Puasa Ayyamul Bidh Bulan Juli 2026
Puasa Ayyamul Bidh bulan Juli 2026 menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam untuk meraih pahala berlipat ganda. Ibadah sunnah yang dilaksanakan pada pertengahan bulan Hijriah ini memiliki keutamaan setara dengan puasa sepanjang tahun. Pada tahun 2026, pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan bulan Safar 1448 Hijriah, memberikan kesempatan emas bagi kamu untuk mengamalkan wasiat langsung dari Rasulullah SAW kepada para sahabatnya.
Esensi Puasa Ayyamul Bidh
Istilah Ayyamul Bidh secara harfiah berarti “hari-hari putih”. Penamaan ini merujuk pada fenomena alam ketika bulan purnama bersinar sangat terang pada malam tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, sehingga malam tampak bercahaya putih. Puasa sunnah ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan atau sunnah muakkad, sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan puasa pada hari-hari tersebut, baik saat di rumah maupun dalam perjalanan.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI dan Lembaga Falakiyah PBNU, puasa Ayyamul Bidh bulan Safar 1448 H jatuh pada tanggal berikut:
| Tanggal Hijriah | Tanggal Masehi | Hari |
|---|---|---|
| 13 Safar 1448 H | 28 Juli 2026 | Selasa |
| 14 Safar 1448 H | 29 Juli 2026 | Rabu |
| 15 Safar 1448 H | 30 Juli 2026 | Kamis |
Perlu kamu ketahui bahwa terdapat perbedaan penetapan awal bulan Safar antara organisasi Islam di Indonesia. Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menetapkan puasa Ayyamul Bidh pada 27-29 Juli 2026. Perbedaan ini merupakan hal yang wajar dalam khazanah keislaman di Indonesia dan masing-masing dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinan dan pedoman yang diikuti.
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
Niat merupakan pondasi utama dalam setiap ibadah. Untuk puasa Ayyamul Bidh, kamu dapat melafalkan niat berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari putih) karena Allah Ta’ala.”
Beberapa versi niat lain yang juga umum digunakan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat puasa esok hari pada hari-hari putih, sunnah karena Allah Ta’ala.”
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyāmil bīḍi sunnatan lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Saya niat berpuasa Ayyamul Bidh sebagai sunnah karena Allah Ta’ala.”
1. Waktu Membaca Niat
Untuk puasa sunnah, para ulama memberikan kelonggaran dalam waktu niat. Kamu dapat membaca niat pada malam hari sebelum tidur atau saat sahur. Jika terlupa berniat di malam hari, niat masih dapat dilakukan pada pagi hari sebelum waktu zawal (matahari condong ke barat) dengan syarat kamu belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan atau minum sejak terbit fajar. Hal ini berbeda dengan puasa wajib yang mengharuskan niat sebelum fajar.
2. Menggabungkan Niat Puasa Ayyamul Bidh dengan Puasa Senin atau Kamis
Apabila tanggal 13, 14, atau 15 Safar bertepatan dengan hari Senin atau Kamis, kamu diperbolehkan menggabungkan niat puasa Ayyamul Bidh dengan puasa Senin atau Kamis. Berikut bacaannya:
Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Puasa Senin :
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ وَصَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyaamil bidh wa shauma yaumil itsnain sunnatan lillaahi ta’aala.
Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Puasa Kamis :
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ وَصَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyaamil bidh wa shauma yaumil khamis sunnatan lillaahi ta’aala.
Doa Buka Puasa Ayyamul Bidh
Doa buka puasa Ayyamul Bidh merupakan amalan yang sangat dianjurkan ketika waktu berbuka tiba. Dimana Doa ini berisi ungkapan syukur kepada Allah SWT sekaligus harapan agar ibadah puasa diterima dan memperoleh keberkahan. Berikut bacaan doa buka puasa Ayyamul Bidh lengkap dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ
Allahumma laka sumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika aftartu, birahmatika ya arhamarrahimin
Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan yang Maha Pengasih.”
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dzahabadzoma’u wabtalatil ‘uruqu wa-tsabatal ajru insyaAllah
Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah urat-urat, serta tetap pahala jika Allah menghendaki.”
3. Kapan Membaca Doa Buka Puasa?
Doa buka puasa Ayyamul Bidh dibaca ketika waktu berbuka telah tiba, yakni setelah matahari terbenam atau saat azan Magrib berkumandang. Pada waktu tersebut, umat Islam dianjurkan segera berbuka puasa sebagaimana sunah Rasulullah SAW, sehingga doa dapat dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Selain sebagai ungkapan syukur, doa berbuka juga menjadi momen untuk memohon keberkahan dan pahala atas ibadah puasa yang telah dijalankan sepanjang hari. Karena itu, umat Islam dianjurkan membaca doa saat berbuka sebelum atau ketika mulai menikmati makanan dan minuman untuk membatalkan puasa.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunah yang dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk melaksanakannya secara rutin karena memiliki berbagai keutamaan. Berikut beberapa keutamaan puasa Ayyamul Bidh yang perlu kamu ketahui:
1. Mendapat Pahala Seperti Puasa Sepanjang Tahun
Keutamaan utama puasa Ayyamul Bidh memberikan pahala yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa tiga hari setiap bulan nilainya seperti puasa sepanjang tahun. Hal ini karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat, sehingga puasa tiga hari setiap bulan setara dengan pahala puasa satu bulan penuh. Sabda Nabi SAW: “Puasa tiga hari setiap bulan itu seperti puasa sepanjang tahun” (HR Bukhari).
2. Meneladani Sunah Rasulullah SAW
Puasa Ayyamul Bidh termasuk amalan yang rutin dianjurkan Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah RA, Nabi SAW berpesan agar tidak meninggalkan tiga amalan, yakni salat witir sebelum tidur, salat duha, dan puasa tiga hari setiap bulan. Sahabat Abu Dzar RA juga menerima wasiat khusus: “Wahai Abu Dzar, jika kamu ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15” (HR Tirmidzi dan An-Nasa’i).
3. Melatih Ketakwaan dan Pengendalian Diri
Tidak hanya menahan lapar dan dahaga, puasa Ayyamul Bidh juga melatih seorang muslim untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan, serta menjauhi perbuatan yang dilarang. Kebiasaan ini dapat membantu meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Puasa mengajarkan kesabaran dan kedisiplinan yang berdampak positif pada kehidupan sehari-hari.
4. Membiasakan Istikamah Beribadah
Karena dilaksanakan setiap bulan, puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu amalan yang dapat melatih konsistensi dalam beribadah. Meskipun hanya berlangsung selama tiga hari, jika dilakukan secara rutin akan menjadi kebiasaan baik yang mendatangkan pahala berkelanjutan. Istikamah dalam amalan sunnah meskipun kecil sangat dicintai oleh Allah SWT.
5. Menumbuhkan Kepedulian kepada Sesama
Saat berpuasa, seseorang akan merasakan lapar dan haus sehingga lebih mudah memahami kondisi orang yang kekurangan. Oleh karena itu, puasa Ayyamul Bidh juga menjadi momentum yang baik untuk memperbanyak sedekah dan berbagi kepada sesama agar nilai ibadah semakin sempurna. Rasa empati yang tumbuh selama berpuasa mendorong kita untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Tata Cara Pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh
Untuk melaksanakan puasa Ayyamul Bidh dengan sempurna, perhatikan beberapa tata cara berikut:
- Disunnahkan untuk makan sahur sebelum waktu imsak atau menjelang Subuh. Sahur merupakan sunnah yang membawa berkah.
- Seperti puasa pada umumnya, kamu harus menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
- Ketika waktu Maghrib tiba, disunnahkan untuk segera berbuka puasa.
- Saat berbuka, kamu dapat membaca doa berikut:ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in syaa al-laahu ta’aalaa. Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat nadi, dan telah tetap pahala jika Allah menghendaki.”Atau doa yang lebih singkat:اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rezekika afthartu. Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka.”
Pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh
Meskipun waktu utama puasa Ayyamul Bidh yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, para ulama memberikan kelonggaran dalam pelaksanaannya. Puasa tiga hari setiap bulan dapat dilakukan pada hari apa pun, tidak harus pada tanggal-tanggal tersebut.
Rasulullah SAW sendiri tidak selalu mengkhususkan puasa pada tanggal-tanggal tertentu. Dalam riwayat Mu’adzah RA yang bertanya kepada Aisyah RA: “Apakah Rasulullah berpuasa tiga hari setiap bulan?” Aisyah menjawab, “Ya.” Mu’adzah bertanya lagi, “Pada hari apa beliau berpuasa?” Aisyah menjawab, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau berpuasa” (HR Muslim dan Tirmidzi).
Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid menyebutkan terdapat enam waktu pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh:
- Berpuasa berturut-turut pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Kamariah
- Berpuasa tiga hari pada hari Senin pekan pertama, kemudian Kamis, lalu Senin pekan berikutnya
- Berpuasa tiga hari pada hari Senin pertama dan dua hari Kamis
- Berpuasa tiga hari pada hari Senin dan Kamis (pekan pertama) dan satu hari lainnya
- Berpuasa tiga hari di awal bulan (tanggal 1, 2, dan 3)
- Berpuasa tiga hari tanpa ditentukan harinya
Jika kamu berhalangan melaksanakan puasa selama tiga hari penuh, diperbolehkan berpuasa hanya satu atau dua hari saja. Syaikh Bin Baz menjelaskan bahwa pahala tetap didapatkan sesuai dengan jumlah hari puasa yang kamu laksanakan.
Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Safar 1448 H
Bulan Safar merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang memiliki keistimewaan tersendiri. Meskipun tidak termasuk dalam Asyhurul Hurum (bulan-bulan yang dimuliakan), pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh di bulan Safar tetap memiliki keutamaan yang sama seperti di bulan-bulan lainnya.
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang berpuasa tiga hari pada setiap bulan, maka sama halnya dengan puasa sebulan penuh. Lalu Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan ayat yang membenarkan akan perkara tersebut yaitu firman-Nya: ‘Siapa yang berbuat satu kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala sepuluh kali lipat’ (QS al-An’am: 160)”.
Dengan demikian, berpuasa pada Ayyamul Bidh bulan Safar 1448 H yang bertepatan dengan Juli 2026 menjadi kesempatan berharga bagi kamu untuk meraih pahala berlipat ganda.
Puasa Ayyamul Bidh bulan Juli 2026 merupakan kesempatan emas untuk meraih pahala berlipat ganda. Dengan memahami jadwal, niat, dan keutamaannya, semoga kamu termotivasi untuk mengamalkan ibadah sunnah ini. Jangan ragu untuk membagikan informasi ini kepada keluarga dan teman-teman agar semakin banyak yang merasakan keberkahan puasa Ayyamul Bidh. Karena puasa tiga hari setiap bulan, pahalanya seperti puasa setahun penuh, maka raihlah kesempatan ini sebelum waktu berlalu.
Baca juga:
- Waktu, Niat, dan Tata Cara Sholat Nisfu Syaban bulan Sya’ban
- Berikut ini Tata Cara Sholat Maghrib Sendiri
- Berikut ini Tata Cara Sholat Isya 4 Rakaat dan Bacaannya
- Cara Mengucapkan Niat Sholat Isya Sendiri, dan Berjamaah
- Tata Cara Sholat Subuh dan Doa Qunut
FAQ
1. Apakah puasa Ayyamul Bidh wajib dilaksanakan?
Puasa Ayyamul Bidh termasuk puasa sunnah atau puasa sunnah muakkad, yaitu sangat dianjurkan namun tidak wajib. Rasulullah SAW mewasiatkan puasa ini kepada para sahabatnya, tetapi tidak mewajibkannya. Kamu akan mendapatkan pahala jika melaksanakannya dan tidak berdosa jika meninggalkannya.
2. Bagaimana jika saya hanya berpuasa satu atau dua hari dari tiga hari Ayyamul Bidh?
Kamu tetap diperbolehkan berpuasa hanya satu atau dua hari saja. Syaikh Bin Baz menjelaskan bahwa pahala tetap didapatkan sesuai dengan jumlah hari puasa yang kamu laksanakan, selama kamu berniat karena Allah dan bukan karena riya atau sum’ah. Namun, yang lebih utama adalah menyempurnakan tiga hari sesuai anjuran Rasulullah SAW.
3. Apakah boleh menggabungkan niat puasa Ayyamul Bidh dengan puasa Senin atau Kamis?
Ya, diperbolehkan menggabungkan niat puasa Ayyamul Bidh dengan puasa Senin atau Kamis jika tanggal pelaksanaannya bertepatan. Syaikh Abdurrahman bin Nashir Assa’di dalam kitabnya Al Qawa’id memperbolehkan penggabungan dua ibadah yang pelaksanaannya sama persis. Kamu cukup membaca niat yang mencakup kedua puasa tersebut.
4. Kapan batas waktu membaca niat puasa Ayyamul Bidh?
Untuk puasa sunnah, niat dapat dibaca pada malam hari hingga sebelum masuk waktu zawal (matahari condong ke barat) selama kamu belum makan atau minum sejak terbit fajar. Ini berbeda dengan puasa wajib yang harus diniatkan sebelum fajar.
5. Apakah ada perbedaan jadwal puasa Ayyamul Bidh antara pemerintah dan Muhammadiyah?
Ya, terdapat perbedaan penetapan awal bulan Safar 1448 H antara pemerintah/NU dan Muhammadiyah. Pemerintah dan NU menetapkan 1 Safar pada 16 Juli 2026 sehingga puasa Ayyamul Bidh jatuh pada 28-30 Juli 2026, sedangkan Muhammadiyah menetapkan 1 Safar pada 15 Juli 2026 sehingga puasa Ayyamul Bidh jatuh pada 27-29 Juli 2026. Perbedaan ini merupakan hal yang wajar dalam khazanah keislaman di Indonesia.

As a seasoned writer focused on industry, business, technology, and lifestyle, I bring my passion for learning to my work. Outside of writing, I enjoy sports and traveling.



