Menelusuri Jejak 350 Juta Tahun di Geopark Merangin, Jambi

Geopark Merangin

Geopark Merangin

Geopark Merangin menghadirkan pengalaman langka dan nyata dimana hutan purba tumbuh subur ratusan juta tahun yang lalu di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Taman bumi global warisan UNESCO ini menyimpan kekayaan geologi luar biasa yang tidak kamu temukan di tempat lain di Indonesia. Geopark Merangin resmi menyandang status UNESCO Global Geopark pada 24 Mei 2023 dalam sidang di Paris, Perancis, sekaligus menjadi taman bumi global pertama di Provinsi Jambi dan kedua di Pulau Sumatra setelah Geopark Kaldera Toba. Keunikan utama kawasan wisata alam ini terletak pada koleksi fosil flora berusia sekitar 350 juta tahun dari periode Permian, menjadikannya laboratorium alam terbaik bagi peneliti dan wisatawan yang ingin menyaksikan langsung jejak kehidupan masa lampau.

Sejarah Penetapan dan Status Warisan Dunia

Perjalanan Geopark Merangin menuju pengakuan dunia tidaklah singkat. Kawasan konservasi geologi ini mulai dirintis pada tahun 2012, kemudian menyandang status taman bumi nasional pada tahun 2014. Setelah melalui proses evaluasi ketat selama hampir satu dekade, UNESCO akhirnya mengukuhkan Geopark Merangin sebagai bagian dari Jaringan Taman Bumi Global. Pengakuan ini menempatkan Geopark Merangin sejajar dengan destinasi wisata geologi terkemuka dunia seperti Taman Bumi Jeju di Korea Selatan dan Taman Bumi Taman Hutan Batu Zhangjiajie di Cina. Sebagai anggota Asia Pacific Geoparks Network, Geopark Merangin juga menerima penghargaan Best Practice Award 2023 dalam ajang UNESCO Global Geopark di Maroko, membuktikan bahwa pengelolaan taman bumi ini layak menjadi contoh bagi kawasan lain.

Daya Tarik Fosil Flora Jambi

Keistimewaan dari Geopark Merangin terletak pada kekayaan fosil tumbuhan purba yang tersebar di sepanjang aliran Sungai Batang Merangin dan Sungai Mengkarang. Kamu dapat menyaksikan langsung fosil kayu, akar, daun, serta batang tanaman purba yang membatu secara alami. Fosil Flora Jambi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat setempat, bahkan kata Jambi dalam nama geopark ini sengaja disematkan sebagai penghormatan pada warisan alam tersebut. Para ahli paleontologi meyakini bahwa kawasan ini menyimpan salah satu koleksi fosil flora Permian paling lengkap di Asia Tenggara. Beberapa spesimen fosil yang ditemukan antara lain jenis Calamites, Pecopteris, dan Cordaites yang menjadi saksi bisu kehidupan hutan rawa purba jutaan tahun silam.

Pesona Lanskap Karst dan Goa Prasejarah

Selain fosil purba, Geopark Merangin juga menghadirkan bentang alam karst yang memukau. Kawasan karst di taman bumi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu exokarst yang tampak di permukaan dan endokarst yang tersembunyi di bawah tanah. Kamu dapat menjelajahi gua gua karst yang menyimpan stalaktit dan stalagmit dengan bentuk memesona. Beberapa gua di kawasan ini juga mengandung artefak prasejarah penting yang membuktikan keberadaan aktivitas manusia masa lampau. Bentang alam karst ini terbentuk sejak zaman Mesozoikum, sekitar 252 hingga 65 juta tahun yang lalu, menjadikannya salah satu formasi geologi tertua di wilayah Sumatra.

Kompleks Gunung Masurai

Kompleks Gunung Masurai menjadi daya tarik lain yang tidak kalah menarik. Gunung ini menyajikan fenomena tektonik vulkanik yang menghasilkan beragam formasi alam spektakuler. Kamu dapat menemukan dua danau vulkanik indah bernama Danau Mabuk dan Danau Kumbang yang terbentuk dari sisa letusan purba. Kawasan sekitar Gunung Masurai juga memiliki air terjun bertingkat, kekar kolom batuan, serta manifestasi panas bumi yang masih berlangsung hingga saat ini. Suasana sejuk pegunungan dan pemandangan alam yang masih perawan membuat kompleks ini menjadi destinasi favorit bagi pendaki dan pencinta alam. Dari pusat Kota Bangko, kamu perlu menempuh perjalanan darat sekitar 110 kilometer untuk mencapai kawasan gunung yang masuk dalam tiga kecamatan di Kabupaten Merangin ini.

Flora dan Fauna Langka yang Dilindungi

Geopark Merangin berfungsi sebagai rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna langka yang dilindungi undang undang. Di kawasan ini kamu berpeluang melihat padma raksasa atau Rafflesia arnoldii, bunga terbesar di dunia yang mekar sempurna hanya dalam waktu satu minggu. Flora endemik lain yang tumbuh di geopark ini antara lain pinus kerinci, kempas, tembesu, jelutung, dan bulian yang kayunya sangat berkualitas. Keanekaragaman hayati perairan juga sangat kaya dengan sekitar 320 spesies ikan atau iktiofauna yang hidup di sungai sungai dalam kawasan geopark. Hewan dilindungi seperti harimau sumatera masih dapat ditemukan di wilayah hutan yang lebih dalam, meskipun populasinya kini semakin terancam.

Prasasti Batu Tulis Karang Berahi

Sejarah peradaban manusia juga terekam kuat di Geopark Merangin melalui Prasasti Batu Tulis Karang Berahi. Kamu dapat mengunjungi peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan pada tahun 1904 oleh Kontrolir L.M Berkhout di tepi Batang Merangin. Prasasti ini terbuat dari batu andesit berukuran 90 kali 90 kali 10 sentimeter dengan tulisan beraksara Pallawa dalam bahasa Melayu Kuno. Isi prasasti berupa kutukan bagi orang yang tidak setia pada raja atau berbuat jahat, mencerminkan sistem hukum dan kepercayaan masyarakat pada abad ke 7 Masehi sekitar tahun 680 an. Lokasi prasasti dapat kamu capai dengan perjalanan 37 kilometer atau sekitar 40 menit dari Kota Bangko.

Wisata Arung Jeram Menuju Lokasi Fosil

Akses menuju fosil flora utama di Geopark Merangin memberikan petualangan tersendiri bagi para wisatawan. Kamu memiliki dua pilihan rute untuk mencapai lokasi fosil di Desa Air Batu dan Dusun Baru, Kecamatan Pemberap. Rute pertama adalah trekking menyusuri pinggiran hutan selama sekitar 3 jam perjalanan kaki. Rute kedua jauh lebih menantang yaitu menyusuri sungai dengan kegiatan arung jeram atau rafting yang memacu adrenalin. Perjalanan susur sungai ini membutuhkan nyali dan tenaga ekstra karena kamu harus melewati jeram jeram sungai yang cukup ganas. Para petualang biasanya lebih memilih rute sungai karena selain lebih seru, pemandangan alam dari atas perahu karet juga sangat memanjakan mata.

Fasilitas dan Akomodasi di Sekitar Geopark

Meskipun terletak di pedalaman Jambi, fasilitas wisata di Geopark Merangin tergolong cukup memadai untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Kamu dapat menyewa pemandu lokal atau guide untuk kegiatan trekking dengan tarif sekitar seratus ribu rupiah per orang. Untuk pengalaman arung jeram, tersedia sewa perahu karet dengan kapasitas lima orang pengunjung plus satu pemandu seharga enam ratus ribu rupiah. Biaya pemandu perahu sudah termasuk dalam harga sewa tersebut sehingga kamu tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan. Keperluan menginap dapat kamu penuhi dengan menyewa homestay milik penduduk setempat rata rata dua ratus ribu rupiah per malam, dimana satu rumah homestay biasanya dapat menampung sekitar sepuluh orang sekaligus. Fasilitas memang tidak mewah, tetapi kenyamanan dan keramahan tuan rumah menjadi nilai lebih tersendiri.

Lokasi dan Akses Perjalanan dari Kota Jambi

Geopark Merangin secara administratif terletak di Kabupaten Merangin dengan luas total kawasan mencapai 4.832 kilometer persegi. Wilayah ini membentang sejauh 121 kilometer dari timur ke barat dan 117 kilometer dari utara ke selatan, mencakup 12 kecamatan serta 131 desa atau kelurahan. Perjalanan dari pusat Kota Jambi menuju lokasi geopark memakan waktu tidak lebih dari 7 jam menggunakan kendaraan bermotor. Rute utama yang dapat kamu tempuh adalah jalur selatan utara sejauh 80 kilometer, kemudian dilanjutkan rute timur barat sekitar 140 kilometer. Sesampainya di Desa Air Batu, kamu masih harus berjalan kaki atau menyusuri sungai selama 3 jam untuk mencapai titik fosil utama. Meskipun melelahkan, setiap tetes keringat akan terbayar lunas saat kamu menyaksikan langsung fosil flora berusia ratusan juta tahun.

Rekomendasi Waktu Kunjungan dan Persiapan

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik di Geopark Merangin, kamu perlu memperhatikan waktu kunjungan dan persiapan yang matang. Musim kemarau antara bulan Mei hingga September menjadi periode paling ideal karena debit air sungai tidak terlalu besar sehingga kegiatan arung jeram lebih aman dan trekking tidak terganggu hujan. Jangan lupa membawa perlengkapan yang sesuai seperti sepatu lapangan anti selip, pakaian ganti, tabir surya, obat anti nyamuk, serta kamera tahan air untuk mengabadikan momen berharga. Kamu juga disarankan membawa bekal makanan dan air minum yang cukup karena tidak banyak warung atau toko di sekitar lokasi fosil utama. Melakukan koordinasi dengan pemandu lokal sehari sebelum keberangkatan akan sangat membantu kelancaran perjalanan wisata alammu.

Peran Masyarakat dalam Pelestarian Geopark

Keberhasilan Geopark Merangin mendapatkan status UNESCO Global Geopark tidak terlepas dari peran aktif masyarakat setempat. Penduduk sekitar terlibat dalam berbagai kegiatan konservasi, edukasi, dan pengembangan wisata berkelanjutan di kawasan taman bumi ini. Mereka berperan sebagai pemandu wisata, pengelola homestay, perajin suvenir, serta petugas kebersihan dan pelestari lingkungan. Program pemberdayaan masyarakat terus digalakkan agar warga setempat mendapatkan manfaat ekonomi sekaligus memiliki rasa memiliki terhadap warisan alam ini. Kearifan lokal dan tradisi turun temurun juga tetap dilestarikan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara konservasi geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya.

Komitmen Pengelolaan Berkelanjutan

Pengelolaan Geopark Merangin mengusung konsep harmonisasi antara keragaman geologi, hayati, dan budaya melalui prinsip konservasi, edukasi, serta pembangunan berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Jambi telah mengalokasikan dana hibah tahunan sebesar 1 miliar rupiah khusus untuk pengelolaan taman bumi ini. Infrastruktur pendukung terus dibangun secara bertahap tanpa merusak ekosistem asli kawasan. Program edukasi bagi pelajar dan mahasiswa rutin dilaksanakan untuk menanamkan kesadaran pentingnya melestarikan warisan geologi sejak dini. Geopark Merangin juga menjalin kerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga penelitian baik dalam maupun luar negeri untuk studi lebih lanjut tentang kekayaan fosil flora dan bentang alam unik di kawasan ini.

Pengalaman menjelajahi Geopark Merangin tidak hanya membawa kamu berwisata biasa, melainkan perjalanan melintasi waktu hingga ratusan juta tahun ke masa lalu. Setiap fosil yang kamu saksikan, setiap bebatuan yang kamu sentuh, dan setiap aliran sungai yang kamu arungi menyimpan cerita panjang tentang kehidupan di bumi. Jika artikel ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikannya kepada teman temanmu yang juga pecinta alam dan sejarah. Geopark Merangin menanti kedatanganmu untuk bersama sama menjaga dan merayakan keajaiban alam yang tak ternilai harganya.

Baca juga:

Referensi:

  1. https://backup.meranginkab.go.id/wisata/geopark
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Bumi_Merangin-Jambi

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Geopark Merangin

1. Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Geopark Merangin?

Waktu terbaik mengunjungi Geopark Merangin adalah pada musim kemarau antara bulan Mei hingga September. Pada periode tersebut debit air sungai lebih rendah sehingga kegiatan arung jeram dan trekking menuju lokasi fosil utama berlangsung lebih aman dan nyaman.

2. Berapa biaya yang diperlukan untuk wisata ke Geopark Merangin?

Biaya wisata ke Geopark Merangin meliputi tiket masuk sepuluh ribu rupiah, sewa pemandu trekking seratus ribu rupiah per orang, sewa perahu karet enam ratus ribu rupiah untuk lima orang, serta homestay dua ratus ribu rupiah per malam untuk sepuluh orang. Total biaya tergantung jumlah rombongan dan durasi menginap.

3. Apa saja yang bisa dilihat di Geopark Merangin selain fosil?

Selain fosil flora purba, kamu dapat menyaksikan lanskap karst, gua gua prasejarah, danau vulkanik di kompleks Gunung Masurai, air terjun Muara Karing, Prasasti Batu Tulis Karang Berahi peninggalan Kerajaan Sriwijaya, serta flora dan fauna langka seperti harimau sumatera dan bunga Rafflesia arnoldii.

4. Bagaimana cara menuju ke lokasi fosil utama Geopark Merangin?

Dari pusat Kota Jambi, kamu menempuh perjalanan darat sekitar 7 jam ke Kabupaten Merangin. Sesampainya di Desa Air Batu, Kecamatan Pemberap, kamu harus melanjutkan perjalanan dengan trekking 3 jam atau arung jeram menyusuri Sungai Batang Merangin untuk mencapai titik fosil utama.

5. Apakah Geopark Merangin aman untuk dikunjungi wisatawan pemula?

Geopark Merangin cukup aman untuk wisatawan pemula asalkan menggunakan jasa pemandu lokal berpengalaman. Pemula sebaiknya memilih rute trekking daripada arung jeram karena lebih mudah dan memiliki risiko lebih rendah. Membawa perlengkapan yang sesuai dan mematuhi arahan pemandu menjadi kunci utama keselamatan selama berwisata.

Scroll to Top