Lokasi dan Sejarah Candi Gumpung Muaro Jambi

Candi Gumpung

Candi Gumpung

Candi Gumpung menyimpan sejuta pesona di kawasan cagar budaya Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Bangunan bata merah ini bukan sekadar tumpukan batu kuno, melainkan mahakarya arsitektur yang menceritakan kejayaan masa lalu. Kamu akan menemukan pengalaman tak terlupakan saat mengunjungi situs bersejarah yang menjadi sakbis keagungan agama Buddha Vajrayana dari pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-10.

Lokasi dan Perjalanan Menuju Situs Bersejarah Candi Gumpung

Candi Gumpung
Sumber Gambar: Instagram Candi Muaro Jambi

Kamu dapat menemukan Candi Gumpung di Desa Muaro Jambi, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Jarak tempuh dari pusat Kota Jambi sekitar 26 hingga 30 kilometer dengan waktu perjalanan 30-45 menit. Sepanjang perjalanan, kamu akan disuguhi pemandangan pedesaan yang asri sebelum tiba di kompleks percandian terluas di Indonesia.

Kompleks Candi Muaro Jambi membentang sepanjang 7,5 kilometer di tepian Sungai Batanghari dengan luas mencapai 3.981 hektar. Luas area ini sepuluh kali lipat dari Candi Borobudur, menjadikannya kandidat kuat Situs Warisan Dunia UNESCO .

Keunikan Arsitektur Candi Gumpung

Candi Gumpung memiliki struktur fisik yang sangat khas. Candi induk berdenah persegi dengan ukuran 17,9 x 17,9 meter dan tinggi sekitar tiga meter. Bangunan ini menghadap ke timur, menciptakan suasana spiritual saat matahari terbit menyinari kawasan suci.

Yang menarik, candi ini tidak memiliki ruangan atau bersifat pejal. Di hadapan candi induk, terdapat mandapa (bangunan batur) berukuran 9,75 x 9,85 meter.  Kamu akan melihat tangga unik dengan satu pipi tangga dan satu makara sebagai elemen dekoratif yang mempercantik tampilan depan.

Seluruh area candi dikelilingi pagar berukuran 150 x 155 meter dengan pintu gerbang di sisi timur sebagai gerbang utama.

Filosofi Stupa dan Vajradhatu Mandala

Di atas lapik besar, kamu akan menjumpai lima stupa kecil yang tersusun membentuk Vajradhatu Mandala. Kelima stupa ini melambangkan lima Buddha atau Dhyani Buddha: Vairocana, Aksobhya, Ratnasambhawa, dan Amoghasiddha.

Struktur ini membuktikan bahwa Candi Gumpung bercorak agama Buddha Vajrayana . Mandala bukan sekadar hiasan, melainkan “peta menuju pencerahan” yang digunakan para biksu untuk meditasi pada masa lampau.

Penemuan Arkeologis

Saat pemugaran tahun 1982-1988, para arkeolog menemukan harta karun berupa lempengan emas berinskripsi di dasar candi. Tulisan menggunakan aksara Jawa Kuno (Kawi) berisi mantra-mantra yang digunakan dalam Vajradhatu Mandala.

Penemuan keramik China dari masa Dinasti Sung memperkuat perkiraan bahwa candi ini dibangun pada pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-10 . Temuan ini juga membuktikan jaringan perdagangan dan interaksi budaya luas antara Indonesia dan Tiongkok pada masa lampau.

Fungsi Candi pada Masa Lampau

Para ahli meyakini Candi Gumpung dan kompleks Muaro Jambi berfungsi sebagai pusat pendidikan agama Buddha terbesar di Asia Tenggara. Bukan hanya tempat ibadah, kawasan ini menjadi universitas tempat para biksu mempelajari agama, filsafat, logika, tata bahasa, bahkan ilmu kedokteran.

Pada masa kejayaannya, kawasan ini menjadi tempat bertemu berbagai budaya dengan temuan manik-manik dari Persia, China, dan India. Hingga kini, peziarah dari Nepal dan negara lain rutin mengunjungi kompleks percandian ini .

Peta Lokasi

Informasi Kunjungan Praktis

Tiket masuk ke kawasan Candi Muaro Jambi sangat terjangkau, sekitar Rp9.000 per orang . Kamu bisa mengunjungi kawasan ini setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB .

Gunakan alas kaki nyaman karena area sangat luas untuk dieksplorasi . Kamu juga bisa menyewa sepeda untuk berkeliling menikmati keindahan sembilan candi utama yang sudah dipugar, termasuk Candi Kedaton, Candi Tinggi, Candi Astano, dan Candi Kembar Batu .

Candi Gumpung mengajarkan kita bahwa peradaban besar pernah berakar di tanah Sumatra. Melihat langsung kemegahannya, kamu akan merasakan getaran sejarah yang memperkaya jiwa dan membanggakan sebagai bangsa Indonesia.

Bagikan artikel ini ke teman-temanmu agar mereka juga tahu tentang keajaiban Candi Gumpung!

Baca juga:

Referensi

  1. Astrilianda, V. (2021). Stupa Candi Muarajambi: Kajian Bentuk dan Fungsi (Doctoral dissertation, Universitas Jambi).
  2. Meilania, M., & Febrianti, H. (2019). Pelestarian candi muaro jambi sebagai benda cagar budaya dan pariwisata di provinsi jambi. Journal V-Tech2(1), 99-109.
  3. Hardiarti, S. (2017). Etnomatematika: Aplikasi Bangun Datar Segiempat pada Candi Muaro Jambi. Aksioma8(2), 99-110.
  4. Santiko, H. (2006). The Structure of Candi Gumpung at Muara Jambi’. Archaeology: Indonesian Perspective (Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), 373-82.
  5. Kebudayaan Kemdikbud. Masa Pendirian Cani Gumpung Muara Jambi. Dakses pada 9 Januari 2024.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Candi Gumpung

1. Di mana lokasi persis Candi Gumpung dan bagaimana cara menuju ke sana?

Candi Gumpung terletak di Desa Muaro Jambi, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi . Lokasinya berada di dalam Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi, sekitar 26 kilometer arah timur dari pusat Kota Jambi, tepat di tepi Sungai Batanghari . Kamu bisa mencapainya menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum dengan waktu tempuh sekitar 30-45 menit dari kota.

2. Apa saja daya tarik utama yang bisa ditemukan di Candi Gumpung?

Daya tarik utamanya meliputi struktur candi induk tanpa atap yang menghadap timur, tangga dengan ornamen makara, serta lima stupa kecil di atas lapik yang membentuk Vajradhatu Mandala . Kamu juga bisa melihat langsung bukti sejarah seperti replika lempengan emas berisi mantra dan Arca Prajnaparamitha yang ditemukan di situs ini . Suasana halaman yang luas dan tenang juga menjadi daya tarik tersendiri.

3. Berapa harga tiket masuk dan jam operasional Candi Gumpung?

Harga tiket masuk ke kawasan Candi Muaro Jambi, termasuk Candi Gumpung, sekitar Rp9.000 per orang . Kompleks wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Harga tiket masuk ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola.

4. Apa hubungan Candi Gumpung dengan agama Buddha Vajrayana?

Candi Gumpung berlatarbelakang agama Buddha Vajrayana, terbukti dari inskripsi pada lempengan emas yang ditemukan di dasarnya. Tulisan beraksara Jawa Kuno itu memuat mantra dan nama-nama dewa yang digunakan dalam Vajradhatu Mandala, sebuah konsep penting dalam ajaran Vajrayana . Lima stupa di atas candi juga melambangkan lima Dhyani Buddha yang menjadi inti ajaran tersebut.

5. Apakah Candi Gumpung merupakan satu-satunya candi di kawasan Muaro Jambi?

Tidak, Candi Gumpung adalah salah satu dari puluhan candi di Kompleks Percandian Muaro Jambi. Total terdapat sekitar 61 hingga 85 bangunan candi di kawasan seluas 3.981 hektar ini, meskipun baru sembilan yang telah dipugar secara utuh . Beberapa candi terkenal lainnya di kompleks ini adalah Candi Kedaton, Candi Tinggi, Candi Astano, dan Candi Kembar Batu.

Photo-Photo

Candi Gumpung
Sumber Gambar: istagram Candi Muaro Jambi
Candi Gumpung
Sumber Gambar: istagram Candi Muaro Jambi
Suasana pagi hari di Candi Gumpung
Candi Cumpung
Saat pengunjung berphoto ria di depan Candi
Scroll to Top