Manfaat kunyit asam merupakan salah satu warisan kuliner Indonesia yang telah diwariskan turun-temurun. Kombinasi dari kunyit dan asam jawa ini tidak hanya memberikan rasa khas pada berbagai hidangan, tetapi juga menawarkan beragam manfaat kesehatan yang luar biasa.
Kunyit (Curcuma longa) adalah tanaman yang berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional dan sebagai bahan utama dalam masakan. Asam jawa (Tamarindus indica), di sisi lain, adalah buah yang sering digunakan dalam masakan Asia untuk memberikan rasa asam yang segar. Kombinasi kunyit dan asam jawa dikenal sebagai “kunyit asam” dan telah lama digunakan dalam berbagai resep jamu, minuman herbal tradisional Indonesia.
Kandungan Nutrisi dalam Kunyit dan Asam Jawa
Kunyit dikenal kaya akan kurkumin, senyawa yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat. Kurkumin adalah komponen aktif utama dalam kunyit yang memberikan warna kuning cerah dan berbagai manfaat kesehatan. Di sisi lain, asam jawa mengandung vitamin C, vitamin A, kalsium, magnesium, dan serat yang penting bagi kesehatan tubuh. Kombinasi dari dua bahan ini menghasilkan campuran yang tidak hanya lezat tetapi juga kaya nutrisi.
Manfaat Kunyit Asam untuk Kesehatan

Berikut beberapa manfaat kunyit asam yang dirangkum dari beberapa sumber ilmiah.
1. Mengurangi Risiko Kanker
Kurkumin memiliki sifat antikanker yang dapat membantu melawan pertumbuhan sel kanker dan mencegah pembentukan tumor. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurkumin dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis sel kanker, termasuk kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker pankreas. Meskipun masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, konsumsi kunyit asam secara teratur dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang membantu mengurangi risiko kanker.
2. Sumber Antioksidan
Hasil penelitian menunjukan bahwa kurkumin dalam kunyit merupakan antioksidan yang sangat kuat. Antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, molekul yang dapat menyebabkan penuaan dini dan berbagai penyakit kronis. Dengan mengonsumsi kunyit asam secara teratur, kita dapat membantu tubuh melawan efek buruk dari radikal bebas dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
3. Meningkatkan Fungsi Otak
Kurkumin memiliki efek neuroprotektif yang dapat meningkatkan fungsi otak dan melindungi terhadap penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Kurkumin dapat membantu meningkatkan produksi hormon pertumbuhan otak yang dikenal sebagai Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), yang berperan penting dalam kesehatan dan fungsi otak.
4. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Kandungan vitamin C dalam asam jawa dan sifat imunomodulator dalam kunyit dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian ilmiah menunjukan bahwa vitamin C adalah nutrisi penting yang diperlukan untuk produksi sel-sel kekebalan tubuh. Sementara itu, kurkumin dalam kunyit memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit.
5. Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi
Kunyit asam mengandung senyawa yang baik untuk kesehatan tulang dan sendi, seperti kurkuminoid dan vitamin C. Kurkumin memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri sendi. Sementara itu, vitamin C dalam asam jawa membantu memperkuat tulang dan jaringan ikat, serta mengurangi risiko osteoporosis dan penyakit sendi.
6. Mengurangi Peradangan
Beberapa studi membuktikan bahwa sifat antiinflamasi kurkumin membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Ini sangat bermanfaat untuk mengatasi berbagai kondisi seperti arthritis, radang sendi, dan penyakit inflamasi lainnya. Mengonsumsi kunyit asam dapat membantu meredakan rasa sakit dan pembengkakan yang terkait dengan peradangan.
7. Mengontrol Kadar Gula Darah
Senyawa dalam kunyit dan asam jawa dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Kurkumin meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengatur metabolisme glukosa, yang sangat penting bagi penderita diabetes atau orang yang berisiko tinggi terkena diabetes.
8. Menjaga Kesehatan Jantung
Kombinasi kunyit dan asam jawa dapat membantu menjaga kesehatan jantung dengan cara menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Kolesterol tinggi dan trigliserida adalah faktor risiko utama penyakit jantung. Kurkumin dalam kunyit membantu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Selain itu, asam jawa juga membantu menjaga tekanan darah tetap normal.
9. Membantu Pencernaan
Kunyit asam dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan dengan merangsang produksi enzim pencernaan dan meningkatkan nafsu makan. Kurkumin dalam kunyit memiliki sifat antiinflamasi yang dapat meredakan masalah pencernaan seperti kembung dan gangguan lambung. Serat dalam asam jawa juga membantu memperlancar proses pencernaan dan mencegah sembelit.
10. Menjaga Kesehatan Kulit
Kunyit asam juga memiliki manfaat yang signifikan untuk kesehatan kulit. Kurkumin dalam kunyit memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri yang dapat membantu mengurangi jerawat, mencerahkan kulit, dan menghilangkan noda hitam. Masker wajah yang terbuat dari kunyit asam dapat memberikan kilau alami pada kulit dan membuatnya terlihat lebih sehat dan bercahaya.
11. Menjaga Kesehatan Vagina
Jamu kunyit asam telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita. Minuman ini memiliki sifat antimikroba yang membantu melawan infeksi vagina seperti infeksi ragi atau bakteri. Senyawa aktif dalam kunyit asam dapat meredakan gejala seperti gatal, peradangan, dan bau tidak sedap.
12. Meredakan Nyeri Haid
Kunyit asam telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan nyeri haid. Kurkumin dalam kunyit memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik yang dapat membantu meredakan nyeri dan kram yang sering terjadi selama menstruasi. Mengonsumsi kunyit asam secara teratur selama periode menstruasi dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan dan meningkatkan kualitas hidup.
Cara Mengonsumsi Kunyit Asam
Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengonsumsi kunyit asam dan merasakan manfaat kesehatannya:
1. Jamu Kunyit Asam
Kamu dapat membuat jamu kunyit asam dengan cara merebus kunyit yang telah diparut bersama asam jawa, gula merah, dan air. Minum jamu ini secara teratur untuk merasakan manfaat kesehatannya.
2. Bumbu Masakan
Gunakan kunyit asam sebagai bumbu dalam berbagai masakan seperti gulai, sayur, ikan, dan ayam. Ini tidak hanya akan memberikan cita rasa yang khas tetapi juga meningkatkan nilai gizi makanan.
3. Masker Wajah
Campurkan kunyit asam dengan sedikit air atau yogurt untuk membuat masker wajah alami. Oleskan pada wajah dan biarkan selama 15-20 menit sebelum dibilas dengan air hangat.
4. Suplementasi
Bila kamu tidak dapat mengonsumsi kunyit asam dalam bentuk alami, dapat mempertimbangkan untuk mengambil suplemen kunyit yang mengandung ekstrak kurkumin.
Efek Samping dan Peringatan
Meskipun kunyit asam memiliki banyak manfaat, penting untuk mengonsumsinya dengan bijak. Konsumsi kunyit asam dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti diare, sakit kepala, atau iritasi kulit. Bila memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum menambahkan kunyit asam.
Meskipun memiliki banyak manfaat potensial, kunyit asam bukanlah pengganti pengobatan medis. Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk kondisi yang spesifik.Semoga informasi ini dapat bermanfaat ya, terimakasih.
Baca juga:
- Cara Membuat dan 6 Manfaat Jus Seledri dan Nanas
- Tips Memilih dan 15 Manfaat Jambu Biji Merah
- Rahasia Kulit Glowing dengan 9 Manfaat Buah Naga untuk Wajah
- Lebih dari Sekedar Rempah, Inilah 15 Manfaat Kayu Manis
- Jangan Lewatkan 12 Manfaat Kunyit Putih untuk Kesehatan
Referensi
- Aggarwal, B. B., Sundaram, C., Malani, N., & Ichikawa, H. (2007). Curcumin: the Indian solid gold. Advances in Experimental Medicine and Biology, 595, 1–75. https://doi.org/10.1007/978-0-387-46401-5_1
- Abdollahi, E., Momtazi, A. A., Johnston, T. P., & Sahebkar, A. (2018). Therapeutic effects of curcumin in inflammatory and immune‐mediated diseases: A nature‐made jack‐of‐all‐trades? Journal of Cellular Physiology, 233(2), 830–848. https://doi.org/10.1002/jcp.25778
- Carr, A. C., & Maggini, S. (2017). Vitamin C and immune function. Nutrients, 9(11), 1211. https://doi.org/10.3390/nu9111211
- Bahrami, A., Zarban, A., Rezapour, H., Agha Amini Fashami, A., & Ferns, G. A. (2021). Effects of curcumin on menstrual pattern, premenstrual syndrome, and dysmenorrhea: A triple‐blind, placebo‐controlled clinical trial. Phytotherapy Research, 35(12), 6954–6962. https://doi.org/10.1002/ptr.7314
- Daily, J. W., Yang, M., & Park, S. (2016). Efficacy of turmeric extracts and curcumin for alleviating the symptoms of joint arthritis: a systematic review and meta-analysis of randomized clinical trials. Journal of Medicinal Food, 19(8), 717–729. https://doi.org/10.1089/jmf.2016.3705
- Hussain, F., & Kayani, H. U. R. (2020). Aging-oxidative stress, antioxidants and computational modeling. Heliyon, 6(5), e04107. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2020.e04107
- Hewlings, S. J., & Kalman, D. S. (2017). Curcumin: a review of its effects on human health. Foods, 6(10), 92. https://doi.org/10.3390/foods6100092
- Kocaadam, B., & Şanlier, N. (2017). Curcumin, an active component of turmeric (Curcuma longa), and its effects on health. Critical Reviews in Food Science and Nutrition, 57(13), 2889–2895. https://doi.org/10.1080/10408398.2015.1077195
- Prasad, S., & Aggarwal, B. B. (2011). Turmeric, the golden spice: from traditional medicine to modern medicine. In I. F. F. Benzie & S. Wachtel-Galor (Eds.), Herbal Medicine: Biomolecular and Clinical Aspects (2nd ed.). CRC Press/Taylor & Francis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK92752/
- Qin, S., Huang, L., Gong, J., Shen, S., Huang, J., Ren, H., & Hu, H. (2017). Efficacy and safety of turmeric and curcumin in lowering blood lipid levels in patients with cardiovascular risk factors: a meta-analysis of randomized controlled trials. Nutrition Journal, 16(1), 68. https://doi.org/10.1186/s12937-017-0293-y
- Shehzad, A., Rehman, G., & Lee, Y. S. (2013). Curcumin in inflammatory diseases. BioFactors, 39(1), 69–77. https://doi.org/10.1002/biof.1066
- Vaughn, A. R., Branum, A., & Sivamani, R. K. (2016). Effects of turmeric (Curcuma longa) on skin health: a systematic review of the clinical evidence. Phytotherapy Research, 30(8), 1243–1264. https://doi.org/10.1002/ptr.5640