Performance Appraisal
Bisnis & Industri

Performance Appraisal: Tujuan, Jenis, dan Metode

Seringkali, dalam dunia kerja, kita menemui istilah yang mungkin membuat jantung kita berdebar-debar: Performance Appraisal. Ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi sebuah proses yang dapat membentuk arah karier kita dan bahkan memengaruhi pendapatan yang kita terima. Bagi sebagian, performance appraisal dapat menjadi momen penuh tantangan, tetapi sejatinya, ini adalah kesempatan untuk pertumbuhan dan pengembangan.

Apa yang Dimaksud Dengan Performance Appraisal?

Performance appraisal, atau yang sering disebut sebagai penilaian kinerja, adalah suatu metode di mana kinerja seorang karyawan direkam dan dievaluasi. Ini bukan semata-mata pengamatan biasa, tetapi merupakan bagian integral dari strategi pengembangan karier di dalam sebuah organisasi.

Proses ini terjadi secara teratur, mungkin per tahun, per enam bulan, atau bahkan lebih sering dalam rentang waktu empat bulan. Tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman yang jelas tentang sejauh mana seorang karyawan berkontribusi terhadap tujuan perusahaan dan bagaimana kinerjanya dapat ditingkatkan.

Tujuan dari Performance Appraisal

Ada lima tujuan utama dari pelaksanaan performance appraisal:

1. Meningkatkan Produktivitas Perusahaan

Performance appraisal membantu dalam mengidentifikasi area di mana produktivitas dapat ditingkatkan. Dengan mengevaluasi kinerja karyawan, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki proses dan hasil kerja secara keseluruhan.

2. Keputusan Promosi, Perubahan Pekerjaan, dan Pemutusan Hubungan Kerja

Hasil dari performance appraisal menjadi dasar untuk membuat keputusan kritis terkait karier karyawan. Ini termasuk promosi, perubahan peran, atau bahkan keputusan sulit seperti pemutusan hubungan kerja.

3. Identifikasi Kebutuhan Pekerjaan

Penilaian ini membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan pelatihan atau pengembangan karyawan. Dengan memahami di mana karyawan dapat meningkatkan keterampilan mereka, perusahaan dapat memberikan pelatihan yang sesuai.

4. Penilaian terhadap Sasaran Posisi

Kinerja karyawan dinilai terhadap sasaran dan tanggung jawab posisinya. Ini membantu menentukan sejauh mana karyawan telah mencapai tujuan yang ditetapkan untuk posisinya.

5. Meningkatkan Kinerja Karyawan

Pada akhirnya, tujuan utama dari performance appraisal adalah meningkatkan kinerja karyawan secara keseluruhan. Dengan memberikan umpan balik yang konstruktif, karyawan dapat mengidentifikasi area di mana mereka dapat tumbuh dan berkembang.

Jenis-Jenis Performance Appraisal

Ada beberapa jenis performance appraisal yang umum digunakan oleh perusahaan untuk mengevaluasi karyawan mereka:

1. Penilaian Tradisional

Dalam penilaian tradisional, atasan dan karyawan bertemu untuk membahas kinerja selama periode tertentu, seringkali satu tahun. Diskusi ini didasarkan pada pengamatan atasan terhadap kemampuan dan kinerja karyawan sesuai dengan deskripsi pekerjaan.

2. Self-Appraisal

Metode ini mendorong karyawan untuk menilai kinerja mereka sendiri. Ini bukan hanya tentang evaluasi, tetapi juga tentang mengambil tanggung jawab atas pengembangan pribadi.

3. Employee-Initiated Review

Dalam metode ini, karyawan diberitahu bahwa mereka dapat meminta peninjauan dari manajer mereka. Ini mendorong karyawan untuk mengambil inisiatif dalam pengembangan karier mereka.

4. Feedback 360 Derajat

Metode ini melibatkan umpan balik dari berbagai pihak, termasuk atasan, rekan kerja, pelanggan, dan bahkan karyawan itu sendiri. Ini memberikan pandangan menyeluruh tentang kinerja seseorang.

Metode Pengumpulan Data dalam Performance Appraisal

Proses pengumpulan data dalam performance appraisal melibatkan metode yang dapat dibagi menjadi dua pendekatan: metode berorientasi pada masa lalu (past-oriented) dan metode berorientasi pada masa depan (future-oriented).

Past-Oriented Method

1. Skala Penilaian

Metode ini menggunakan skala numerik untuk menilai kriteria kinerja seperti inisiatif, output, kehadiran, dan lainnya. Setiap kriteria dinilai dari sangat baik hingga buruk, dan skor numerik total memberikan gambaran keseluruhan.

2. Checklist

Formulir evaluasi disusun berdasarkan pertanyaan dengan jawaban “ya” atau “tidak”. Ini berguna untuk melakukan pengecekan pekerjaan karyawan, dengan analisis lebih lanjut dilakukan oleh departemen sumber daya manusia.

3. Forced-Choice Method

Memberikan dua pilihan pernyataan untuk setiap aspek penilaian. Metode ini digunakan untuk pengecekan, dan analisis lebih lanjut dilakukan oleh HRD.

4. Critical Incident Method

Menganalisis perilaku karyawan yang mempengaruhi performa. Ini sering dilakukan oleh atasan yang memiliki kontak langsung dengan karyawan.

5. Behaviorally Anchored Rating Scales (BARS)

Skala ini digunakan untuk menentukan apakah perilaku karyawan efektif atau tidak sesuai dengan performa kerjanya.

6. Field Review Method

Metode ini digunakan untuk menilai kinerja departemen lain dan biasanya dilakukan oleh HRD.

Future-Oriented Method

1. Psychological Appraisal

Penilaian dengan menggunakan pendekatan psikologi, termasuk observasi, wawancara, dan tes psikologi untuk menilai aspek-aspek psikologis yang mempengaruhi performa karyawan.

2. Feedback 360 Derajat

Metode ini melibatkan umpan balik dari berbagai pihak dan merupakan salah satu metode yang paling banyak digunakan saat ini.

Setiap perusahaan dapat memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuannya. Penting untuk dicatat bahwa tidak semua metode harus digunakan dalam satu waktu; sebagian besar perusahaan hanya menggunakan beberapa metode yang telah disesuaikan dan diintegrasikan ke dalam prosedur operasional standar mereka.

Baca juga:

Referensi

  1. Salman, M., Anwar, I., Ganie, S. A., & Saleem, I. (2024). Impact of Human Resource Management Practices on Organizational Performance: Evidence From the Indian Banking Industry. Management and Labour Studies49(1), 97-118.
  2. Mendes, V. F., Cruz, A. S., Gomes, A. P., & Mendes, J. C. (2024). A systematic review of methods for evaluating the thermal performance of buildings through energy simulations. Renewable and Sustainable Energy Reviews189, 113875.
  3. Hug, M., Jarosch, J., Eichenauer, C., Pennella, S., Kretzschmar, F., & Nicklas, P. (2024). Some students are more equal: Performance in Author Recognition Test and Title Recognition Test modulated by print exposure and academic background. Behavior Research Methods, 1-16.
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.