Manfaat Durian
Gaya Hidup

Kandungan Nutrisi, 13 Manfaat Durian, dan Efek Sampingnya

Durian, buah yang mendapat julukan “King of Fruits” atau “Raja Buah”, adalah buah yang kontroversial namun sangat dicintai. Dengan kulitnya yang berduri tajam dan aromanya yang khas dan kuat, durian memang sering menjadi buah yang diperdebatkan. Bagi sebagian orang, durian adalah buah yang lezat dan sangat dinanti saat musimnya tiba, sementara bagi yang lain, aromanya yang menyengat bisa membuat mereka menjauh. Namun, terlepas dari pendapat yang berbeda-beda tentang aroma dan rasa durian, tidak dapat dipungkiri bahwa durian menyimpan banyak manfaat kesehatan yang luar biasa.

Kandungan Nutrisi dalam Durian

Manfaat Durian

Mari kita lihat terlebih dahulu apa saja kandungan nutrisi yang terdapat dalam durian, dalam satu porsi durian (sekitar 243 gram), kita bisa mendapatkan:

  • Kalori: 357 kilokalori
  • Lemak: 13 gram
  • Karbohidrat: 66 gram
  • Serat: 9 gram
  • Protein: 4 gram
  • Vitamin C: 80% dari angka kecukupan gizi (AKG) harian
  • Tiamin: 61% AKG
  • Mangan: 39% AKG
  • Vitamin B6: 38% AKG
  • Kalium: 30% AKG
  • Kalsium: 20% AKG
  • Zat besi: 14% AKG
  • Riboflavin: 29% AKG
  • Tembaga: 25% AKG
  • Folat: 22% AKG
  • Magnesium: 18% AKG
  • Niasin: 13% AKG

Manfaat Durian untuk Kesehatan

Kandungan nutrisi yang sangat beragam ini menjadi dasar dari berbagai manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh durian. Sekarang, mari kita telusuri manfaat-manfaat tersebut satu per satu yang dirangkum berdasarkan hasil penelitian ilmiah.

1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Durian kaya akan vitamin C, yang dikenal sebagai salah satu antioksidan paling kuat. Vitamin C membantu melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, yang dapat merusak sel-sel tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit. Selain itu, vitamin C juga berperan penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan merangsang produksi sel darah putih, yang bertanggung jawab melawan infeksi.

2. Mengatasi Anemia

Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Durian mengandung folat, tembaga, dan zat besi, yang semuanya penting untuk produksi sel darah merah. Folat membantu dalam pembentukan sel darah merah baru, sementara zat besi dan tembaga berperan dalam proses pembentukan hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang mengangkut oksigen yang dapat membantu mencegah dan mengatasi anemia.

3. Menurunkan Risiko Kanker

Durian mengandung berbagai senyawa antioksidan, termasuk polifenol yang memiliki kemampuan untuk melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Food menyebutkan bahwa durian memiliki sifat antioksidan yang kuat yang dapat membantu mengurangi risiko kanker. Polifenol dalam durian mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dan bahkan membunuh sel-sel kanker dalam beberapa kasus. Ini menjadikan durian sebagai buah yang potensial dalam upaya pencegahan kanker.

4. Sumber Energi Instan

Durian merupakan sumber karbohidrat yang baik, yang memberikan energi instan bagi tubuh. Dalam 100 gram durian, terdapat sekitar 21% kebutuhan karbohidrat harian. Ini berarti, jika Anda sedang merasa lelah atau membutuhkan tambahan energi untuk menyelesaikan aktivitas harian, mengonsumsi durian bisa menjadi pilihan yang tepat. Karbohidrat dalam durian akan diubah menjadi glukosa, yang merupakan sumber energi utama bagi otak dan tubuh kita.

5. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Durian mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, termasuk serat, kalium, dan antioksidan. Serat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Kalium membantu mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan pembuluh darah, sementara antioksidan melindungi jantung dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

6. Meningkatkan Kesehatan Tulang dan Gigi

Durian kaya akan kalsium, kalium, serta vitamin B1 dan B2. Kalsium dan kalium adalah dua mineral yang sangat penting untuk kesehatan tulang dan gigi. Kalsium membantu membangun dan mempertahankan kepadatan tulang, sedangkan kalium berperan dalam mencegah hilangnya kalsium dari tulang, sehingga tulang tetap kuat dan sehat. Vitamin B1 dan B2 juga berkontribusi pada kesehatan gigi dan gusi, membantu mencegah masalah seperti radang gusi dan kerusakan gigi.

7. Mengatasi Insomnia

Sulit tidur atau insomnia bisa menjadi masalah yang mengganggu, dan durian bisa menjadi solusi alami untuk mengatasinya. Durian mengandung asam amino triptofan, yang dikenal sebagai “hormon tidur” karena kemampuannya untuk meningkatkan produksi serotonin dan melatonin. Serotonin membantu menenangkan pikiran dan memperbaiki suasana hati, sedangkan melatonin mengatur siklus tidur dan membantu Anda tidur lebih nyenyak.

8. Menangkal Depresi

Manfaat menarik dari durian karena kemampuannya untuk menangkal depresi secara alami. Durian mengandung vitamin B6, yang penting untuk produksi serotonin. Serotonin adalah neurotransmitter yang berperan dalam mengatur suasana hati. Kadar serotonin yang rendah sering dikaitkan dengan depresi dan gangguan suasana hati lainnya karena bisa meningkatkan produksi serotonin dalam tubuh, yang pada gilirannya membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi gejala depresi.

9. Mengatur Tekanan Darah

Durian mengandung kalium, mineral yang dikenal baik untuk kesehatan jantung dan tekanan darah. Kalium membantu mengatur tekanan darah dengan cara melemaskan dinding pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah menurun. Ini sangat penting untuk mencegah hipertensi (tekanan darah tinggi), penyakit jantung dan membantu menjaga tekanan darah tetap normal.

10. Membantu Pencernaan

Durian mengandung serat yang cukup tinggi, yang sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Serat membantu memperlancar pergerakan usus dan mencegah sembelit. Selain itu, serat juga membantu menjaga kesehatan usus dengan cara memberi makan bakteri baik yang ada di dalamnya. Pencernaan yang sehat, tubuh akan lebih efisien dalam menyerap nutrisi dari makanan, dan kita akan terhindar dari berbagai masalah pencernaan seperti kembung dan sembelit.

11. Menjaga Kesehatan Kulit

Kulit yang sehat dan awet muda adalah dambaan banyak orang, dan durian bisa menjadi salah satu kunci untuk mencapainya. Kandungan vitamin C dalam durian tidak hanya berfungsi sebagai antioksidan yang melawan radikal bebas, tetapi juga berperan dalam produksi kolagen. Kolagen adalah protein yang menjaga kulit tetap kencang, elastis, dan bebas kerutan tetap sehat dan bercahaya.

12. Menstabilkan Kadar Gula Darah

Meskipun durian memiliki rasa yang manis, buah ini sebenarnya dapat membantu menstabilkan kadar gula darah. Ini karena durian mengandung mangan, mineral yang berperan penting dalam metabolisme karbohidrat dan regulasi gula darah. Mangan membantu enzim yang bertanggung jawab untuk metabolisme glukosa, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Ini sangat bermanfaat bagi penderita diabetes yang perlu mengontrol kadar gula darah mereka.

13. Mengatasi Disfungsi Seksual

Disfungsi seksual merupakan masalah yang sering dialami oleh banyak orang, baik pria maupun wanita. Durian mengandung zat afrodisiak alami yang dapat membantu meningkatkan gairah seksual dan memperbaiki fungsi seksual. Afrodisiak dalam durian bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah ke organ-organ seksual, yang dapat membantu meningkatkan gairah dan performa seksual.

Efek Samping Durian Dikonsumsi Berlebihan

Di balik manfaat dan kelezatannya, durian juga menyimpan sejumlah efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan yang perlu diperhatikan.

1. Kenaikan Berat Badan yang Signifikan

Durian dikenal sebagai buah yang mengandung kalori tinggi. Satu kilogram durian ukuran sedang mengandung hampir 1.500 kalori, setara dengan 70 persen kebutuhan kalori harian orang dewasa. Konsumsi berlebihan durian dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang signifikan dalam waktu singkat. Ini bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan stroke.

2. Kenaikan Gula Darah

Durian mengandung gula yang cukup tinggi, sekitar 31 gram per 100 gram durian. Konsumsi durian bersamaan dengan makanan atau minuman lain yang manis dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Kenaikan gula darah yang tidak terkontrol dapat berbahaya bagi penderita diabetes, karena dapat menyebabkan komplikasi, seperti kerusakan mata, ginjal, saraf, atau pembuluh darah.

3. Masalah Pencernaan

Durian mengandung serat yang cukup tinggi, sekitar 9 gram per 100 gram durian. Serat ini sebenarnya baik untuk melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Namun, konsumsi berlebihan durian dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti perut kembung, diare, atau mual, terutama jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau minuman lain yang mengandung gas, seperti soda, kopi, atau alkohol.

4. Masalah Kolesterol

Durian mengandung lemak yang cukup tinggi, sekitar 13 gram per 100 gram durian. Lemak ini sebagian besar adalah lemak jenuh, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Kolesterol jahat dapat menyumbat pembuluh darah dan mengganggu aliran darah ke jantung dan otak, meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

5. Sakit Kepala

Durian mengandung senyawa tiramin yang dapat memicu pelepasan hormon norepinefrin dalam otak. Hormon ini dapat menyebabkan pembuluh darah di otak menyempit dan melebar, yang dapat menyebabkan sakit kepala.

6. Gangguan Tidur

Durian mengandung senyawa triptofan yang dapat meningkatkan produksi hormon serotonin dan melatonin dalam otak. Hormon ini dapat membantu kamu merasa rileks dan mengantuk. Namun, konsumsi berlebihan durian dapat mengganggu siklus tidur.

7. Alergi

Durian dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang, terutama yang memiliki riwayat alergi terhadap buah-buahan lain. Gejala alergi dapat berupa gatal, ruam, bengkak, sesak napas, atau syok anafilaksis.

8. Risiko Mabuk

Meskipun durian tidak mengandung alkohol, konsumsi durian secara berlebihan dapat menyebabkan kondisi yang disebut “mabuk durian”. Hal ini disebabkan oleh fermentasi gula dalam durian yang menghasilkan gas di usus, serta pelepasan hormon norepinefrin di otak, yang dapat menyebabkan perut kembung, mual, muntah, atau sakit kepala.

9. Bahaya bagi Ibu Hamil

Ibu hamil sebaiknya mengonsumsi durian dengan bijak, karena konsumsi berlebihan durian dapat meningkatkan risiko obesitas pada janin. Ibu hamil dengan diabetes gestasional juga perlu memperhatikan konsumsi durian karena kandungan gulanya.

10. Bahaya saat Mengonsumsi Alkohol

Durian dapat berbahaya jika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol. Dietil disulfida dalam durian dapat menghambat kerja enzim aldehyde dehydrogenase (ALDH) yang berfungsi memecah alkohol. Hal ini dapat menyebabkan alkohol yang tidak terpecah menjadi racun bagi tubuh, menyebabkan keracunan alkohol.

Durian bukan hanya buah yang lezat, tetapi juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dengan mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin C, kalium, dan serat, durian dapat membantu meningkatkan energi, menjaga kesehatan tulang dan gigi, melawan depresi, dan banyak lagi.

Namun konsumsi berlebihan durian dapat menyebabkan sejumlah efek samping yang perlu diwaspadai. Penting untuk mengonsumsi durian secara moderat dan seimbang, sesuai dengan kebutuhan tubuh kita, serta perhatikan kondisi kesehatan diri sendiri.

Baca juga:

Referensi

  1. Amalia, S., & Mahfud, N. (2020). Analisis Kandungan Proksimat Daging Buah dan Biji Tiga Varietas Durian (Durio zibethinus Murr.). Bioscientiae, 15(1), 43-50.
  2. Darmawan, S., & Hastuti, S. D. (2019). Potensi buah durian (Durio zibethinus Murr.) sebagai sumber antioksidan alami. Jurnal Gizi dan Pangan, 14(2), 223-229.
  3. Fauzi, A., & Nurhayati, T. (2019). Nutritional composition and health benefits of durian (Durio zibethinus) fruit. International Journal of Food Properties, 22(11), 2577-2584.
  4. Azmi, M. N., et al. (2019). Nutritional composition and health benefits of durian (Durio zibethinus) : A review. Journal of Food and Nutrition Sciences, 7(3), 83-90.
  5. Sahreen, S., et al. (2018). Characterization and antioxidant activity of polysaccharides from durian (Durio zibethinus) pulp. Food Chemistry, 242, 445-452.
  6. Wong, Y. Y., et al. (2018). Antibacterial and antioxidant properties of durian (Durio zibethinus) husk extracts. International Journal of Food Microbiology, 277, 107-114.
  7. Dyah, P. T., & Murniati, D. (2018). Potensi Ekstrak Biji Durian (Durio zibethinus) Sebagai Antioksidan dan Antimikroba. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, 5(1), 78-85.
  8. Ooi, Y. L., et al. (2017). Anti-inflammatory properties of durian (Durio zibethinus) flesh extract. Molecules, 22(12), 2059.
  9. Chaw, Y. T., et al. (2016). In vitro antioxidant and anti-inflammatory properties of durian (Durio zibethinus) flesh extract. LWT – Food Science and Technology, 64, 342-348.
  10. Harwinanto, B., & Sari, R. I. (2016). Kandungan serat pangan, aktivitas antioksidan, dan indeks glikemik tepung buah durian (Durio zibethinus Murr.). Jurnal Gizi dan Pangan, 11(3), 339-344.
  11. Dinkes Kulon Progo. (2022, Maret 14). Manfaat Durian Bagi Kesehatan. https://dinkes.kulonprogokab.go.id/detil/472/manfaat-durian-bagi-kesehatan
  12. KlikDokter. (2023, November 14). Tak Disangka, Ini Manfaat Durian bagi Kesehatan Tubuh. https://www.halodoc.com/artikel/tak-hanya-lezat-ini-13-manfaat-durian-bagi-kesehatan-1
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.