Tata Cara Sholat Subuh
Gaya Hidup

Tata Cara Sholat Subuh dan Doa Qunut

Tata Cara Sholat Subuh – Sholat subuh merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan yang sangat agung dalam agama Islam. Sholat subuh dilakukan pada waktu-waktu tertentu, yakni ketika fajar mulai menyingsing hingga terbit matahari. Menjalankan sholat subuh dengan benar dan khusyuk merupakan kewajiban bagi setiap muslim, karena sholat subuh merupakan salah satu rukun Islam yang harus dijalankan oleh umat muslim.

Tata cara sholat subuh sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tata cara sholat pada umumnya. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan khususnya dalam pelaksanaan sholat subuh.

Tata Cara Sholat Subuh dan Doa Qunut

Berikut ini adalah tata cara sholat subuh yang dilangsir dari situs resmi muhammadiya.or.id.

1. Niat Sholat Subuh

Sebelum memulai sholat subuh, seorang muslim harus berniat untuk melaksanakan sholat subuh dengan tekad yang kuat dalam hatinya. Niat sholat subuh dilakukan di dalam hati tanpa diucapkan secara lisan.

Bacaan arab:

اُصَلّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Bacaan latin:

Ushalli fardhash shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati, adaa’an (lillahi ta’alaa).

Artinya: Aku berniat melaksanakan sholat fardhu subuh dua rakaat menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.

2. Takbiratul Ihram

Setelah niat, langkah selanjutnya adalah melakukan takbiratul ihram. Takbiratul ihram dilakukan dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga dan mengucapkan “Allahu Akbar” sambil menempatkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada.

Bacaan arab:

الله أكبر

3. Membaca Doa Iftitah

Setelah takbiratul ihram, muslim membaca doa iftitah sebagai pembuka sholat. Doa iftitah adalah doa yang mengandung puji-pujian kepada Allah SWT dan permohonan ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

Bacaan arab:

اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ”

Bacaan latin:

Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa’ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Aku berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan, dan godaan setan.

4. Membaca Al-Fatihah dan Surah Pendek

Setelah doa iftitah, muslim membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek lainnya sebagai bacaan dalam rakaat pertama dan kedua sholat subuh.

Bacaan arab:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِیْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِیْنَ(1) الرَّحْمٰنِ الرَّحِیْمِ(2) مٰلِكِ یَوْمِ الدِّیْنِﭤ(3) اِیَّاكَ نَعْبُدُ وَ اِیَّاكَ نَسْتَعِیْنُﭤ(4) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِیْمَ(5) صِرَاطَ الَّذِیْنَ اَنْعَمْتَ عَلَیْهِمْ ﴰ غَیْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَیْهِمْ وَ لَا الضَّآلِّیْنَ(7)

Bacaan latin:

Bismillahir-rahmanir-rahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin. Ar rahmaanir rahiim. Maaliki yaumid din. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shiraatal mustaqiim. Shiraatalladzina an’amta ‘alaihim gairal maghdubi ‘alaihim walad daallin.

Salah satu contoh surah pendek ialah Surat Al-Ikhlas merupakan surat yang sangat penting dalam Islam karena mengandung konsep keesaan Allah SWT yang mahaesa dan tidak terbagi-bagi.

Bacaan arab:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Bacaan latin:

Qul huwallâhu aḫad. Allâhush-shamad. Lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakul lahû kufuwan aḫad.

Artinya: Katakanlah: Dialah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.

5. Rukuk

Setelah membaca Al-Fatihah dan surah pendek, muslim melakukan rukuk dengan meletakkan tangan di atas lutut dan membungkuk dengan posisi punggung lurus sambil membaca:

Bacaan arab:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ

Bacaan latin:

Subhaana robbiyal ‘adziimi wabihamdih.

6. I’tidal

Setelah rukuk, muslim kembali ke posisi berdiri tegak yang disebut i’tidal sambil mengucapkan “Sami’Allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal hamd”.

7. Sujud Pertama

Setelah i’tidal, muslim melakukan sujud pertama dengan meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung kaki di atas lantai.

Saat sujud, umat Islam membaca doa “سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ” (Subhanaa robiyal a’laa wa bi hamdih), yang artinya “Maha Suci Rabbku Yang Mahatinggi dan pujian untuk-Nya”. Dengan sujud, kita menunjukkan penghormatan dan ketaatan kepada Allah SWT, serta merasakan kedekatan spiritual dengan-Nya.

8. Duduk di Antara Dua Sujud

Setelah sujud pertama, muslim duduk di antara dua sujud sambil membaca doa antara dua sujud:

Bacaan arab:

“رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي”

Bacaan latin:

Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku, limpahkanlah keselamatan kepadaku, dan maafkanlah aku.” Dengan membaca doa ini, kita memohon ampunan, rahmat, perlindungan, petunjuk, rezeki, dan keselamatan dari Allah SWT.

9. Sujud Kedua

Lakukanlah sujud kedua dengan cara dan ucapan yang sama seperti sujud pertama.

10. Bangkit dari Sujud

Setelah bangkit dari sujud kedua, berdirilah untuk rakaat kedua dengan mengucap takbir “Allahu Akbar” tanpa mengangkat kedua tangan. Pada rakaat kedua, lakukan seperti yang dilakukan pada rakaat pertama tanpa membaca doa iftitah.

Di beberapa mazhab, ada yang menambahkan doa qunut setelah ruku’ pada rakaat kedua sholat subuh, namun ini adalah sunnah muakkadah yang tidak diwajibkan.

Bacaan arab doa qunut:


اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّ مَاقَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bacaan latin qunut:

Allahummah dini fii man hadait, wa ‘afini fiman ‘afait, wa tawallani fi man tawallait, wa barik li fi ma a’thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha ‘alaik, wa innahu la yazillu man wa lait, wa la ya’izzu man ‘adait, tabarakta rabbana wa ta’alait, fa lakal hamdu a’la ma qadhait, wa astagfiruka wa atubu ilaik, wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya: Ya Allah tunjukkanlah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau lindungi. Berikanlah keberkahan kepadaku pada apa yang telah Engkau berikan. Selamatkanlah aku dari bahaya kejahatan yang telah Engkau tentukan. Engkaulah yang menghukum dan bukan dihukum. Tidak hina orang yang Engkau jadikan pemimpin. Tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Bagi-Mu segala pujian di atas apa yang Engkau tentukan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-MU. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan karunia atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.

11. Tasyahud Akhir dan Salam

Setelah membaca doa qunut dilanjutkan sujud kedua pada rakaat kedua, muslim duduk tasyahud akhir sambil membaca tasyahud dan shalawat. Shalat subuh diakhiri dengan salam ke kanan dan kiri sambil mengucapkan Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.

Bacaan arab tasyahud akhir:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Bacaan latin tasyahud akhir:

At tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaat lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asyhadu alla ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.

Demikianlah tata cara sholat subuh yang benar sesuai dengan ajaran Islam. Sholat subuh memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi umat muslim, di antaranya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Semoga bermanfaat ya.

Baca juga:

Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.