Desa Wisata di Jambi
Desa Wisata di Jambi menyimpan segudang pesona yang siap kamu jelajahi. Provinsi di Pulau Sumatera ini tidak hanya kaya akan pemandangan alam superlatif, tetapi juga menawarkan pengalaman budaya dan sejarah yang autentik melalui desa-desa wisatanya. Jauh dari hiruk-pikuk kota, destinasi ini mengajak kamu untuk merasakan denyut nadi kehidupan masyarakat lokal, mempelajari tradisi turun-temurun, dan menyaksikan sendiri bagaimana inovasi warga mengubah potensi desa menjadi daya tarik kelas nasional, bahkan hingga masuk dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).
Mengapa Desa Wisata di Jambi Layak Masuk Daftar Liburanmu?
Kelebihan utama berwisata ke desa adalah pengalaman mendalam yang kamu dapatkan. Bukan sekadar liburan biasa, perjalananmu akan terasa seperti petualangan untuk menemukan harmoni antara alam, manusia, dan warisan leluhur. Berikut beberapa desa wisata di Jambi yang wajib kamu kunjungi.
1. Desa Wisata Pentagen
Terletak di Kabupaten Kerinci, desa ini membuktikan bahwa ide sederhana bisa berubah menjadi destinasi wisata memukau. Bermodal dana desa pada 2017, warga menyulap kawasan rawa yang terbengkalai menjadi Taman Pertiwi, sebuah lahan outbond keluarga . Di sini, kamu bisa mencoba wahana flying fox, sepeda air, atau sekadar bersantai menikmati udara sejuk.
Namun, pesona Pentagen tidak berhenti di wahana buatan. Kamu juga bisa menyaksikan atraksi budaya asli seperti ritual adat Ngihit Pamun yang menggambarkan semangat gotong royong, serta berbagai tarian tradisional lainnya . Jangan lewatkan juga kesempatan untuk mengunjungi peninggalan sejarah berupa pabrik kopi peninggalan Belanda yang lokasinya tidak jauh dari Taman Pertiwi.
2. Kawasan Candi Muaro Jambi
Berlokasi di Kabupaten Muaro Jambi, desa wisata ini menawarkan paket wisata sejarah dan religi yang tak ternilai. Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi merupakan kompleks percandian Buddha terluas di Asia Tenggara, dengan luas mencapai 3.981 hektar. Berdampingan dengan situs megah ini, beberapa desa seperti Desa Muaro Jambi dan Desa Danau Lamo turut berkembang menjadi destinasi wisata pendukung .
Kamu bisa menjelajahi kemegahan Candi Tinggi, Candi Kedaton, dan candi-candi lainnya, lalu merasakan sensasi menyusuri kanal kuno dengan perahu . Pengalaman wisatamu akan semakin kaya dengan menyaksikan pertunjukan seni budaya Melayu seperti Tari Topeng, pencak silat, atau rebana siam yang hidup di tengah masyarakat. Bank Indonesia bahkan turut mendorong pengembangan paket wisata terpadu di kawasan ini, termasuk homestay dan produk UMKM warga.
3. Desa Lekuk 50 Tumbi Lempur
Bagi kamu pecinta petualangan, Desa Lekuk 50 Tumbi Lempur di Kabupaten Kerinci adalah surga tersembunyi. Desa ini memiliki keunikan luar biasa: dalam satu wilayah adat, terdapat lima danau dengan karakter yang berbeda, yakni Danau Kaco, Danau Lingkat, Danau Duo, Danau Nyalo, dan Danau Kecik.
Sebanyak 80 persen kawasan danau ini berada di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), situs warisan dunia UNESCO . Danau Kaco yang airnya sebening kaca menjadi primadona utama . Untuk mencapainya, kamu harus melakukan trekking menantang sejauh 8 kilometer melewati hutan tropis, tetapi semua kepayahan akan terbayar lunas saat melihat kejernihan air danau yang memantulkan pepohonan di sekitarnya . Kamu bisa mengikuti paket ekspedisi lima danau selama tiga hari untuk menjelajahi semuanya, lengkap dengan pengalaman berkemah di alam liar.
4. Desa Muara Madras
Masih di Kabupaten Kerinci, Desa Muara Madras menawarkan ketenangan dan panorama alam yang bikin betah. Ikon desa ini adalah Puncak Goa Tirau yang menyajikan pemandangan bukit-bukit hijau dari ketinggian . Selain itu, terdapat wisata air panas Hulu Mentenang dan hamparan kebun jeruk Gerga yang menyegarkan mata.
Setelah puas berkeliling, kamu bisa mencicipi dan membeli produk unggulan desa, yaitu Kopi Jangkat. Kopi khas dataran tinggi ini memiliki cita rasa yang kuat dan khas, cocok dijadikan oleh-oleh untuk orang tersayang di rumah.
Tips Merencanakan Kunjungan
Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan. Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman, terutama jika berencana untuk trekking ke Danau Kaco. Hormati adat istiadat setempat, selalu jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan jangan ragu untuk berinteraksi dengan warga. Mereka dikenal ramah dan terbuka terhadap wisatawan .
Tabel Informasi Singkat Desa Wisata di Jambi
| Nama Desa | Lokasi | Daya Tarik Utama | Aktivitas yang Bisa Dilakukan |
|---|---|---|---|
| Pentagen | Kab. Kerinci | Taman Pertiwi, tradisi Ngihit Pamun, pabrik kopi Belanda | Outbound, budaya, wisata sejarah |
| Muaro Jambi | Kab. Muaro Jambi | Candi Buddha terluas se-Asia Tenggara, kanal kuno | Wisata religi, susur sungai, budaya |
| Lekuk 50 Tumbi Lempur | Kab. Kerinci | Ekspedisi 5 danau (Danau Kaco), TNKS | Trekking, berkemah, fotografi alam |
| Muara Madras | Kab. Kerinci | Puncak Goa Tirau, kebun jeruk, Kopi Jangkat | Wisata alam, kuliner, belanja oleh-oleh |
Menjelajahi desa wisata di Jambi akan memberimu perspektif baru tentang arti liburan yang sesungguhnya: bukan sekadar mengunjungi tempat, tetapi terhubung dengan cerita, budaya, dan alam. Jadi, tunggu apa lagi? Mulai rencanakan perjalananmu, abadikan momennya, dan jangan lupa bagikan cerita seru ini kepada teman-temanmu. Mari bersama-sama menjaga keindahan dan kelestarian desa wisata Indonesia!
Baca juga:
- 12 Tempat Wisata di Papua yang Terkenal
- Goa Bujang: Daya Tarik, Fasilitas, dan Harga Tiket
- Misteri Danau Kaco dan Daya Tariknya
- Danau Kumbang: Sejarah, Daya Tarik, Fasilitas, dan Harga Tiket
- Pantai Cangkring: Destinasi Wisata yang Memikat
Referensi
- https://kemenparekraf.go.id/ragam-pariwisata/4-desa-wisata-unggulan-yang-ada-di-jambi
- https://jadesta.kemenpar.go.id/desa/muara_jambi
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)
1. Bagaimana cara menuju Danau Kaco di Desa Lempur?
Kamu bisa terbang dari Jakarta atau kota besar lain menuju Bandara Depati Parbo, Kerinci (sekitar 45 menit dari Kota Jambi) . Dari Kota Sungai Penuh, perjalanan darat dilanjutkan ke Desa Lempur. Dari desa, kamu akan memulai trekking sejauh 8 kilometer melewati hutan TNKS menuju Danau Kaco, yang memakan waktu sekitar 3-4 jam. Sangat disarankan untuk menyewa pemandu lokal.
2. Apa saja oleh-oleh khas yang bisa dibeli dari desa wisata Jambi?
Banyak pilihan oleh-oleh unik yang bisa kamu dapatkan. Di Desa Baru Semerah, kamu bisa menemukan berbagai kerajinan anyaman bambu seperti tas, kotak tisu, dan topi . Sementara itu, Desa Muara Madras terkenal dengan Kopi Jangkat-nya yang berkualitas . Jangan lupa juga mencicipi kuliner khas seperti gulai rebung dan belut bapihek .
3. Apakah desa-desa wisata ini ramah untuk dikunjungi bersama anak dan keluarga?
Sangat ramah! Desa Wisata Pentagen dengan Taman Pertiwi-nya menawarkan wahana outbond yang aman dan menyenangkan untuk anak-anak. Kawasan Candi Muaro Jambi juga cocok untuk wisata edukasi keluarga, mengenalkan sejarah pada anak sejak dini. Namun, untuk petualangan ke Danau Kaco, sebaiknya anak-anak sudah berusia remaja dan dalam kondisi fisik prima karena medan yang cukup berat.
4. Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi desa wisata di Jambi?
Waktu terbaik adalah pada musim kemarau, sekitar bulan Mei hingga September. Cuaca cerah akan sangat mendukung aktivitas luar ruangan seperti trekking, susur sungai, dan menjelajahi candi. Jika kamu ingin menyaksikan tradisi unik, cobalah datang saat perayaan adat tertentu, seperti tradisi Menjalan Pemimpin di Desa Pentagen yang biasanya digelar setelah Idul Fitri.
5. Apakah tersedia penginapan di desa-desa wisata tersebut?
Ya, tersedia! Seiring dengan perkembangan pariwisata, banyak desa yang kini memiliki homestay yang dikelola langsung oleh warga. Di Desa Baru Semerah, ada Homestay Bumi Bambu dengan konsep bangunan unik dari bambu . Di kawasan Candi Muaro Jambi, warga juga mulai membuka homestay untuk menampung wisatawan yang ingin berlama-lama menikmati suasana.







