Desa Wisata Pentagen Jambi
Desa Wisata Pentagen Jambi membuktikan bahwa kreativitas anak bangsa mampu menyulap lahan tidur menjadi destinasi wisata kebanggaan. Terletak di Desa Pendung Talang Genting, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, desa wisata ini berhasil mencuri perhatian publik setelah masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras masyarakat setempat yang mengelola potensi desa secara optimal melalui BUMDes Taman Pertiwi.
Transformasi Rawa Menjadi Ikon Wisata
Bayangkan sebuah lahan rawa seluas 1,8 hektare yang tidak terurus dan tidak bernilai ekonomi. Pada Januari 2017, warga Desa Pendung Talang Genting mulai mengubah wajah lahan tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat. Mereka menggali dan membersihkan rawa untuk menciptakan embung desa—sebutan lokal untuk situ atau waduk kecil.
Tujuan awalnya sangat praktis: menyediakan cadangan air bagi para petani yang kerap kesulitan air saat musim kemarau. BUMDes Taman Pertiwi juga memanfaatkan embung tersebut untuk budidaya ikan. Namun, tanpa disangka, keindahan embung desa mulai menarik perhatian masyarakat Kabupaten Kerinci. Mereka berdatangan hanya sekadar duduk-duduk menikmati suasana, berfoto, atau sekadar melepas penat.
Melihat potensi tersebut, pada 5 Desember 2017 pengelola menggelar musyawarah dan memutuskan untuk mengembangkan unit usaha pariwisata. Mereka memberi nama objek wisata tersebut Taman Pertiwi. Pada 25 Desember 2017, Taman Pertiwi mulai beroperasi secara resmi dan dalam 10 hari pertama mampu meraup pendapatan hingga Rp50 juta.
Daya Tarik Taman Pertiwi
Ketika kamu berkunjung ke Desa Wisata Pentagen, Taman Pertiwi menjadi destinasi wajib yang menawarkan beragam wahana seru. Berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, kawasan ini menyuguhkan udara sejuk khas dataran tinggi Kerinci.
1. Wahana dan Aktivitas Seru
Di Taman Pertiwi, kamu bisa mencoba berbagai aktivitas menarik:
- Sepeda air: Mengelilingi embung sambil menikmati pemandangan sekitar dengan tiket Rp20.000.
- Sepeda gantung: Pengalaman unik bersepeda di atas permukaan air seharga Rp10.000.
- Flying fox: Tantangan bagi pencari sensasi dengan tarif Rp20.000.
- Bermain dengan ikan: Berinteraksi dengan ribuan ikan jinak yang berenang di kolam. Kamu bisa memberi mereka makan dengan pakan seharga Rp2.000 per bungkus.
Untuk mencapai lokasi Taman Pertiwi dari balai desa, kamu bisa menaiki odong-odong dengan ongkos Rp10.000 per orang. Sepanjang perjalanan, kamu akan disambut hamparan sawah seluas 120 hektar yang hijau dan menyegarkan mata.
2. Fasilitas Pendukung
Taman Pertiwi buka setiap hari dari pagi hingga pukul 18.00 dengan tiket masuk Rp5.000 per orang. Pada akhir pekan, tempat ini bisa dikunjungi sekitar 500 orang, bahkan saat libur Lebaran mencapai 3.000 pengunjung .
Fasilitas yang tersedia sangat lengkap, meliputi:
- Area parkir luas
- Toilet umum
- Musholla
- Gazebo untuk bersantai
- Kios souvenir dan kuliner
- Area kemping (camping ground)
- Spot selfie dan area foto instagramable
Bagi kamu yang ingin menginap, tersedia lima homestay di sekitar Taman Pertiwi. Menariknya, homestay ini meraih penghargaan sebagai kategori terbersih dalam ADWI 2022.
Kekayaan Seni dan Budaya Lokal
Desa Wisata Pentagen tidak hanya menawarkan wisata air, tetapi juga kekayaan seni dan budaya yang memukau. Beberapa kesenian tradisional yang masih lestari antara lain:
Tari Rangguk, tarian tradisional Kabupaten Kerinci yang awalnya digunakan untuk berdakwah menyebarkan agama Islam. Uniknya, tarian ini mulanya hanya dilakukan kaum pria, namun sejak tahun 1950-an mulai dipentaskan oleh kaum wanita. Kata “Rangguk” sendiri berarti mengangguk.
Tari Asek Inak Kaco mengandung unsur magis berupa pemujaan terhadap roh nenek moyang. Tarian ini menunjukkan kekebalan yang dipercaya sebagai perlindungan dari leluhur.
Selain tarian, terdapat tradisi unik Menjalan Pemimpin. Masyarakat mengarak pemimpin mereka keliling kampung sebagai bentuk halal bihalal sekaligus menunjukkan keadaan desa dan warganya.
Kenduri Seko menjadi upacara adat yang digelar tiga tahun sekali untuk melantik Depati Ninik Mamak. Dalam prosesi ini, terjadi serah terima jabatan disertai penyerahan Alquran tulisan tangan nenek moyang pertama yang mendiami Desa Pentagen.
Wisata Sejarah Pabrik Kopi Peninggalan Belanda
Desa Wisata Pentagen menyimpan peninggalan bersejarah berupa Pabrik Kopi Peninggalan Belanda. Pabrik ini dipercaya sebagai pabrik kopi tertua di Kabupaten Kerinci . Keberadaannya menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pecinta sejarah dan kopi.
Mengingat Kerinci terkenal dengan perkebunan kopinya, kunjunganmu ke desa wisata ini akan semakin lengkap dengan mencicipi kopi khas Kerinci yang autentik.
Kuliner dan Produk Ekonomi Kreatif
Perut keroncongan setelah berkeliling? Tenang, Desa Wisata Pentagen menyuguhkan kuliner khas yang menggugah selera:
- Gulai Dayek: Hidangan berkuah santan dengan cita rasa rempah yang kuat
- Sambal Lokan: Sambal pedas dengan campuran kerang lokan
- Rebung Tumbuk: Olahan rebung (tunas bambu) yang ditumbuk dan diolah dengan bumbu khas
- Keripik Ubi Ungu: Camilan renyah dari ubi ungu lokal
Untuk oleh-oleh, kamu bisa membeli souvenir kreatif buatan pemuda desa, seperti kerajinan dari pelepah pisang dan kulit kayu tarok, serta kaos dan kain batik Kerinci.
Cara Menuju Lokasi
Meski perjalanan menuju Desa Wisata Pentagen membutuhkan waktu cukup panjang, pemandangan sepanjang jalan akan membayar lelahmu. Dari Bandara Sultan Thaha Jambi, kamu perlu menempuh perjalanan darat sekitar 9 jam 30 menit menggunakan kendaraan roda empat.
Alternatif lain, kamu bisa terbang menuju Bandara Depati Parbo Kerinci yang melayani penerbangan dari Padang. Dari bandara, perjalanan dilanjutkan menuju Kecamatan Danau Kerinci.
Sudah siap menjelajahi keindahan Desa Wisata Pentagen? Bagikan artikel ini ke teman-temanmu yang sedang mencari destinasi wisata unik di Jambi. Dengan berkunjung ke desa wisata ini, kamu tidak hanya mendapatkan pengalaman liburan berkesan, tetapi juga turut mendukung perekonomian masyarakat lokal. Karena dari rawa yang tak bernilai, lahir destinasi yang mendunia—membuktikan bahwa kreasi anak bangsa mampu mengubah wajah negeri.
Baca juga:
- Rawa Bento: Daya Tarik dan Tantangan Ekologis
- Candi Tinggi di Kawasan Percandian Muaro Jambi
- Lokasi dan Sejarah Candi Gumpung Muaro Jambi
- Danau Pauh: Sejarah, Daya Tarik, Fasilitas, dan Harga Tiket
- Danau Kumbang: Sejarah, Daya Tarik, Fasilitas, dan Harga Tiket
Referensi
- https://jadesta.kemenpar.go.id/desa/pentagen
- https://jadesta.kemenparekraf.go.id/paket/32505
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apa daya tarik utama Desa Wisata Pentagen?
Daya tarik utamanya adalah Taman Pertiwi, taman wisata air buatan yang berasal dari embung desa. Kamu bisa menikmati wahana seperti sepeda air, flying fox, sepeda gantung, dan memberi makan ikan. Desa ini juga menawarkan wisaya sejarah Pabrik Kopi Peninggalan Belanda, tarian tradisional, serta hamparan sawah yang indah.
2. Berapa harga tiket masuk dan wahana di Taman Pertiwi?
Tiket masuk Taman Pertiwi Rp5.000 per orang. Untuk wahana, tarifnya bervariasi: sepeda air Rp20.000, flying fox Rp20.000, sepeda gantung Rp10.000, dan pakan ikan Rp2.000 per bungkus. Menuju lokasi, kamu bisa naik odong-odong dengan tarif Rp10.000 per orang.
3. Kapan waktu terbaik mengunjungi Desa Wisata Pentagen?
Kamu bisa mengunjungi destinasi ini sepanjang tahun. Namun, akhir pekan menjadi waktu ramai dengan pengunjung mencapai 500 orang. Suasana paling meriah terjadi saat libur Lebaran dengan kunjungan hingga 3.000 orang. Tempat ini buka setiap hari dari pagi hingga pukul 18.00.
4. Apa saja kuliner khas yang wajib dicoba di Desa Wisata Pentagen?
Beberapa kuliner khas yang wajib kamu coba antara lain Gulai Dayek, Sambal Lokan, Rebung Tumbuk, Keripik Ubi Ungu, dan tentu saja kopi khas Kerinci yang terkenal nikmat.
5. Apakah tersedia penginapan di sekitar Desa Wisata Pentagen?
Ya, tersedia lima homestay di sekitar Taman Pertiwi yang dikelola warga setempat. Homestay ini bahkan meraih penghargaan sebagai kategori terbersih dalam ADWI 2022, menjamin kenyamanan menginapmu.




