Manfaat Tape Singkong
Gaya Hidup

Makan Tape Singkong? Ini Dia 12 Manfaat yang Bikin Melongo

Manfaat Tape Singkong – Tape singkong merupakan makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari singkong yang difermentasi. Makanan ini memiliki rasa manis dan sedikit asam dengan aroma alkohol yang khas. Selain menjadi camilan yang lezat, tape singkong juga memiliki sejumlah manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Tape singkong biasanya dijual dalam dua jenis, yaitu tape singkong kering yang memiliki tekstur seperti bedak putih, dan tape singkong biasa yang lebih lunak dan basah. Kedua jenis tape singkong ini memiliki kandungan nutrisi yang hampir sama dan sama-sama baik untuk kesehatan tubuh.

Kandunga dalam Tape Singkong

Manfaat Tape Singkong

Dalam 100 gram tape singkong mengandung sekitar 169 kalori, 57 gram air, 40 gram karbohidrat, 2 gram serat, 1,4 gram protein, 0,3 gram lemak, 21 mg kalsium, dan 34 mg fosfor. Tape singkong juga mengandung vitamin C dan vitamin B12, yang kandungannya meningkat selama proses fermentasi.

Manfaat Tape Singkong

Berikut ini manfaat tape singkong bagi kesehatan yang disadur dari beberapa sumber.

1. Alternatif Pengganti Nasi

Tape singkong dapat menjadi alternatif pengganti nasi karena mengandung karbohidrat tinggi. Tape singkong dapat memberikan efek yang sama dengan nasi sebagai sumber karbohidrat, namun perlu diperhatikan untuk mengonsumsinya dalam porsi yang tepat.

2. Menurunkan Kadar Kolesterol

Tape singkong mengandung bakteri baik dan asam laktat yang dapat mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh, hal tersebut diungkapkan pada penelitian ilmiah yang terpublikasi oleh Tropical roots and tubers: production, processing and technology pada tahun 2019. Kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, sehingga mengkonsumsi tape singkong secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan jantung Anda.

3. Meningkatkan Imunitas

Sebuah studi ilmiah tahun 2019 yang dipublikasikan oleh In Innovations in traditional foods menyebutkan bahwa tape singkong mengandung asam laktat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh atau kekebalan tubuh. Asam laktat ini membantu tubuh untuk tidak mudah terkena virus atau penyakit, sehingga tubuh menjadi lebih sehat.

4. Meningkatkan Gairah Seksual

Kandungan karbohidrat dan protein dalam tape singkong dapat meningkatkan fungsi seksual secara perlahan. Beberapa daerah di Indonesia bahkan menggunakan tape singkong untuk meningkatkan gairah seksual, karena dianggap lebih efektif dibandingkan obat-obatan.

5. Mencegah Anemia

Jurnal ilmiah EPICENTRUM, pada tahun 2016 mempublikasikan hasil studi yang menunjukan bahwa tape singkong dapat membantu mencegah anemia karena proses fermentasinya meningkatkan produksi vitamin B12. Vitamin B12 sangat penting untuk pembentukan sel darah merah, sehingga dengan mengkonsumsi tape singkong, Anda dapat mencegah risiko anemia.

6. Membantu Mengobati Jerawat

Tape singkong dapat mengatasi masalah kulit wajah yang umum yaitu jerawat. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa tape singkong dapat membantu tubuh menetralkan racun yang dapat menyumbat pori-pori kulit, sehingga dapat membantu mengobati jerawat pada kulit wajah atau badan.

7. Menguatkan Fungsi Otot

Proses fermentasi tape singkong juga meningkatkan produksi thiamin, yang berfungsi untuk meningkatkan sistem otot dan neuron manusia. Dengan mengkonsumsi tape singkong, tubuh akan merasa lebih segar dan berenergi, sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita sakit pinggang atau sakit punggung untuk memperkuat otot.

8. Menghangatkan Tubuh

Kadar alkohol yang rendah dalam tape singkong dapat membantu menghangatkan tubuh dan menstimulasi kulit agar lebih hangat. Tape singkong baik dikonsumsi saat cuaca dingin atau saat Anda merasa lesu atau demam.

9. Melancarkan Pencernaan

Tape singkong berfungsi sebagai probiotik yang baik untuk pencernaan. Proses fermentasi tape singkong meningkatkan produksi probiotik serta asam laktat, yang membantu melancarkan pencernaan dengan cara membunuh bakteri jahat dan membantu bakteri baik dalam melancarkan pencernaan, hal tersebut diungkapkan oleh sebuag studi tahun 2019 yang dipublikasikan oleh jurnal In Innovations in traditional foods.

10. Membunuh Radikal Bebas

Asam laktat dalam tape singkong juga dapat membantu mengontrol plasma kadar kolesterol pada tubuh. Selain itu, asam laktat juga memiliki manfaat lain yaitu dapat mencegah pembentukan sel-sel penyebab kanker dan membunuh radikal bebas yang ada pada tubuh karena mengandung antioksidan yang tinggi.

11. Mencegah Penyakit Hipertensi dan Kardiovaskular

Hasil studi ilmiah yang dipublikasikan oleh jurnal INNOVATION OF FOOD TECHNOLOGY TO IMPROVE FOOD SECURITY AND HEALTH menunjukan bahwa tape singkong mengandung kalium yang dapat membantu mengontrol tekanan darah, menjaga detak jantung, dan menjaga pembuluh darah agar tetap bersih dan lancar, sehingga dapat mencegah penyakit hipertensi dan kardiovaskular.

12. Antiinflamasi

Selain manfaat bagi kesehatan tubuh, tape singkong juga memiliki manfaat untuk kesehatan kulit. Studi yang dipublikasikan oleh In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering  pada tahun 2021 menyebutkan bahwa tape singkong dapat berfungsi sebagai anti inflamasi yang mempercepat proses penyembuhan luka atau iritasi pada kulit, sehingga cocok digunakan untuk merawat kulit yang sensitif.

Cara Konsumsi Tape Singkong

Tape singkong dapat dikonsumsi langsung sebagai camilan atau dapat diolah menjadi berbagai hidangan. Kita dapat mengonsumsinya sebagai pelengkap makanan atau sebagai camilan sehat. Namun, pastikan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan agar tetap mendapatkan manfaat yang maksimal.

Semoga informasi tentang kandungan dan manfaat tape bagi kesehatan ini dapat berguna.

Baca juga:

Referensi

  1. Bhardwaj, A., Purohit, S., & Sharma, V. (2023). Asian fermented root and tuber-based products. In Indigenous Fermented Foods for the Tropics (pp. 285-296). Academic Press.
  2. Mueedin, N. (2021, February). Fermentation of Tapai and Alcohol Content Released From Tapai. In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering (Vol. 1053, No. 1, p. 012050). IOP Publishing.
  3. Dewantara, A., Putri, I., Fitra, S., & Marsila, N. (2022). D’CUBY (CASSAVA LEAF JERKY) PROCESSES GREEN PLANTS INTO HEALTHY AND NUTRITIOUS SNACKS. EPICENTRUM1(01), 32-42.
  4. Cempaka, L. (2021). Peuyeum: Fermented cassava from bandung, west java, Indonesia. Journal of Ethnic Foods8(1), 3.
  5. Herminingrum, S. (2019). The genealogy of traditional Javanese cassava-based foods. Journal of Ethnic Foods6(1), 15.
  6. Saranraj, P., Behera, S. S., & Ray, R. C. (2019). Traditional foods from tropical root and tuber crops: Innovations and challenges. In Innovations in traditional foods (pp. 159-191). Woodhead publishing.
  7. Saranraj, P., Behera, S. S., & Ray, R. C. (2019). Traditional foods from tropical root and tuber crops: Innovations and challenges. In Innovations in traditional foods (pp. 159-191). Woodhead publishing.
  8. Panda, S. K., & Ray, R. C. (2016). Fermented foods and beverages from tropical roots and tubers. Tropical roots and tubers: production, processing and technology, 225-252.
  9. Sopade, P. A. (2016). Food Processing and Product Properties, Focusing On Glycaemia. INNOVATION OF FOOD TECHNOLOGY TO IMPROVE FOOD SECURITY AND HEALTH, 14.
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.