Manfaat Kunyit Putih
Gaya Hidup

Jangan Lewatkan 12 Manfaat Kunyit Putih untuk Kesehatan

Manfaat Kunyit putih, mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, siapa sangka, rempah yang satu ini memiliki segudang manfaat luar biasa untuk kesehatan tubuh kita. Kunyit putih, atau dalam bahasa latinnya Curcuma zedoaria, merupakan tanaman herbal yang tumbuh subur di Asia, termasuk Indonesia.

Rempah ini memiliki ciri khas berupa warna yang lebih terang dan rasa yang lebih pahit jika dibandingkan dengan kunyit kuning yang lebih umum dikenal. Namun, jangan anggap remeh kunyit putih ini, karena kandungan senyawa aktif di dalamnya mampu memberikan berbagai manfaat kesehatan yang luar biasa.

Kandungan Kunyit Putih

Kunyit putih mengandung berbagai senyawa aktif yang memberikan manfaat kesehatan, di antaranya adalah:

  • Kurkuminoid
  • Terpenoid
  • Flavonoid
  • Minyak Atsiri

Ragam Manfaat Kunyit Putih untuk Kesehatan

Berikut ini ragam manfaat kunyit putih untuk kesehatan yang disadur dari sumber ilmiah.

1. Mencegah Diabetes

Menurut hasil penelitian pada Future Journal of Pharmaceutical Sciences, kurkumin dalam kunyit putih bersifat antiinflamasi dan antioksidan yang dapat mencegah resistensi insulin, kenaikan kadar gula darah, dan penumpukan lemak tubuh. Namun, perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat ini.

2. Mengatasi Infeksi

Kunyit putih memiliki sifat antimikroba yang dapat melawan berbagai jenis bakteri, seperti S. aureus, E. coli, dan Corynebacterium, dan mikroorganisme lainnya. Hasil studi ilmiah yang terpublikasikan oleh Frontiers in pharmacology menunjukan bahwa konsumsi kunyit putih dapat menghambat pertumbuhan jamur dan mencegah terjadinya infeksi.

3. Mengatasi Gangguan Pencernaan

Salah satu manfaat kunyit putih karena kemampuannya dalam mengatasi gangguan pencernaan. Dengan mengonsumsi ekstrak kunyit putih secara langsung atau dalam bentuk minyak, dapat membantu mengurangi nyeri perut, perut kembung, mual, dan gangguan pencernaan lainnya.

4. Mengurangi Risiko Kanker

Jurnal Phytomedicine Plus mempublikasikan hasil penelitian ilmiah pada tahun 2020 bahwa kunyit putih diketahui memiliki kemampuan dalam mencegah kanker. Nutrisi di dalamnya dapat memicu produksi protein caspase, yang merupakan zat yang dapat menyebabkan kematian sel kanker di area payudara. Meskipun demikian, hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.

5. Meredakan Peradangan

Beberapa hasil penelitian mengungkapkan bahwa kunyit putih memiliki sifat antiradang yang membantu mengatasi peradangan pada pengidap radang sendi. Kandungan kurkumenol di dalamnya dapat mengobati luka dan penyakit kulit lainnya yang berkaitan dengan radang.

6. Mengurangi Nyeri Menstruasi

Rahim berkontraksi selama menstruasi untuk meluruhkan lapisan dindingnya, dan zat prostaglandin memicu kontraksi otot yang menyebabkan rasa sakit. Kunyit putih memiliki efek analgesik yang dapat meredakan sakit saat menstruasi dengan mengganggu sinyal rasa sakit ke otak.

7. Menurunkan Demam

Ekstrak etanol dalam kunyit putih juga dapat digunakan sebagai paracetamol alami untuk menurunkan demam. Selain itu, minyak kunyit putih juga efektif sebagai pembasmi nyamuk alami, terutama nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab demam berdarah dengue (DBD).

8. Mengatasi Gangguan Asma

Penelitian pada Jurnal Chemico-Biological Interactions menunjukan bahwa kunyit putih efektif mengatasi gejala asma dengan mengencerkan dahak atau lendir yang menyumbat saluran pernapasan, sehingga membantu memperlancar pernapasan. Kapsul kunyit putih yang dikonsumsi secara rutin selama satu bulan dapat membantu mengurangi risiko munculnya serangan asma, baik yang ringan ataupun sedang.

9. Penawar Racun Gigitan Ular dan Antialergi

Kunyit putih juga dipercaya sebagai penawar racun yang masuk ke dalam tubuh akibat gigitan ular. Senyawa kurkuminoid yang terkandung dalam kunyit putih juga bermanfaat sebagai antialergi dengan cara mencegah pelepasan histamin yang merupakan zat kimia pemicu alergi.

10. Mengatasi Alergi Makanan

Kandungan antioksidan dalam kunyit putih dapat membantu mengatasi alergi makanan dengan menghambat pertumbuhan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh.

11. Mencegah Degenerasi Mata

Antioksidan dalam kunyit putih membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel mata. Radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif, yang merupakan faktor risiko utama bagi perkembangan degenerasi mata.

Selain itu, senyawa antiinflamasi dalam kunyit putih juga dapat membantu mengurangi peradangan dalam mata. Peradangan dapat memperburuk kondisi mata dan menyebabkan lebih banyak kerusakan. Dengan mengurangi peradangan, kunyit putih dapat membantu menjaga kesehatan mata kita.

12. Menurunkan Berat Badan

Selain melawan infeksi, konsumsi air kunyit juga dapat membantu menjaga bentuk tubuh atau mengurangi berat badan, hal tersebut dikuatkan berdasarkan hasil penelitian terbaru tahun 2023 yang dipublikasikan pada International Journal of Ayurveda and Pharma Research. Sehingga, cocok untuk Anda yang sedang menjalani program diet.Untuk hasil terbaik, disarankan untuk mengombinasikan air kunyit dengan asam Jawa.

Kunyit putih dapat dikonsumsi dalam bentuk kapsul, serbuk, ekstrak, atau digunakan sebagai bahan tambahan dalam masakan. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi kunyit putih, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Baca juga:

Referensi

  1. Udayani, N. N. W., Sari, N. N. A. P., Putra, I. M. A. S., Suwantara, I. P. T., Sasadara, M. M. V., & Adnyani, N. P. L. (2023). Literature study: Activity of white turmeric (Curcuma zedoaria) as an anti-inflammatory. Journal of Midwifery and Nursing5(3), 68-74.
  2. Chen, X., Zhou, H., Hou, T., Lu, J., Wang, J., Zhou, L., … & Chen, C. (2023). The dual-targeting mechanism of an anti-inflammatory diarylheptanoid from Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe with the capacity for β2-adrenoreceptor agonism and NLRP3 inhibition. Chemico-Biological Interactions386, 110771.
  3. Chauhan, D., Tyagi, M., Sharma, S., & Sharma, R. (2023). A Comprehensive Review of Kachur (Curcuma Zedoaria Rosc.): A Potent Herbal Drug for Various Ailments. International Journal of Ayurveda and Pharma Research, 60-69.
  4. Shehna, S., Sreelekshmi, S., Remani, P. R., Padmaja, G., & Lakshmi, S. (2022). Anti-cancer, anti-bacterial and anti-oxidant properties of an active fraction isolated from Curcuma zedoaria rhizomes. Phytomedicine Plus2(1), 100195.
  5. Gharge, S., Hiremath, S. I., Kagawad, P., Jivaje, K., Palled, M. S., & Suryawanshi, S. S. (2021). Curcuma zedoaria Rosc (Zingiberaceae): a review on its chemical, pharmacological and biological activities. Future Journal of Pharmaceutical Sciences7, 1-9.
  6. Yuandani, Jantan, I., Rohani, A. S., & Sumantri, I. B. (2021). Immunomodulatory effects and mechanisms of curcuma species and their bioactive compounds: A review. Frontiers in pharmacology12, 643119.
  7. Ayati, Z., Ramezani, M., Amiri, M. S., Moghadam, A. T., Rahimi, H., Abdollahzade, A., … & Emami, S. A. (2019). Ethnobotany, phytochemistry and traditional uses of Curcuma spp. and pharmacological profile of two important species (C. longa and C. zedoaria): a review. Current pharmaceutical design25(8), 871-935.
  8. Mamada, S. S., Lallo, S., & Sumarheni, S. (2019). PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) TERHADAP KADAR ENZIM LDH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI ASAP ROKOK. Majalah Farmasi dan Farmakologi23(2), 67-70.
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.