Air Terjun Pancaro Rayo
Sumatera

Daya Tarik dan Kisah Mistis Air Terjun Pancaro Rayo

Air Terjun Pancaro Rayo – Air terjun selalu menjadi daya tarik alam yang memikat. Suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian, hembusan angin segar, dan keindahan alam sekitarnya membuat siapa pun terpesona. Salah satu air terjun yang patut untuk dikunjungi adalah Air Terjun Pancaro Rayo, terletak di Desa Koto Tuo, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Daya Tarik Air Terjun Pancaro Rayo

Air Terjun Pancaro Rayo
Sumber gambar: Instagram airterjunpancorayo

Salah satu hal yang paling memukau tentang Air Terjun Pancaro Rayo adalah ketinggian air terjun ini. Dengan ketinggian mencapai sekitar 150 meter menjadi salah satu air terjun tertinggi di Sumatera bahkan di Indonesia, air terjun ini menghadirkan pemandangan yang luar biasa. Untuk benar-benar menghargai ketinggian air terjun ini, harus memutar kepala hingga 90 derajat ke atas. Suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian ini menciptakan suasana yang mendalam dan menakjubkan.

Daya tarik utama dari Air Terjun tersebut adalah embun yang tercipta akibat ketinggiannya. Para pengunjung dapat merasakan embunnya di jarak kurang lebih 2 meter dari lokasi air terjun. Ketika berada dalam embun yang melayang di udara, rasanya seperti menyentuh keajaiban alam yang luar biasa. Sensasi ini sulit digambarkan dengan kata-kata, benar-benar harus merasakannya sendiri.

Kisah Mistis Air Terjun Pancaro Rayo

Air Terjun Pancaro Rayo
Sumber gambar: Instagram airterjunpancorayo

Air Terjun Pancaro Rayo tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau, tetapi juga dikelilingi oleh kisah-kisah mistis yang menambahkan elemen misteri ke destinasi ini.

1. Pertemuan dengan Bidadari

Dikabarkan bahwa ribuan tahun yang lalu, air terjun ini adalah tempat mandi tujuh bidadari. Hingga saat ini, ada beberapa orang yang mengklaim bahwa mereka pernah melihat sosok wanita mengenakan baju warna merah di sekitar air terjun ini. Banyak yang tersesat karena terlalu terpesona dengan kecantikan bidadari ini. Mereka mencoba mendekatinya, namun sosok wanita tersebut selalu menjauh dan menghilang.

2. Pintu Ajaib

Dalam cerita dari zaman kolonial Belanda, terdapat kisah seorang pemuda bernama Sultan Malik yang tinggal di sekitar Air Terjun Pancaro Raya selama 43 tahun. Dari pemuda ini, tersiar cerita tentang adanya pintu ajaib di dalam air terjun ini. Namun, tidak ada yang bisa melewatinya. Air terjun yang deras dan angin kencang menjadikan pintu ini tidak bisa dijangkau oleh manusia. Sehingga, pintu ajaib ini tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan.

3. Bunga Mawar Hitam

Dulu, dikatakan bahwa ada bunga mawar hitam yang tumbuh di sebelah kiri air terjun. Namun, jika bunga tersebut dipetik dan dibawa pulang, bunga itu akan berubah menjadi daun kering. Sayangnya, bunga mawar hitam ini sudah tidak ada lagi di lokasi tersebut.

5. Selendang Bidadari

Ada juga kisah tentang seseorang yang menemukan selendang bidadari di batu besar di bawah air terjun pada tahun 1980-an. Selendang ini menjadi salah satu bukti akan kisah-kisah mistis yang melingkupi air terjun ini.

6. Lubang dengan Harta Karun

Kisah lain mengatakan bahwa ada lubang di bawah air terjun yang menyimpan harta karun. Namun, lagi-lagi, tidak ada yang mampu menemukannya. Kondisi air terjun yang deras dan medan yang sulit membuat pencarian harta karun ini menjadi tugas yang sangat sulit.

Rute Menuju Air Terjun Pancaro Rayo

Air Terjun Pancaro Rayo
Sumber gambar: Instagram airterjunpancorayo

Ada dua rute utama yang dapat Anda pilih untuk mencapai Air Terjun Pancaro Rayo. Rute pertama adalah dari Kota Jambi, dan rute kedua adalah dari Kota Padang. Mari kita bahas kedua rute ini untuk membantu merencanakan perjalanan.

Dari Kota Jambi, kita dapat menyewa travel yang melayani rute Jambi ke Sungai Penuh. Biaya perjalanan ini sekitar Rp 200.000, dan akan menemukan travel yang nyaman dan tepat waktu. Waktu perjalanan yang diperlukan adalah sekitar 8-9 jam, dengan catatan bahwa perjalanan berjalan lancar. Perjalanan ini akan membawa kita ke Sungai Penuh, yang merupakan titik awal untuk mencapai Air Terjun.

Memulai perjalanan dari Kota Padang, akan menempuh perjalanan yang lebih singkat, sekitar 6-7 jam, dengan menggunakan jasa travel dengan rute Padang menuju Sungai Penuh. Namun, perlu diperhatikan bahwa jika memilih rute ini, harus menyambung dengan angkutan umum setelah mencapai pusat kota Sungai Penuh. Travel dari Padang hanya sampai ke pusat kota Sungai Penuh. Jadi, kita harus merencanakan perjalanan tambahan untuk mencapai Dusun Baru Desa Pulau Tengah.

Setelah mencapai titik akhir perjalanan darat, baik dari Jambi maupun Padang, perjalanan petualangan sejati masih berlanjut harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau trekking untuk mencapai lokasi Air Terjun Pancaro Rayo.

Semoga informasi tentang Air Terjun Pancaro Rayo dapat bermanfaat, terimakasih.

Baca juga:

Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.