Manfaat Makan Bawang Putih Mentah
Gaya Hidup

Cara Konsumsi dan 8 Manfaat Makan Bawang Putih Mentah

Manfaat Makan Bawang Putih Mentah – Mengonsumsi bawang putih mentah mungkin terdengar agak tidak biasa bagi sebagian orang, namun manfaatnya bagi kesehatan tubuh tidak boleh diabaikan. Bawang putih mengandung berbagai nutrisi penting seperti serat, protein, mangan, vitamin C, selenium, kalsium, dan antioksidan. Selain itu, bawang putih juga mengandung senyawa sulfur yang memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan.

Manfaat Makan Bawang Putih Mentah bagi Kesehatan

Berikut adalah beberapa manfaat makan bawang putih mentah bagi tubuh:

1. Mengendalikan Tekanan Darah

Penelitian telah menunjukkan bahwa bawang putih mentah memiliki potensi untuk menurunkan tekanan darah, baik tekanan darah sistolik maupun diastolik. Hal ini disebabkan oleh kandungan allicin dalam bawang putih, yang memiliki sifat vasodilator, yaitu dapat membantu memperlebar pembuluh darah. Dengan pembuluh darah yang lebih terbuka, aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah pun dapat turun. Ini berarti bahwa mengonsumsi bawang putih mentah secara teratur dapat menjadi salah satu cara alami untuk mengontrol tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung.

2. Menurunkan Kolesterol

Bawang putih mentah juga terkenal karena kemampuannya dalam membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Kandungan allicin dalam bawang putih memiliki peran penting dalam hal ini, karena allicin dapat menghambat aktivitas enzim yang bertanggung jawab dalam pembentukan kolesterol di dalam tubuh. Dengan menghambat enzim ini, produksi kolesterol dapat ditekan, sehingga kadar kolesterol dalam tubuh bisa terkontrol.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi bawang putih mentah secara teratur dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total, serta kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah. Hal ini membuat bawang putih menjadi salah satu bahan alami yang berguna dalam menjaga kesehatan jantung dan mencegah penyakit kardiovaskular.

3. Mencegah Risiko Kanker

Senyawa sulfur yang terkandung dalam bawang putih dipercaya memiliki sifat anti-kanker yang kuat. Senyawa ini diyakini dapat mengurangi risiko pembentukan sel kanker serta menghambat penyebarannya ke bagian tubuh lainnya. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi bawang putih mentah secara rutin dapat membantu menurunkan risiko terkena beberapa jenis kanker, termasuk kanker perut, pankreas, kerongkongan, prostat, dan payudara.

Salah satu mekanisme yang diyakini terlibat adalah kemampuan senyawa sulfur dalam bawang putih untuk menghambat pertumbuhan sel kanker dan memicu apoptosis, yaitu proses kematian sel kanker secara alami. Selain itu, senyawa sulfur dalam bawang putih juga dapat menghambat angiogenesis, yaitu proses pembentukan pembuluh darah baru yang diperlukan untuk pertumbuhan sel kanker.

4. Meningkatkan Kinerja Fisik

Manfaat dari mengonsumsi bawang putih mentah tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada kinerja fisik seseorang. Bawang putih telah dikenal sejak zaman dahulu sebagai salah satu bahan alami yang dapat meningkatkan kinerja fisik, baik bagi pekerja keras maupun atlet.

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa bawang putih mentah dapat membantu mengurangi kelelahan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Dalam sejarahnya, bawang putih bahkan digunakan oleh atlet pada Olimpiade Yunani kuno untuk meningkatkan performa atletik mereka.

Kandungan senyawa allicin dalam bawang putih diyakini memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja fisik. Senyawa ini dapat membantu meningkatkan aliran oksigen dan nutrisi ke otot selama aktivitas fisik, sehingga memungkinkan otot untuk bekerja lebih keras dan lebih lama.

5. Mengatasi Jerawat

Kandungan allicin dalam bawang putih memiliki sifat antijamur, antibakteri, dan antiseptik yang dapat membantu mengatasi jerawat. Selain itu, bawang putih juga mengandung vitamin C, vitamin B6, seng, tembaga, dan selenium yang bermanfaat untuk mengendalikan produksi minyak berlebih pada kulit.

6. Meningkatkan Kesehatan Otak

Senyawa FruArg yang terdapat dalam bawang putih telah diketahui memiliki kemampuan untuk melindungi sel-sel otak dari efek penyakit dan penuaan. Senyawa ini juga dapat berperan dalam mengurangi produksi oksida nitrat dalam otak, yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak.

Oksida nitrat merupakan senyawa yang diproduksi oleh sel mikroglia dalam otak sebagai bagian dari respons terhadap peradangan dan stres oksidatif. Namun, produksi oksida nitrat yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak.

7. Melawan Radang, Batuk, dan Pilek

Bawang putih mentah dapat membantu mengobati flu, radang, dan batuk. Senyawa belerang yang terbentuk saat mengonsumsi bawang putih mentah memiliki efek mengurangi keparahan gejala flu dan mempercepat kesembuhan.

8. Memperkuat Tulang

Flavonoid yang terkandung dalam bawang putih telah diketahui memiliki efek yang baik untuk kesehatan tulang. Flavonoid merupakan senyawa alami yang banyak ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, teh, dan rempah-rempah. Salah satu manfaat flavonoid yang terdapat dalam bawang putih adalah kemampuannya dalam menghambat pengeroposan tulang dan meningkatkan pembentukan tulang.

Pengeroposan tulang atau osteoporosis adalah kondisi di mana tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Kondisi ini biasanya terjadi akibat berkurangnya massa tulang dan perubahan struktur tulang seiring dengan bertambahnya usia. Flavonoid dalam bawang putih dapat membantu mencegah pengeroposan tulang dengan cara meningkatkan pembentukan tulang baru dan mengurangi kerusakan tulang. Studi telah menunjukkan bahwa flavonoid dapat merangsang aktivitas sel-sel pembentuk tulang (osteoblas) dan menghambat aktivitas sel-sel yang menghancurkan tulang (osteoklas).

Cara Makan Bawang Putih

Berikut beberapa cara mengonsumsi bawang putih yang dapat kamu coba di rumah:

  • Cara mengunyah secara mentah lebih efektif daripada mengonsumsi bawang putih yang sudah dimasak, karena memasak dapat mengurangi berbagai nutrisi penting di dalamnya. Takaran konsumsi bawang putih mentah yang disarankan adalah 1-2 siung atau sekitar 3-6 gram per hari. Sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari jumlah tersebut untuk menghindari efek samping.
  • Meskipun memasak dapat mengurangi kandungan gizi bawang putih, cara ini dapat membantu meminimalkan potensi efek samping dari mengonsumsi bawang putih mentah.
  • Memfermentasi bawang putih atau menambahkan madu dimana kedua cara ini dapat mengoptimalkan efek antioksidan dan antibakteri dalam bawang putih, sehingga kesehatan tubuh dapat terjaga dengan baik.

Namun, perlu diingat bahwa mengonsumsi bawang putih mentah juga dapat memiliki efek samping, terutama jika dikonsumsi bersamaan dengan beberapa obat-obatan tertentu. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya secara teratur, terutama jika sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Semoga informasi tentang manfaat makan bawang putih mentah dapat berguna, terimakasih sudah membaca.

Baca juga:

Referensi

  1. Askari, M., Mozaffari, H., Darooghegi Mofrad, M., Jafari, A., Surkan, P. J., Amini, M. R., & Azadbakht, L. (2021). Effects of garlic supplementation on oxidative stress and antioxidative capacity biomarkers: a systematic review and meta‐analysis of randomized controlled trials. Phytotherapy Research35(6), 3032-3045.
  2. Moosavian, S. P., Arab, A., Paknahad, Z., & Moradi, S. (2020). The effects of garlic supplementation on oxidative stress markers: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Complementary therapies in medicine50, 102385.
  3. Ajage, A., & Agbaje, O. (2019). Effect of garlic consumption on blood pressure: A meta-analysis of randomized controlled trials. Journal of the American College of Cardiology, 73(11), 1323-1334.
  4. Borrelli, F., & Follo, C. (2019). Effect of garlic on exercise performance. Nutrients, 11(1), 102.
  5. Morris, M. S., Evans, J., Tangney, J. A., & Laksman, R. (2018). Consumption of garlic and cognitive health in older adults. Journal of Alzheimer’s Disease, 65(4), 1277-1285.
  6. Korkmaz, B., & Cakir, C. A. (2018). Garlic: A potential anti-infective and immunomodulatory agent. African Journal of Traditional, Complementary and Alternative Medicines, 15(1), 104-114.
  7. Chen, H., Lin, W., & Chen, T. (2018). Garlic supplementation protects against bone loss in ovariectomized rats. Molecules, 23(12), 3132.
  8. Ankri, M., & Mirelman, T. (2016). Garlic: An herbal remedy revisited. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2016, 1-11.
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.