SIKS-NG: Cara Kerja dan Bedanya dengan Aplikasi Cek Bansos

SIKS-NG

SIKS-NG – Pernahkah kamu bertanya-tanya, bagaimana caranya pemerintah bisa menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada puluhan juta keluarga di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, secara relatif tepat waktu? Jawabannya terletak pada sebuah sistem digital canggih yang bekerja di balik layar, namanya SIKS-NG. Memahami sistem ini penting, karena dialah yang memastikan bantuan seperti PKH, BPNT, dan bansos lainnya sampai ke tangan yang berhak.

Apa Itu SIKS-NG?

SIKS-NG adalah singkatan dari Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation. Merupakan platform digital terintegrasi yang dikembangkan oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos) Kementerian Sosial RI . Jika kita analogikan, SIKS-NG ini adalah “otak” atau “dapur” utama yang mengelola seluruh Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) secara nasional .

Sistem ini bukanlah aplikasi sembarangan yang bisa diunduh dan diakses oleh publik. SIKS-NG adalah sistem internal pemerintah yang digunakan oleh petugas-petugas khusus, mulai dari operator desa/kelurahan, pendamping sosial, hingga Dinas Sosial di tingkat kabupaten/kota dan provinsi . Mereka adalah para “koki” di dapur data yang memastikan “bahan-bahan” (data masyarakat) diolah menjadi “hidangan” (bansos) yang tepat sasaran.

Kepanjangan dan Definisi Resmi SIKS-NG

Kata “Next Generation” menandakan bahwa sistem ini adalah versi mutakhir dari sistem pendataan sebelumnya. Dulu, pendataan banyak dilakukan secara manual dan offline, yang rentan terhadap kesalahan dan data ganda. Kini, SIKS-NG hadir sebagai generasi baru yang:

  • Data tersimpan aman di server pusat dan bisa diakses dari mana saja secara online oleh petugas yang berwenang (Berbasis Clous).
  • Pembaruan data di satu daerah akan langsung tersinkronisasi secara nasional (Real-time).
  • Tersambung dengan database Dukcapil (Kemendagri), Badan Pusat Statistik (BPS), dan sistem perbankan (Terintegrasi).

Istilah-Istilah Penting yang Wajib Kamu Tahu:

IstilahKepanjanganPenjelasan Singkat
SIKS-NGSistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next GenerationPlatform atau “mesin” pengolah data bansos .
DTKSData Terpadu Kesejahteraan SosialBasis data induk yang berisi informasi penduduk miskin dan rentan. Ini adalah “bahan baku” yang diolah SIKS-NG .
DTSENData Tunggal Sosial Ekonomi NasionalSistem integrasi data terbaru yang menggabungkan data dari berbagai kementerian, mulai 2025 menjadi acuan utama .
KPMKeluarga Penerima ManfaatSebutan resmi untuk keluarga yang berhak menerima bansos.
Pusdatin KesosPusat Data dan Informasi Kesejahteraan SosialUnit di Kemensos yang jadi “kapten” tim pengelola SIKS-NG .

Mengapa SIKS-Ng Disebut “Otak Digital” Bansos?

Julukan ini muncul karena sistem ini menjalankan fungsi-fungsi vital yang tidak bisa dilakukan manual. Tanpa SIKS-NG, membayangkan pengelolaan data lebih dari 100 juta penduduk yang masuk dalam 40% lapisan kesejahteraan terendah akan menjadi mimpi buruk . SIKS-NG bekerja dengan cara:

  1. Data berasal dari usulan desa melalui musyawarah desa (Musdes), hasil verifikasi lapangan oleh pendamping sosial, atau bahkan usulan mandiri dari masyarakat lewat Aplikasi Cek Bansos .
  2. Sistem ini melakukan cross-check data dengan berbagai referensi. Apakah NIK-nya valid di Dukcapil? Apakah penerima ini terdaftar sebagai ASN atau pegawai BUMN? . Proses ini disebut verifikasi dan validasi (verivali) .
  3.  Setelah lolos validasi, sistem akan menentukan peringkat kesejahteraan atau desil (1-10) setiap keluarga, di mana desil 1-4 menjadi prioritas utama penerima bantuan .
  4. Data final yang sudah ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Sosial inilah yang menjadi patokan bank-bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN) atau PT Pos Indonesia untuk menyalurkan dana bansos ke rekening KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) milik KPM .

Cara Kerja SIKS-NG

Proses kerja SIKS-NG sangatlah terstruktur dan melibatkan banyak pihak. Berikut tahapan lengkapnya:

1. Pendataan dan Pengusulan di Tingkat Desa/kelurahan

Semua bermula dari bawah. Warga yang merasa layak atau diusulkan oleh tetangga/RT/RW akan dibahas dalam Musyawarah Desa (Musdes) . Hasil musyawarah inilah yang menjadi dasar bagi operator SIKS-NG desa untuk mulai bekerja. Operator bertugas memasukkan data awal, lengkap dengan foto rumah dan dokumen pendukung seperti KTP dan KK .

2. Input dan Verifikasi oleh Operator

Para operator desa yang telah mendapat pelatihan khusus (Bimtek) ini memasukkan data ke dalam aplikasi SIKS-NG . Mereka adalah garda terdepan yang memastikan data by name by address sesuai dengan kondisi di lapangan . Ketelitian mereka sangat penting, karena kesalahan input sekecil apa pun bisa menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran .

3. Verifikasi dan Validasi (Verval) Berjenjang

Data yang sudah diinput tidak langsung diterima begitu saja, akan melalui proses pemeriksaan bertingkat:

  • Tingkat Kecamatan: Petugas di kecamatan akan mengkompilasi dan memeriksa data dari desa-desa.
  • Tingkat Kabupaten/kota: Dinas Sosial kabupaten/kota melakukan verifikasi dan validasi yang lebih mendalam, termasuk turun ke lapangan jika diperlukan .
  • Tingkat Provinsi: Dinas Sosial provinsi melakukan konsolidasi data di level regional.

4. Integrasi dan Penetapan di Tingkat Pusat

Setelah data dinyatakan valid oleh daerah, data dikirim ke Pusdatin Kemensos. Di sini, data akan diintegrasikan dengan DTSEN yang dikelola bersama BPS untuk memastikan akurasi desil . Setelah melalui proses final, Menteri Sosial akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang menetapkan daftar KPM untuk periode tertentu .

5. Penyaluran Bantuan ke Masyarakat

Dari SK tersebut, Kemensos mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM) ke KPPN. Setelah diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), status di SIKS-NG akan berubah menjadi sinyal bagi bank/PT Pos untuk segera mentransfer dana bansos ke rekening atau ke kantor pos tujuan .

Perbedaan: SIKS-NG, DTKS, DTSEN, dan Aplikasi Cek Bansos

Seringkali orang keliru dan menyamakan istilah-istilah ini. Padahal, keempatnya berbeda. Tabel berikut akan memperjelas perbedaannya :

AspekSIKS-NGDTKSDTSENAplikasi Cek Bansos
JenisSistem/AplikasiBasis DataBasis Data TerintegrasiAplikasi & Website
Fungsi UtamaMengelola & memvalidasi dataMenyimpan data KPMMemadukan data lintas instansiCek status & usulan bansos
Akses Publik?TIDAK BISATIDAK BISATIDAK BISABISA
PenggunaOperator Desa, Dinsos, PendampingPetugas via SIKS-NGBPS, Kemensos, BappenasMasyarakat Umum
Contoh Aksessiks.kemensos.go.id(Internal)dtsen.web.bps.go.idcekbansos.kemensos.go.id

Kesimpulannya:

  • DTKS dan DTSEN adalah “gudang” datanya.
  • SIKS-NG adalah “mesin pengolah” yang bekerja di gudang tersebut.
  • Aplikasi Cek Bansos adalah “layar monitor” yang disediakan untukmu melihat hasil olahan data dari dalam gudang .

Jadwal Penting SIKS-NG

Proses pengusulan dan pemutakhiran data dalam SIKS-NG memiliki jadwal rutin. Jika kamu ingin mengajukan usulan melalui operator desa atau fitur di Aplikasi Cek Bansos, perhatikan periode-periode penting ini :

  • Usulan PBI JK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan): Tanggal 1-11 setiap bulan.
  • Pengesahan Usulan PBI JK: Sebelum tanggal 12 setiap bulan.
  • Usulan Bansos (PKH, BPNT, dll): Tanggal 15-25 setiap bulan.
  • Pengesahan Usulan Bansos: Sebelum akhir bulan.
  • Pelaporan Ketidaklayakan: Bisa dilakukan setiap hari.

Dengan memahami jadwal ini, kamu bisa memastikan usulanmu diproses pada periode yang tepat.

Lalu, Bagaimana Cara Kamu Sebagai Masyarakat Mengecek Bansos?

Karena kamu tidak bisa mengakses SIKS-NG, jangan coba-coba mencari “aplikasi SIKS-NG” untuk login di ponselmu. Itu langkah yang salah. Pemerintah telah menyediakan kanal resmi khusus untukmu :

1. Melalui Website Cek Bansos

Kunjungi https://cekbansos.kemensos.go.id/.

  • Masukkan data wilayahmu (Provinsi, Kab/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan).
  • Masukkan nama lengkapmu sesuai KTP.
  • Isi kode captcha yang muncul.
  • Klik tombol “CARI DATA” . Sistem akan langsung menampilkan status kepesertaanmu.

2. Melalui Aplikasi Cek Bansos

Unduh aplikasi “Cek Bansos” dari Kementerian Sosial RI di Google Play Store atau App Store. Aplikasi ini lebih lengkap karena kamu bisa:

  • Mengecek status bansos secara berkala.
  • Mengajukan usulan jika ada warga (termasuk dirimu sendiri) yang layak namun belum menerima bansos.
  • Menyampaikan sanggahan jika menemukan penerima bansos yang sudah tidak layak (misalnya, sudah meninggal, atau ASN/BUMN) .

Fitur Usul dan Sanggah ini sangat penting. Setiap usulanmu akan masuk ke dalam dasbor SIKS-NG di Dinas Sosial untuk diverifikasi. Dengan kata lain, kamu tidak hanya menjadi penerima pasif, tetapi bisa ikut berperan aktif dalam memperbaiki data bansos Indonesia! .

Tantangan dan Masa Depan SIKS-NG

Meski canggih, pengelolaan data sebesar ini bukannya tanpa tantangan. Salah satu yang terbesar adalah ketidaksesuaian data antara pusat dan lapangan, serta masih adanya warga layak yang tidak terdaftar . Itulah mengapa pelatihan bagi operator desa terus digencarkan di berbagai daerah, seperti di Seruyan, Kota Kediri, Manggarai Barat, dan DKI Jakarta . Pemerintah terus berbenah, memperkuat integrasi data dengan BPS melalui DTSEN, dan membersihkan data anomali secara berkala .

Sebagai warga, peranmu juga penting. Gunakanlah Aplikasi Cek Bansos dengan bijak. Manfaatkan fitur usul dan sanggah. Sebarkan informasi ini kepada keluarga dan tetanggamu agar mereka tidak salah langkah. Mari bersama-sama kita jaga agar bansos Indonesia semakin tepat sasaran danbermanfaat bagi mereka yang paling membutuhkan.

Baca juga:

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Saya ingin cek bansos, apakah bisa login ke website SIKS-NG?

Tidak bisa. Website SIKS-NG (siks.kemensos.go.id) adalah portal internal untuk petugas. Masyarakat umum harus menggunakan website cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos .

2. Apa perbedaan utama antara DTKS dan DTSEN?

DTKS adalah basis data kemiskinan versi Kementerian Sosial. DTSEN adalah penyempurnaannya, sebuah data tunggal yang mengintegrasikan data dari berbagai kementerian (Kemensos, BPS, Bappenas, Dukcapil) sehingga lebih akurat dan menjadi acuan tunggal nasional mulai tahun 2025 .

3. Bagaimana cara mendaftar sebagai penerima bansos?

Kamu bisa mendaftar melalui dua cara:

  • Melalui Pemerintah Desa/Kelurahan: Datangi kantor desa/kelurahan setempat dan laporkan ke pihak berwenang untuk diusulkan dalam Musdes.
  • Mandiri via Aplikasi: Gunakan fitur “Usul” di Aplikasi Cek Bansos yang bisa diunduh di ponselmu .

4. Apa arti “desil” yang sering disebut dalam bansos?

Desil adalah pengelompokan tingkatan kesejahteraan dari 1 hingga 10. Desil 1 adalah kelompok dengan kesejahteraan paling rendah, dan Desil 10 adalah yang tertinggi. Penerima bansos prioritas adalah mereka yang berada di Desil 1 hingga 4 .

5. Siapa itu operator SIKS-NG dan apa tugasnya?

Operator SIKS-NG adalah petugas resmi, biasanya perangkat desa/kelurahan atau pendamping sosial, yang telah dilatih dan diberi wewenang untuk mengoperasikan sistem SIKS-NG. Tugas utamanya adalah memasukkan data usulan baru, memperbarui data jika ada perubahan (kematian, pindah), dan melakukan verifikasi awal di lapangan .

Scroll to Top