Sejarah Geopark Merangin
Sejarah Geopark Merangin menyimpan cerita tentang perjalanan Bumi yang berlangsung lebih dari ratusan juta tahun lalu. Kawasan di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, ini menjadi satu satunya tempat di Indonesia yang menyimpan fosil kayu raksasa dari periode Permian. Ketika kamu mengunjungi Pusat Informasi Geopark Merangin atau Museum Geopark Merangin, kamu akan melihat langsung koleksi bebatuan purba dan fosil flora fauna yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.
Mengenal Lebih Dekat Geopark Nasional Merangin Jambi
Geopark Nasional Merangin Jambi memiliki keunikan geologi yang luar biasa. Para ahli geologi menemukan formasi batuan tertua di kawasan ini berasal dari Zaman Karbon hingga Permian Awal. Kamu bisa menyaksikan sendiri stratigrafi yang menggambarkan lapisan lapisan sejarah Bumi melalui singkapan batuan di sepanjang Sungai Mengkarang dan Sungai Merangin.
Tiga informasi utama disajikan di pusat informasi geopark. Bagian pertama menjelaskan geodiversitas atau keberagaman geologi sejak periode Jura sampai Tersier. Bagian kedua mengungkap biodiversitas melalui empat taman nasional di Jambi. Sedangkan bagian ketiga memperkenalkan diversitas budaya khas Merangin berupa alat rumah tangga, perkakas pertukangan, dan perangkat kesenian tradisional.
Lokasi Strategis Museum Geopark Merangin
Museum Geopark Merangin berlokasi di Ujung Tanjung Muara Masumai, tepatnya di kompleks Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Merangin. Alamat lengkapnya di Jalan Mayor Syamsuddin Uban Nomor 1, Pasar Bangko. Dari Bandara Sultan Thaha, kamu perlu menempuh jarak 255 kilometer. Sementara dari Terminal Pulau Tujuh Bangko, lokasinya hanya 8 kilometer saja.
Titik koordinat museum berada pada 2°04’30.4’’ Lintang Selatan dan 102°16’31.0’’ Bujur Timur. Pemerintah kabupaten Merangin menjadi pemilik fasilitas ini, sementara pengelolaannya dilakukan bersama antara badan pengelola geopark nasional dan dinas pariwisata setempat.
Formasi Geologi yang Membentuk Sejarah Geopark Merangin
Sejarah Geopark Merangin terekam jelas melalui formasi formasi batuan purba. Formasi Mengkarang di Selango, Kecamatan Bangko Barat, menyusun lapisan lava vulkanik, konglomerat epiklastik, tuff, dan batuan sedimen. Dimana formasi ini terbentuk pada periode Awal Permian hingga Pertengahan Permian atau sekitar 350 hingga 260 juta tahun lalu.
Formasi Telukwang di Sungai Merangin terdiri dari konglomerat dan sandstone kuarsa yang bergantian dengan claystone. Umur formasi ini berkisar antara Pertengahan Permian hingga Akhir Permian. Kamu juga bisa menemukan Formasi Palepat di Durian Lecah dan Muaro Panco yang mengandung produk paleovulkanik seperti tuffaceous lithic dan lava andesit basaltik.
Proses tektonik memainkan peran besar dalam tatanan geologis kawasan ini. Intrusi Air Batu berupa granitoid dan diorit muncul pada periode Trias Akhir hingga Jura Awal. Sementara Formasi Asai di Muara Siau terdiri dari slate, phyllite, dan schist yang berhubungan dengan obduksi Woyla Arc. Formasi Granitik di Tanjung Putus melengkapi keragaman batuan penyusun geopark.
Pesona Fosil Kayu Teluk Gedang
Salah satu koleksi unggulan di museum ini adalah Fosil Kayu Teluk Gedang. Fosil ini menjadi bukti nyata bahwa kawasan Merangin pernah ditumbuhi hutan purba yang sangat lebat. Proses mineralisasi selama jutaan tahun mengubah kayu menjadi batu yang masih mempertahankan struktur serat aslinya. Kamu bisa mengamati detail cincin tumbuh pada fosil tersebut, sebuah pemandangan yang jarang kamu temui di museum lain di Indonesia.
Aktivitas Seru yang Bisa di Lakukan
Museum Geopark Merangin menawarkan pengalaman edukasi yang interaktif. Kamu bisa mempelajari sejarah pembentukan bumi melalui koleksi bebatuan berusia 70 juta hingga 350 juta tahun. Para peneliti dan mahasiswa geologi sering menjadikan tempat ini sebagai laboratorium alam untuk memahami proses tektonika dan sedimentasi purba.
Setelah puas berkeliling museum, kamu bisa menjelajahi kawasan geopark secara langsung. Tebing sungai dan singkapan batuan di sepanjang aliran Sungai Merangin menyajikan pemandangan geologi yang menakjubkan. Jangan lupa berfoto di area pertemuan Sungai Batang Merangin dan Batang Mesumai yang menjadi lokasi berdirinya museum.
Pentingnya Melestarikan Warisan Geologi
Geopark Merangin bukan sekadar tempat wisata biasa. Kawasan ini menyimpan catatan lengkap tentang kehidupan dan lingkungan purba yang tidak ternilai harganya. Dengan mempelajari Sejarah Geopark Merangin, kamu ikut menjaga kesadaran akan pentingnya sumber daya alam bagi generasi mendatang. Setiap batuan dan fosil di sini adalah halaman dari buku raksasa yang menceritakan perjalanan planet kita.
Apakah artikel ini menambah wawasan kamu tentang kekayaan geologi Indonesia? Bagikan pengalaman membaca kamu ke teman teman agar lebih banyak orang mengenal Geopark Merangin. Kunjungi langsung museumnya dan rasakan sensasi menyentuh langsung batuan yang sudah berusia ratusan juta tahun. Karena memahami masa lalu bumi berarti kamu ikut merawat masa depan lingkungan.
Baca juga:
- Cara Menuju Pantai Sawarna dan Tips Liburan Hemat
- Non Governmental Organization (NGO): Pengertian, Jenis, Peran, dan Contohnya di Indonesia
- 12+ Dampak Buruk Begadang bagi Kesehatan
- Pesona 4 Desa Wisata di Jambi
- Pesona Geologi dan Keindahan Pelangi Air Terjun Serintik Hujan Paneh
Referensi:
- https://id.wikipedia.org/wiki/Pusat_Informasi_Geopark_Merangin
- https://pui-gemar.fst.unja.ac.id/museum/detailGeopark
(FAQ) Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Sejarah Geopark Merangin
1. Apa yang membuat Sejarah Geopark Merangin berbeda dari geopark lain di Indonesia?
Sejarah Geopark Merangin unik karena menyimpan fosil kayu raksasa dari periode Permian yang tidak ditemukan di geopark manapun di Indonesia. Kawasan ini juga memiliki singkapan batuan lengkap dari Zaman Karbon hingga Tersier dalam satu lokasi yang berurutan.
2. Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Museum Geopark Merangin?
Waktu terbaik mengunjungi museum ini adalah pada bulan April hingga Oktober saat musim kemarau. Kamu bisa melihat singkapan batuan di sungai dengan lebih jelas karena debit air rendah.
3. Apakah ada pemandu yang bisa menjelaskan koleksi geologi di museum?
Tersedia pemandu dari badan pengelola geopark nasional yang siap menjelaskan setiap koleksi geologi, biologi, arkeologi, dan numismatika yang tersimpan di museum.
4. Berapa usia batuan tertua yang disimpan di pusat informasi geopark ini?
Batuan tertua yang disimpan berusia sekitar 350 juta tahun dari periode Awal Permian, berasal dari Formasi Mengkarang yang tersingkap di Selango, Kecamatan Bangko Barat.
5. Apaka museum ini buka untuk umum setiap hari?
Museum Geopark Merangin buka setiap hari kerja pada jam operasional dinas pariwisata. Sebaiknya kamu menghubungi pengelola terlebih dahulu untuk memastikan jadwal kunjungan, terutama pada akhir pekan atau hari libur nasional.

As a seasoned writer focused on industry, business, technology, and lifestyle, I bring my passion for learning to my work. Outside of writing, I enjoy sports and traveling.



