Profil Pelajar Pancasila
Profil pelajar Pancasila adalah rumusan karakter dan kompetensi yang pemerintah harapkan dari setiap pelajar Indonesia. Rumusan ini menggambarkan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai Pancasila. Selain itu, rumusan ini memuat enam dimensi. Namun, sejak 2025 pemerintah mulai memakai istilah baru, yaitu Profil Lulusan. Oleh karena itu, Bams akan membantu kamu memahami keduanya.
Apa itu profil pelajar Pancasila?
Profil pelajar Pancasila adalah gambaran lulusan ideal pendidikan Indonesia. Gambaran ini mencakup iman, akhlak, kebinekaan, gotong royong, kemandirian, nalar kritis, dan kreativitas. Dengan demikian, sekolah memakainya sebagai arah pembelajaran dan penilaian karakter murid.
Para pendidik sering menyebutnya bintang penuntun pembelajaran. Sebab, profil ini menjawab satu pertanyaan besar: seperti apa pelajar yang ingin sistem pendidikan bentuk? Karena itu, guru memakainya untuk menyusun pembelajaran, projek, dan penilaian di kelas.
Apa saja enam dimensi profil pelajar Pancasila?
Enam dimensinya adalah beriman dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Keenamnya saling berkaitan. Oleh sebab itu, murid perlu mengembangkan semuanya secara bersamaan agar profil ini utuh.
| Dimensi | Makna singkat | Contoh perilaku di sekolah |
|---|---|---|
| Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia | Menjalankan ajaran agama dan menjaga akhlak | Murid berdoa sebelum belajar dan jujur saat ujian |
| Berkebinekaan global | Menghargai budaya dan terbuka pada perbedaan | Murid bekerja sama dengan teman berlatar belakang berbeda |
| Bergotong royong | Bekerja sama dan peduli pada sesama | Murid membagi tugas kelompok secara adil |
| Mandiri | Bertanggung jawab atas proses dan hasil belajar | Murid menyusun jadwal belajar sendiri |
| Bernalar kritis | Menganalisis informasi dan mengambil keputusan | Murid memeriksa kebenaran berita sebelum membagikannya |
| Kreatif | Menghasilkan gagasan dan karya orisinal | Murid membuat produk dari bahan daur ulang |
Apa bedanya dengan Profil Lulusan delapan dimensi?
Profil Lulusan adalah istilah pengganti profil pelajar Pancasila dalam pembelajaran mendalam. Jumlah dimensinya naik dari enam menjadi delapan. Meski begitu, nilai Pancasila tetap menjadi dasar, sedangkan rumusan kompetensinya menjadi lebih lengkap.
Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan hal yang sama. Menurutnya, perubahan istilah ini bukan penghilangan nilai, melainkan penguatan posisi capaian karakter dan kompetensi dalam standar kompetensi lulusan. Selain itu, Profil Lulusan lebih menyoroti empat kompetensi abad ke-21, yaitu kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan berpikir kritis, lalu menambahkan dimensi keimanan dan kesehatan. Sementara itu, dimensi kemandirian tetap hadir di kedua rumusan. Profil Pelajar Pancasila Kini Ganti Istilah Jadi ‘Profil Lulusan’, Apa Bedanya? +2
| Aspek | Profil Pelajar Pancasila | Profil Lulusan |
|---|---|---|
| Jumlah dimensi | 6 | 8 |
| Dimensi | Beriman dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, kreatif | Keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi |
| Konteks | Kurikulum Merdeka dan P5 | Pembelajaran mendalam dan Standar Kompetensi Lulusan |
| Dimensi baru | – | Kesehatan dan komunikasi |
Bagaimana sekolah menerapkan profil pelajar Pancasila?
Sekolah menerapkannya lewat pembelajaran harian, budaya sekolah, dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). P5 adalah kegiatan kokurikuler berbasis projek. Dalam kegiatan ini, murid mengerjakan tema nyata sambil melatih beberapa dimensi sekaligus.
Biasanya guru menempuh langkah berikut:
- Pertama, guru memilih tema yang dekat dengan kehidupan murid, misalnya gaya hidup berkelanjutan atau kearifan lokal.
- Kedua, guru menentukan dimensi dan elemen yang menjadi fokus projek.
- Ketiga, guru merancang kegiatan yang menuntut kerja sama, riset, dan karya.
- Selanjutnya, guru memberi ruang refleksi agar murid menilai perkembangan dirinya.
- Terakhir, guru menilai proses, bukan hanya hasil akhir.
Namun, projek bukan satu-satunya jalan. Guru juga menyisipkan dimensi profil ini dalam mata pelajaran. Sebagai contoh, guru IPS mengajak murid berdiskusi kritis, sedangkan guru sains melatih kerja kelompok.
Bagaimana kamu bisa mendukung profil ini di rumah?
Kamu bisa mendukungnya lewat kebiasaan sederhana yang konsisten. Misalnya, beri anak tanggung jawab sesuai usia, ajak ia beribadah bersama, dan latih ia bertanya serta berpendapat. Dengan cara ini, keenam dimensi tumbuh sedikit demi sedikit.
- Mandiri: biarkan anak merapikan kamar dan menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri.
- Gotong royong: bagi tugas rumah secara adil.
- Nalar kritis: ajukan pertanyaan terbuka, seperti “Dari mana kamu tahu informasi itu?”
- Kreatif: sediakan waktu bebas untuk mencoba hal baru tanpa takut salah.
- Kebinekaan: kenalkan anak pada budaya, makanan, dan bahasa daerah lain.
Kalau artikel ini membantu, bagikan ke grup guru, wali murid, atau teman kuliahmu. Selain itu, tinggalkan komentar di medsosmu tentang cara sekolahmu menerapkan profil ini. Terakhir, simpan artikel ini supaya kamu mudah membukanya saat menyusun projek atau laporan.
Baca juga:
- Pancasila dan UUD 1945: Hubungan, Makna, dan Perannya
- Apa Arti dan Fungsi Pancasila bagi Warga Negara Indonesia?
- Apa Pengertian Nilai Dasar Pancasila untuk Warga Negara?
- 4 Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945: Makna, Isi, dan Penjelasan Lengkap
- Pancasila sebagai Ideologi Negara: Makna, dan Tantangannya
- Pancasila Sebagai Sistem Etika Berbangsa dan Bernegara
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan profil pelajar Pancasila?
Profil pelajar Pancasila adalah gambaran pelajar Indonesia yang ideal, yaitu pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai Pancasila. Rumusan ini memuat enam dimensi: beriman dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Selain itu, sekolah menguatkannya lewat pembelajaran dan projek.
2. Apa saja enam dimensi profil pelajar Pancasila?
Enam dimensinya adalah beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; berkebinekaan global; bergotong royong; mandiri; bernalar kritis; dan kreatif. Keenamnya saling berkaitan. Oleh karena itu, kamu perlu mengembangkan semuanya secara bersamaan agar profil ini utuh, bukan hanya satu dimensi.
3. Apakah profil pelajar Pancasila sudah berganti istilah?
Istilahnya sudah berganti. Kemendikdasmen kini memakai Profil Lulusan dengan delapan dimensi dalam pembelajaran mendalam, dan pejabat BSKAP menyebutnya penyempurnaan, bukan penghapusan nilai Pancasila. Namun, dokumen Kurikulum Merdeka dan materi pelatihan lama masih memakai istilah profil pelajar Pancasila, sehingga kamu mungkin menemukan kedua istilah itu.
4. Apa itu P5 dalam profil pelajar Pancasila?
P5 adalah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, kegiatan kokurikuler berbasis projek dalam Kurikulum Merdeka. Misalnya, murid mengerjakan projek bertema gaya hidup berkelanjutan atau kearifan lokal untuk melatih dimensi profil. Meskipun penting, projek ini bukan satu-satunya cara untuk menguatkan karakter dan kompetensi murid.
5. Bagaimana orang tua mendukung profil pelajar Pancasila di rumah?
Beri anak tanggung jawab rumah sesuai usianya, lalu ajak ia beribadah dan menghargai perbedaan. Selain itu, ajukan pertanyaan terbuka agar ia berpikir kritis dan beri ruang untuk mencoba ide baru. Dengan demikian, kebiasaan kecil yang konsisten membantu keenam dimensi tumbuh di rumah.
Referensi
- Anggraena, Y., Sufyadi, S., Maisura, R., Chodidjah, I., Takwin, B., Cahyadi, S., Felicia, N., Gazali, H., Wijayanti, M. A., Khoiri, H. M., Matakupan, S. J., Siantajani, Y., & Kurnianingsih, S. (2020). Kajian pengembangan profil pelajar Pancasila. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan. https://binus.ac.id/character-building/wp-content/uploads/2022/02/Kajian-Akademis-Pengembangan-PPP.pdf
- Musdalipah, M., Lapude, R. B., & Muktamar, A. (2023). Profil pelajar Pancasila dalam persfektif pendidikan agama Islam. Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 1(4), 164–180. https://doi.org/10.59059/al-tarbiyah.v1i4.399
- Sunaisah, S., Maulida, F., Maharani, F. F., Astuti, N. K., & Masfuah, S. (2025). Problem-Based Learning with Pancasila Smart Board Media: Enhancing Grade 2 Students’ Pancasila Education Outcomes at SD 1 Prambanan Lor. Jurnal Prajaiswara, 6(2), 665–671. https://doi.org/10.55351/prajaiswara.v6i2.217
- Rusnaini, R., Raharjo, R., Suryaningsih, A., & Noventari, W. (2021). Intensifikasi profil pelajar Pancasila dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi siswa. Jurnal Ketahanan Nasional, 27(2), 230–249. https://doi.org/10.22146/jkn.67613
- Bailah, B. ., & Bambang Niko Pasla. (2021). The Challenges of Driving School Principals in Implementing New Paradigm Learning. Jurnal Prajaiswara, 2(2), 92–114. https://doi.org/10.55351/prajaiswara.v2i2.22
- Wiyani, N. A. (2023). Implementasi proyek penguatan profil pelajar Pancasila dalam kurikulum merdeka di lembaga PAUD. Jurnal Pendidikan Anak, 12(1), 23–35. https://doi.org/10.21831/jpa.v12i1.57879

Bambang Niko Pasla is a senior writer with more than 10 years of experience, focusing on industry, business, technology, and lifestyle. Outside the world of writing, I channel that curiosity through sports and traveling—with the belief that the best stories are not only researched, but also lived.



