Kandungan Kayu Secang
Gaya Hidup

16 Manfaat Kayu Secang dan Efek Samping

Manfaat Kayu Secang – Caesalpinia sappan (Kayu secang) merupakan tanaman yang sudah dikenal sejak zaman dahulu dalam pengobatan tradisional di Indonesia. Tanaman ini memiliki banyak manfaat yang luar biasa bagi kesehatan manusia.

Sejarah dan Asal Usul Kayu Secang

Kayu secang telah lama digunakan oleh nenek moyang kita sebagai ramuan herbal untuk berbagai penyakit. Tanaman ini tumbuh di daerah-daerah kering, dan Indonesia memiliki kondisi iklim yang cocok untuk pertumbuhannya. Kayu secang dikenal dengan berbagai nama di daerah-daerah di Indonesia, seperti secang, sepang, atau sepanga.

Kandungan Kayu Secang

Kayu secang mengandung berbagai senyawa aktif yang memberikan manfaat bagi kesehatan. Beberapa senyawa tersebut antara lain asam galat, tanin, resorsin, brasilin, brasilein, d-alfa-phellandrene, antibakteri, oscimene, alkaloid, flavonoid, saponin, fenil propana, terpenoid, dan minyak atsiri.

Manfaat Kayu Secang bagi Kesehatan

Manfaat Kayu Secang

Berikut beberapa manfaat kayu secang yang telah terbukti baik secara ilmiah maupun tradisional.

1. Mengatasi Tumor

Penelitian ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine dan In Proceeding Annual Symposium on Hajj and Umrah Medicine, menunjukkan bahwa kayu secang memiliki aktivitas antitumor yang dapat membantu dalam pengobatan kanker. Penggunaan kayu secang dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi tumor sudah dikenal sejak lama.

2. Melindungi Hati

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kayu secang memiliki sifat hepatoprotektif, yang berarti dapat melindungi hati dari kerusakan dan gangguan fungsi hati. Penggunaan kayu secang untuk melindungi hati sudah dikenal sejak lama dalam pengobatan tradisional.

3. Mengobati Diare

Salah satu manfaat utama kayu secang adalah kemampuannya dalam mengobati diare. Sebuah studi yang terpublikasi pada jurnal Frontiers in pharmacology membuktikan bahwa kayu secang mengandung senyawa antimikroba yang dapat membantu mengurangi infeksi yang menyebabkan diare. Cara penggunaannya pun cukup mudah, kayu secang dapat diseduh sebagai teh herbal atau diminum dalam bentuk jamu.

4. Merelaksasi Pembuluh Darah

Kayu secang diketahui memiliki sifat vasorelaksan, yang dapat membantu merelaksasi pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi darah. Penggunaan kayu secang untuk merelaksasi pembuluh darah sudah dikenal sejak lama dalam pengobatan tradisional.

5. Mengatasi Sifilis

Penyakit sifilis dapat diatasi dengan menggunakan ekstrak kayu secang. Sebuah studi ilmiah yang dipublikasikan oleh Plant Biotechnology, Mengungkapkan bahwa kayu secang memiliki sifat antimikroba yang efektif melawan bakteri penyebab sifilis. Penggunaan kayu secang sebagai pengobatan sifilis sudah dikenal sejak lama dalam pengobatan tradisional.

6. Mengurangi Kolesterol

Hasil studi ilmiah yang dipublikasikan pada Research Journal of Pharmacy and Technology, menunjukkan bahwa kayu secang dapat membantu mengurangi kadar kolesterol. Kolesterol tinggi adalah faktor risiko utama untuk penyakit jantung, dan dengan menggunakan kayu secang, kita dapat secara alami menyeimbangkan tingkat kolesterol dalam tubuh.

7. Membersihkan Darah Kotor

Kayu secang juga memiliki sifat detoksifikasi yang membantu membersihkan darah dari racun dan kotoran. Hal ini dapat meningkatkan kesehatan umum dan mengurangi beban kerja pada organ-organ tubuh yang terlibat dalam detoksifikasi.

8. Pembuatan Minuman Tradisional Betawi

Kayu secang digunakan dalam pembuatan minuman tradisional seperti bir pletok, yang memberikan pewarna alami dan sedikit rasa khas. Minuman tradisional ini terkenal akan manfaatnya untuk kesehatan dan kelezatan rasanya.

9. Meredakan Berak Darah

Ekstrak kayu secang memiliki sifat penyembuhan dan antiinflamasi yang dapat membantu meredakan berak darah atau perdarahan dalam sistem pencernaan. Penggunaan kayu secang dalam pengobatan tradisional untuk masalah ini sudah terbukti efektif.

10. Menghilangkan Jerawat

Kayu secang mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid yang dapat membantu mengurangi peradangan dan merawat kulit. Ini dapat membantu mengurangi jerawat dan mencerahkan kulit. Penggunaan kayu secang untuk menghilangkan jerawat sudah dikenal sejak lama dalam perawatan kulit tradisional.

11. Mengobati Malaria

Kayu secang mengandung senyawa aktif yang memiliki sifat antimalaria. Hasil penelitian tahun 2022 pada South African Journal of Botany telah menunjukkan bahwa kayu secang dapat membantu dalam pengobatan malaria dengan menghambat pertumbuhan parasit malaria. Penggunaan kayu secang sebagai pengobatan malaria sudah dikenal sejak lama dalam pengobatan tradisional.

12. Membantu Pemulihan Pasca Persalinan

Kayu secang digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu pemulihan pasca persalinan. Kayu ini diketahui memiliki sifat antiseptik dan antiinflamasi yang dapat membantu membersihkan dan menyembuhkan luka setelah persalinan. Penggunaan kayu secang untuk membantu pemulihan pasca persalinan sudah dikenal sejak lama dalam pengobatan tradisional.

13. Menjadi Penawar Racun

Kayu secang juga memiliki sifat antidotum yang digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan efek racun atau zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. Penggunaan kayu secang sebagai penawar racun sudah dikenal sejak lama dalam pengobatan tradisional.

14. Mengurangi Gejala Menstruasi

Bagi wanita, kayu secang dapat bermanfaat dalam menghadapi gejala menstruasi. Kemampuannya untuk meredakan nyeri haid dan kram perut membuatnya menjadi opsi alami yang menarik bagi mereka yang mencari alternatif pengobatan.

15. Mengatasi Radang Gusi

Sifat antiinflamasi kayu secang bukan hanya bermanfaat bagi kulit tetapi juga dapat membantu mengatasi masalah radang gusi. Berkumur dengan air rebusan kayu secang dapat menjadi metode alami untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi.

16. Memelihara Kesehatan Kulit

Ekstrak kayu secang tidak hanya memberikan manfaat dari dalam, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan kulit secara eksternal. Kandungan antibakteri dan antiinflamasi dapat membantu mengurangi masalah kulit seperti iritasi dan bengkak, memberikan kulit tampilan yang sehat dan bersinar.

Efek Samping Kayu Secang

Air rebusan kayu secang memiliki rasa yang manis dan asin dan sifatnya netral. Fungsi utamanya adalah meningkatkan sirkulasi darah untuk menghilangkan stasis darah dan mengurangi pembengkakan untuk menghilangkan rasa sakit. Dosis yang dianjurkan adalah 3 hingga 9 gram setiap kali merebusnya.

Dan produk herbal terkait lainnya, seperti teh, bubuk, atau ekstrak kayu secang, juga dapat kita konsumsi. Produk-produk ini bisa dengan mudah Anda beli di toko-toko obat herbal secara online maupun offline.

Selain manfaatnya yang luar biasa bagi kesehatan, perlu diperhatikan pula bahwa kayu secang memiliki beberapa efek samping. Berikut adalah ulasan selengkapnya mengenai efek samping kayu secang yang menarik untuk kamu ketahui.

1. Gangguan Fungsi Ginjal

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, dalam jangka panjang, kebanyakan minuman herbal juga berpotensi mengganggu fungsi ginjal. Sisa-sisa metabolisme bahan herbal termasuk secang akan dikeluarkan melalui urine. Jika melebihi dosis, ginjal sebagai organ yang bertanggung jawab pun dipaksa untuk bekerja lebih keras.

2. Masalah Pencernaan

Meskipun secang dapat membantu meringankan gejala diare karena kandungan antimikroba dan kemampuannya untuk membasmi bakteri penyebab diare, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti diare dan muntah. Dalam jangka panjang, konsumsi minuman herbal juga berpotensi mengganggu fungsi ginjal karena sisa-sisa metabolisme bahan herbal akan dikeluarkan melalui urine. Jika melebihi dosis yang dianjurkan, ginjal dipaksa untuk bekerja lebih keras, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

3. Kurang Darah

Kayu secang tidak boleh diberikan kepada orang yang didiagnosis menderita anemia atau kurang darah. Konsumsi kayu secang dapat membuat sel darah merah sehat dalam tubuh semakin berkurang, yang dapat memperburuk kondisi anemia.

4. Risiko pada Ibu Hamil

Selain penderita anemia, wedang secang, baik dibuat secara langsung dari kayu secang maupun produk olahan, juga sebaiknya tidak sembarangan diminum oleh wanita hamil. Tidak hanya ibu hamil, seorang wanita yang tengah aktif memberikan ASI pun perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi kayu secang. Pasalnya, tanaman herbal ini dapat mengganggu kesehatan wanita hamil dan memengaruhi air susu ibu yang menjadi makanan utama bayi.

Penting untuk diingat bahwa efek samping secang mungkin berbeda-beda tergantung pada kondisi kesehatan individu. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan sebelum mengonsumsi secang secara rutin, terutama jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang dalam masa kehamilan atau menyusui. Semoga informasi tentang manfaat kayu secang dan efek samping bagi kesehatan dapat berguna ya.

Baca juga:

Referensi

  1. Mutiah, R., & Fathin, F. F. (2022, December). Systematic Literature Review Potential of Sappan Wood Plants (Caesalpinia sappan L.) As Anticancer. In Proceeding Annual Symposium on Hajj and Umrah Medicine (Vol. 1, pp. 122-148).
  2. Rajput, M. S., Nirmal, N. P., Nirmal, S. J., & Santivarangkna, C. (2022). Bio-actives from Caesalpinia sappan L.: Recent advancements in phytochemistry and pharmacology. South African Journal of Botany151, 60-74.
  3. Holidah, D., Dewi, I. P., Christianty, F. M., Muhammadiy, N. S., & Huda, N. (2021). Antidiabetic and antidyslipidemic activity of secang (Caesalpinia sappan l.) wood extract on diabetic rat. Research Journal of Pharmacy and Technology14(5), 2801-2806.
  4. Syamsunarno, M. R. A., Safitri, R., & Kamisah, Y. (2021). Protective effects of Caesalpinia sappan Linn. and its bioactive compounds on cardiovascular organs. Frontiers in pharmacology12, 725745.
  5. Li, Y., Dong, M., Wu, Z., Huang, Y., Qian, H., & Huang, C. (2021). Activity Screening of the Herb Caesalpinia sappan and an Analysis of Its Antitumor Effects. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine2021, 1-13.
  6. Niu, Y., Wang, S., Li, C., Wang, J., Liu, Z., & Kang, W. (2020). Effective compounds from Caesalpinia sappan L. on the tyrosinase in vitro and in vivo. Natural Product Communications15(4), 1934578X20920055.
  7. Rifai, Y., Aswad, M., & Morita, H. (2014). Phytochemical investigation of the active constituents from Caesalpinia sappan on stimulation of osteoblastic cells. Plant Biotechnology31(5), 505-509.
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.