13 Manfaat Mandi Air Hangat untuk Kesehatan Fisik, dan Mental

Manfaat Mandi Air Hangat

Manfaat Mandi Air Hangat – Mandi air hangat merupakan kegiatan yang sederhana namun memiliki dampak besar pada kesehatan fisik, mental, dan emosional. Selain sebagai cara untuk membersihkan tubuh, mandi air hangat juga memberikan sensasi relaksasi yang luar biasa setelah seharian beraktivitas. Namun, manfaat mandi air hangat tidak hanya sebatas itu.

Ragam Manfaat Mandi Air Hangat

Berikut ini ragam manfaat mandi air hangat untuk kesehatan fisik, mental, dan emosional yang disadur dair beberapa sumber ilmiah.

1. Meningkatkan Kesehatan Kardiovaskular & Sirkulasi Darah

Ketika tubuh terpapar air hangat, pembuluh darah kapiler di kulit melebar (vasodilatasi). Hal ini mengurangi resistensi dalam pembuluh darah, sehingga jantung tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah. Inilah yang menyebabkan denyut nadi meningkat sementara dan kontraksi jantung menjadi lebih efisien.

Seperti halnya olahraga ringan, kebiasaan mandi air hangat dalam jangka panjang dapat “melatih” sistem kardiovaskular, meningkatkan elastisitas pembuluh darah, dan memperbaiki fungsi endothelial (lapisan dalam pembuluh darah), yang pada akhirnya menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

2. Solusi Alami Mengatasi Sembelit (Konstipasi)

Garam Epsom (magnesium sulfat) bukanlah garam dapur biasa. Magnesium berperan penting dalam merelaksasi otot-otot, termasuk otot polos di dinding usus. Penyerapan magnesium melalui kulit saat berendam dapat membantu merilekskan otot-otot usus yang tegang, sehingga memudahkan pergerakan feses. Kehangatan air juga meningkatkan aliran darah ke area perut, merangsang peristaltik (gerakan usus), dan membantu melunakkan tinja yang keras.

3. Meredakan Nyeri Otot dan Sendi

Air hangat bekerja dengan dua cara:

  • Panas membantu menutup “gerbang” sinyal nyeri di sumsum tulang belakang (Teori Gate Control), sehingga otak menerima lebih sedikit sinyal rasa sakit.
  • Peningkatan sirkulasi membawa lebih banyak oksigen dan nutrisi ke otot-otot yang lelah, sekaligus membawa pergi asam laktat dan produk sisa metabolisme lainnya yang menyebabkan kekakuan dan nyeri. Ini sangat bermanfaat untuk pemulihan setelah berolahraga, nyeri arthritis, atau ketegangan akibat stres.

4. Meredakan Gejala Wasir

Wasir adalah pembengkakan pembuluh darah vena di anus. Berendam air hangat (disebut “sitz bath”) membantu dengan:

  • Meningkatkan sirkulasi darah di area tersebut, mengurangi kemacetan dan pembengkakan.
  • Merilekskan otot sphincter ani yang bisa mengalami kejang.
  • Membersihkan area dengan lembut dan mengurangi iritasi.

Rasa gatal, nyeri, dan tidak nyaman dapat berkurang secara signifikan.

5. Meningkatkan Sirkulasi Darah

Sebuah studi mempublikasikan hasil penelitian, mengungkapkan bahwa mandi air hangat dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh. Hal ini dapat membantu organ-organ vital mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup sehingga tubuh menjadi lebih bertenaga dan berfungsi optimal.

6. Membantu Membersihkan Kulit

Panas menyebabkan keringat berlebih. Berkeringat adalah cara alami tubuh untuk mengeluarkan racun dan kelebihan mineral. Selain itu, uap dan air hangat membuka pori-pori yang tersumbat, membantu mengeluarkan kotoran, minyak, dan sel kulit mati yang menjadi penyebab jerawat.

Setelah mandi air hangat, sangat disarankan untuk membilas dengan air dingin untuk menutup pori-pori kembali dan mengunci kelembapan. Selalu lanjutkan dengan pelembap.

7. Meredakan Gangguan Pernapasan

Menghirup uap air hangat bertindak sebagai mukolitik alami. Uap membantu mengencerkan lendir (dahak) yang kental dan menyumbat saluran hidung, sinus, dan tenggorokan, sehingga lebih mudah dikeluarkan. Udara yang lembap juga meredakan iritasi dan kekeringan pada saluran napas.

8. Mengurangi Stress dan Kecemasan

Sensasi hangat yang menyelimuti tubuh memicu sistem saraf parasimpatetik—sistem yang bertanggung jawab untuk “istirahat dan mencerna”. Hal ini menurunkan produksi hormon stres seperti kortisol dan meningkatkan produksi hormon feel-good seperti dopamin dan serotonin.

Mandi air hangat seringkali menjadi salah satu dari sedikit momen tenang tanpa gangguan dalam sehari. Ini adalah kesempatan untuk mempraktikkan mindfulness, melepaskan pikiran yang mengganggu, dan fokus pada sensasi fisik saat ini, yang mirip dengan meditasi.

9. Memperbaiki Kualitas Hidup

Seluruh manfaat mandi air hangat, baik secara fisik maupun mental dan emosional, membawa peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan pada diri secara keseluruhan. Kamu merasa lebih sehat dan bahagia setelah mandi air hangat.

10. Meredakan Gejala Depresi

Sensasi hangat yang menyelimuti tubuh dapat memberikan perasaan nyaman dan aman, seperti sebuah “pelukan” hangat. Penelitian menunjukkan bahwa pemanasan tubuh dapat memiliki efek antidepresan dengan memengaruhi sistem saraf dan mengatur suasana hati (mood). Peningkatan sirkulasi juga termasuk aliran darah ke otak.

11. Meningkatkan Kualitas Tidur

Mandi air hangat sebelum tidur justru membantu menurunkan suhu inti tubuh. Proses pendinginan alami ini adalah sinyal kuat bagi tubuh untuk memproduksi melatonin (hormon tidur) dan mempersiapkan diri untuk tidur nyenyak. Tidur yang berkualitas adalah fondasi dari kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan.

12. Menciptakan Sanctuary Pribadi 

Dalam dunia yang serba sibuk, mandi atau berendam air hangat memaksa kamu untuk meluangkan waktu, jeda, dan menyendiri. Momen hening ini adalah kesempatan sempurna untuk melatih mindfulness atau meditasi, melepaskan beban pikiran, dan menyambungkan kembali diri dengan tubuh dan perasaan tanpa gangguan.

13. Kesejahteraan Holistik (Holistic Well-being)

Ketika tubuh bebas dari nyeri, pikiran terlepas dari stres, dan kamu mendapatkan tidur yang cukup, kualitas hidup secara keseluruhan akan terdongkrak. Kamu merasa lebih mampu mengendalikan diri, lebih bahagia, dan lebih siap menghadapi tantangan sehari-hari. Mandi air hangat adalah investasi sederhana yang memberikan pengembalian yang sangat besar untuk kesehatan jiwa dan raga.

    Tips Mandi Air Hangat

    Agar manfaat air hangat bisa dirasakan secara optimal, diperlukan juga langkah mandi air hangat yang efektif. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan:

    • Suhu air hangat yang direkomendasikan untuk mandi adalah 40 derajat Celcius. Suhu ini tergolong nyaman untuk kulit karena bisa membuat tubuh merasa rileks tanpa membuat kulit terbakar atau kehilangan kelembapannya.
    • Kamar mandi, bak mandi, maupun pancuran harus tetap dijaga kebersihannya
    • Minumlah segelas air sebelum dan setelah mandi air hangat untuk mencegah dehidrasi.
    • Durasi mandi air hangat yang baik hanya 5-10 menit.
    • Setelah selesai mandi, hindari menggosok kulit secara kasar dengan handuk.
    • Gunakan juga pelembap setelah mandi untuk menjaga kulit tetap lembap dan halus.

    Mandi air hangat adalah terapi sederhana dan mudah yang dilakukan di rumah dengan manfaat yang sangat kompleks. Dari meningkatkan kesehatan jantung hingga menjadi sarana relaksasi mental, kebiasaan ini merupakan investasi yang baik untuk kesejahteraan fisik dan mental secara menyeluruh.

    Baca juga:

    Referensi

    1. Brunt, V. E., Howard, M. J., Francisco, M. A., Ely, B. R., & Minson, C. T. (2016). Passive heat therapy improves endothelial function, arterial stiffness and blood pressure in sedentary humans. The Journal of Physiology, 594(18), 5329–5342. https://doi.org/10.1113/JP272453
    2. Maeda, Y., Kuwano, T., Aritake-Okada, S., Uchiyama, M., & Kaneita, Y. (2023). Effects of bathing-induced body temperature changes on sleep. Journal of Physiological Anthropology, *42*(1), 17. https://doi.org/10.1186/s40101-023-00337-0
    3. Haghayegh, S., Khoshnevis, S., Smolensky, M. H., Diller, K. R., & Castriotta, R. J. (2019). Before-bedtime passive body heating by warm shower or bath to improve sleep: A systematic review and meta-analysis. Sleep Medicine Reviews, 46, 124–135. https://doi.org/10.1016/j.smrv.2019.04.008
    4. Goto, Y., Hayasaka, S., Kurihara, S., & Nakamura, Y. (2018). Physical and mental effects of bathing: A randomized intervention study. *Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2018*, 1-5. https://doi.org/10.1155/2018/9521086
    5. Janssen, C. W., Lowry, C. A., Mehl, M. R., Allen, J. J. B., Kelly, K. L., Gartner, D. E., Medrano, A., Begay, T. K., Rentscher, K. E., White, J. J., Fridman, A., Roberts, L. J., & Knight, R. (2016). Whole-body hyperthermia for the treatment of major depressive disorder: A randomized clinical trial. JAMA Psychiatry, 73(8), 789–795. https://doi.org/10.1001/jamapsychiatry.2016.1031
    6. Hayter, K., Doma, K., Schumann, M., & Deakin, G. (2016). The comparison of cold-water immersion and cold air therapy on maximal cycling performance and recovery markers following strength exercises. PeerJ, 4, e1841. https://doi.org/10.7717/peerj.1841
    7. Faulkner, S. H., Jackson, S., Fatania, G., & Leicht, C. A. (2017). The effect of passive heating on heat shock protein 70 and interleukin-6: A possible treatment tool for metabolic diseases? Temperature, 4(3), 292–304. https://doi.org/10.1080/23328940.2017.1288688
    8. Bender, T., Bálint, G., Prohászka, Z., Géher, P., & Tefner, I. K. (2014). Evidence-based hydro- and balneotherapy in Hungary–a systematic review and meta-analysis. International Journal of Biometeorology, *58*(3), 311–323. https://doi.org/10.1007/s00484-013-0667-6
    9. Faulkner, S. H., Jackson, S., Fatania, G., & Leicht, C. A. (2017). The effect of passive heating on heat shock protein 70 and interleukin-6: A possible treatment tool for metabolic diseases? Temperature, *4*(3), 292–304. https://doi.org/10.1080/23328940.2017.1288688
    10. Mayo Clinic. (2023, August 16). Hemorrhoids. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemorrhoids/symptoms-causes/syc-20360268
    Scroll to Top