jus wortel membantu mengatur tekanan darah dengan menetralkan efek sodium. Kombinasi kalium dan antioksidan juga membantu melawan kolesterol jahat (LDL), sehingga mengurangi risiko aterosklerosis (pengerasan arteri), serangan jantung, dan stroke.
12. Menjaga Kesehatan Kulit
Vitamin C merangsang produksi kolagen, protein yang menjaga kekencangan dan elastisitas kulit. Beta-karoten bertindak seperti tabir surya alami dari dalam, melindungi kulit dari kerusakan UV dan memberikan cahaya yang sehat.
13. Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi
Kandungan vitamin C dalam jus wortel dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi. Vitamin C membantu dalam pembentukan kolagen, yang penting untuk kesehatan gusi dan pembuluh darah di sekitarnya.
14. Menyehatkan Hati
Jus wortel, dengan kandungan karoten yang telah terbukti memiliki efek antiperadangan pada hati, menjadi penyelamat tak terlihat. Meskipun penelitian pada manusia masih diperlukan, hasil penelitian pada hewan menunjukkan bahwa jus wortel dapat melindungi hati dari beberapa penyakit, termasuk perlemakan hati.
15. Menyegarkan Napas
Mengunyah dan meminum jus wortel dapat membantu membersihkan plak dan partikel makanan dari gigi dan gusi. Sifat antibakteri dari antioksidannya juga membantu mengurangi bakteri penyebab bau mulut.
16. Menjaga Kesehatan Kuku dan Rambut
Vitamin A membantu produksi sebum (minyak alami) yang menjaga kesehatan kulit kepala dan akar rambut. Vitamin C dan lainnya mendukung pertumbuhan dan kekuatan rambut serta kuku.
Tips:
- Gunakan wortel segar dan organik untuk mendapatkan manfaat maksimal.
- Kombinasikan wortel dengan buah dan sayuran lain untuk mendapatkan variasi rasa dan manfaat yang lebih lengkap.
- Minum jus wortel secukupnya, jangan berlebihan. Batasi konsumsi maksimal 2 gelas per hari.
- Hindari menambahkan gula tambahan ke dalam jus wortel.
- Sikat gigi setelah minum jus wortel untuk mencegah gigi kuning.
Peringatan:
- Orang dengan diabetes perlu berhati-hati dalam mengonsumsi jus wortel karena kandungan gulanya. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu.
- Jus wortel dapat menyebabkan kulit berwarna kuning jika dikonsumsi berlebihan. Hal ini tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya.
- Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi jus wortel secara rutin.
Resep Jus Wortel Segar dan Lezat
Bahan:
- 2 wortel besar, cuci bersih dan potong-potong
- 1 apel, cuci bersih dan potong-potong (opsional)
- 1 ruas jahe (opsional)
- 1/2 gelas air
Cara Membuat:
- Masukkan semua bahan ke dalam blender.
- Blender hingga halus.
- Saring jus jika Anda tidak ingin teksturnya terlalu kasar.
- Sajikan segera.
Variasi:
- Kamu dapat menambahkan bahan lain seperti seledri, bayam, atau jeruk untuk menambah rasa dan manfaat.
- Dapat menggunakan jus wortel sebagai bahan smoothie.
- Kamu dapat menambahkan madu atau stevia secukupnya untuk rasa yang lebih manis.
Konsumsi jus wortel secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Ingatlah untuk menikmatinya dengan bijak dan perhatikan tips dan peringatan yang telah dibagikan. Selamat mencoba!
Baca juga:
- 15 Manfaat Daun Salam untuk Kesehatan
- 10 Manfaat Buah Manggis untuk Kesehatan
- 15 Manfaat Jambu Biji Merah untuk Kesehatan
- Kandungan Nutisi dan 15 Manfaat Buah Pir bagi Ibu Hamil
Referensi
- Chew, B. P., & Park, J. S. (2004). Carotenoid action on the immune response. The Journal of Nutrition, 134(1), 257S–261S. https://doi.org/10.1093/jn/134.1.257S
- Buscemi, S., Corleo, D., Di Pace, F., Petroni, M. L., Satriano, A., & Marchesini, G. (2018). The effect of lutein on eye and extra-eye health. Nutrients, 10(9), 1321. https://doi.org/10.3390/nu10091321
- Potter, A. S., Foroudi, S., Stamatikos, A., Patil, B. S., & Deyhim, F. (2011). Drinking carrot juice increases total antioxidant status and decreases lipid peroxidation in adults. Nutrition Journal, 10(1), 96. https://doi.org/10.1186/1475-2891-10-96
- Abdel-Aal, E.-S. M., Akhtar, H., Zaheer, K., & Ali, R. (2013). Dietary sources of lutein and zeaxanthin carotenoids and their role in eye health. Nutrients, 5(4), 1169–1185. https://doi.org/10.3390/nu5041169
- Pullar, J. M., Carr, A. C., & Vissers, M. C. M. (2017). The roles of vitamin C in skin health. Nutrients, 9(8), 866. https://doi.org/10.3390/nu9080866
- Stahl, W., & Sies, H. (2012). β-Carotene and other carotenoids in protection from sunlight. The American Journal of Clinical Nutrition, 96(5), 1179S–1184S. https://doi.org/10.3945/ajcn.112.034819
- Atkinson, F. S., Brand-Miller, J. C., Foster-Powell, K., Buyken, A. E., & Goletzke, J. (2021). International tables of glycemic index and glycemic load values 2021: A systematic review. The American Journal of Clinical Nutrition, 114(5), 1625–1632. https://doi.org/10.1093/ajcn/nqab233
- Fallah, A. A., Sarmast, E., & Jafari, T. (2020). Effect of dietary anthocyanins on biomarkers of oxidative stress and antioxidative capacity: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Journal of Functional Foods, *68*, 103912. https://doi.org/10.1016/j.jff.2020.103912
- Ma, L., Dou, H.-L., Wu, Y.-Q., Huang, Y.-M., Huang, Y.-B., Xu, X.-R., Zou, Z.-Y., & Lin, X.-M. (2012). Lutein and zeaxanthin intake and the risk of age-related macular degeneration: A systematic review and meta-analysis. British Journal of Nutrition, *107*(3), 350–359. https://doi.org/10.1017/S0007114511004260
- Salehi, B., Lopez, M. D., MartÃnez-López, S., Victoriano, M., Sharifi-Rad, J., & Martorell, M. (2019). The therapeutic potential of apigenin. International Journal of Molecular Sciences, *20*(6), 1305. https://doi.org/10.3390/ijms20061305
- Zeb, A. (2020). Concept, mechanism, and applications of phenolic antioxidants in foods. Journal of Food Biochemistry, *44*(9), e13394. https://doi.org/10.1111/jfbc.13394
- Lutter, R., van Roest, M., van der Kamp, R., van Schayck, J. P., & van Ark, I. (2021). The dietary intake of carrot-derived rhamnogalacturonan-I accelerates and augments the innate immune and anti-viral interferon response to rhinovirus infection and reduces duration and severity of symptoms in humans in a randomized trial. Nutrients, *13*(12), 4395. https://doi.org/10.3390/nu13124395
- WebMD. (2022). Carrots: Health benefits, nutrients per serving, preparation information, and more. https://www.webmd.com/diet/health-benefits-carrots
- Zeratsky, K. (2021, August 19). Is juicing healthier than eating whole fruits or vegetables? Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/juicing/faq-20058020